
Peran Huawei dalam Membangun Talenta Digital Indonesia
Huawei baru-baru ini menyelenggarakan kompetisi teknologi informasi dan komunikasi ICT Competition 2025, yang terintegrasi dengan Teacher Summit atau Konferensi Guru. Acara ini dinilai berhasil menyelaraskan kurikulum pendidikan dengan kebutuhan industri. Dengan menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, seperti mitra akademik, instruktur, dan peserta kompetisi dari seluruh Indonesia, Huawei menciptakan forum dialog yang penting untuk pengembangan talenta digital.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Kompetisi ini memberikan apresiasi kepada kalangan akademisi, instruktur, dan mahasiswa berprestasi dari ekosistem Huawei ICT Academy. Hal ini tidak hanya mendorong inovasi, tetapi juga memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan industri. Dengan mengangkat diskusi ke tingkat nasional, Huawei memastikan bahwa wawasan dari para pendidik dan peserta kompetisi dapat berkontribusi pada upaya memperkuat sumber daya manusia digital di Indonesia.
Kolaborasi yang Berkelanjutan
Kolaborasi antara pemerintah, industri, dan akademisi menunjukkan model kemitraan yang nyata dan berkelanjutan dalam mempercepat transformasi digital. Kepala Pusat Pengembangan Talenta Digital, Kementerian Komunikasi dan Digital atau Komdigi Said Mirza Pahlevi menekankan pentingnya memasukkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) ke dalam kurikulum/pembelajaran di institusi pendidikan. Hal ini bertujuan untuk mempersiapkan talenta digital yang siap memasuki dunia kerja dan industri.
“Dengan didukung oleh standar dan regulasi keterampilan digital nasional, inisiatif ini membantu menjembatani antara kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia industri dan dunia kerja dengan kompetensi lulusan institusi pendidikan,” ujar dia dalam keterangan pers.
Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Beny Bandanadjaja menambahkan bahwa kompetisi langsung yang digelar Huawei memungkinkan mahasiswa menerapkan pengetahuan dalam konteks dunia nyata. Ini menjadi langkah penting dalam mempersiapkan lulusan yang memiliki keterampilan praktis sesuai dengan kebutuhan industri.
Visi Huawei dalam Membina Tenaga Kerja Masa Depan
Chief of Strategy Huawei Indonesia Qianshihong menyebutkan bahwa ICT Competition 2025 menandai tonggak penting dalam upaya kolektif Huawei Indonesia untuk membina tenaga kerja masa depan yang tangguh dan adaptif. Dengan mengakui guru, siswa, dan universitas terbaik, serta mengintegrasikan gelaran ini, Huawei menciptakan ekosistem yang merayakan keunggulan sekaligus mendorong inovasi dan pembelajaran TIK praktis.
Kolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Kementerian Komdigi, dan mitra seperti Asosiasi Pendidikan Tinggi Informatika dan Komputer (APTIKOM) sangat penting dalam menyelaraskan pendidikan dengan kebutuhan industri dan meningkatkan daya saing global talenta digital Indonesia.
Kesepakatan Kurikulum dengan Standar Industri
Sekretaris Jenderal APTIKOM Husni Teja Sukmana menyampaikan bahwa dengan penyelarasan kurikulum dengan standar industri dan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia, Huawei menunjukkan komitmen untuk menghasilkan talenta digital yang terampil. “Huawei juga memposisikan diri sebagai jembatan penting antara pendidikan dan industri,” tambah dia.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Institut Digital Ekonomi LPKIA Andy Victor Pakpahan menegaskan bahwa melalui Huawei ICT Academy dan inisiatif seperti SMK Go Global dan Teaching Factory, siswa dan pendidik memperoleh akses ke keterampilan yang relevan dengan industri dan peluang global. Selain itu, menjembatani pendidikan dan industri sekaligus mempersiapkan lulusan untuk menghadapi tantangan dunia nyata.
Hasil Kompetisi dan Penghargaan
Dalam perhelatan ini, Huawei juga mengumumkan para pemenang ICT Competition Indonesia Final. Institut Teknologi Nasional Bandung (ITENAS) meraih Juara 1 pada Network Track, Cloud Track, and Computing Track, sementara Institut Teknologi Bandung (ITB) meraih Juara 1 pada Innovation Track.
Selain itu, beberapa penghargaan khusus diberikan, antara lain Penghargaan Excellent Huawei ICT Academy Support Center (IASC) kepada ITB, APTIKOM, dan Institut Digital Ekonomi LPKIA serta Penghargaan Excellent Huawei ICT Academy kepada Universitas Sumatera Utara dan Penghargaan Excellent Rookie ICT Academy kepada Universitas Putra Indonesia YPTK Padang.
Komentar
Kirim Komentar