
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Pertumbuhan Ekspor Kopi Jawa Timur yang Menjanjikan
Kopi produksi para petani di Jawa Timur menunjukkan tren ekspor yang positif, memberikan peluang besar untuk terus berkembang menghadapi permintaan global yang tinggi. Berdasarkan data yang dikumpulkan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Timur, nilai transaksi ekspor kopi pada periode Januari hingga April 2025 mencapai US$99,5 juta atau setara Rp1,64 triliun.
Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Luar Negeri (PPLN) Disperindag Jawa Timur, Erivina Lucky Kristian, menjelaskan bahwa angka tersebut menunjukkan potensi besar dari produk kopi Jawa Timur di pasar internasional. Negara tujuan utama ekspor kopi Jatim meliputi kawasan Timur Tengah, Afrika, dan Asia. Mayoritas produk yang diekspor masih berupa green bean atau biji kopi mentah yang belum di-roasting.
Erivina menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jatim senantiasa mendorong peningkatan kualitas proses roasting biji kopi yang diperdagangkan, melalui berbagai pembinaan dan pelatihan terhadap pelaku industri kecil menengah (IKM) kopi di wilayah masing-masing. Dengan peningkatan nilai tambah melalui proses roasting yang lebih baik, diharapkan nilai ekspor kopi Jatim akan meningkat signifikan di pasaran.
Kontribusi Pelabuhan dan Sentra Produksi
Tercatat sebanyak 86% ekspor kopi Jawa dikirim melalui pelabuhan Jawa Timur, dengan kontribusi hampir 48% dari total produksi kopi Jawa. Jawa Timur juga masuk dalam empat besar produsen kopi nasional dengan luas areal mencapai 122.623 hektare dan produksi yang mencapai 78.688 ton.
Jenis biji kopi yang diproduksi antara lain adalah robusta, yang berkembang di dataran menengah-rendah serta arabika, yang tumbuh subur di dataran tinggi dan memiliki potensi unggulan untuk diekspor. Beberapa sentra utama kopi Jatim juga telah berjalan, seperti:
- Java Ijen Raung Coffee Bondowoso
- Jember yang menjadi pusat penelitian kopi dan kakao (Puslitkoka)
- Malang
- Pasuruan
- Lumajang
- Situbondo
- Banyuwangi
Kinerja Ekspor Sektor Peternakan
Selain komoditas kopi, Jawa Timur juga mencatat kinerja ekspor yang menarik pada sektor peternakan. Selama periode Januari hingga April 2025, nilai transaksi ekspor ayam hidup dari Jawa Timur mencapai US$100 ribu atau sekitar Rp1,67 miliar dengan tujuan utama adalah Singapura.
Jenis ayam yang diekspor berupa breeding fowl atau ayam bibit dari jenis Gallus domesticus atau ayam domestik yang biasa diternakkan untuk diambil daging maupun telurnya.
Komitmen Pemerintah dalam Meningkatkan Daya Saing
Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Disperindag berkomitmen untuk terus berupaya memperkuat daya saing berbagai produk ekspor unggulan daerah. Upaya ini dilakukan melalui peningkatan kualitas produk, pembinaan pelaku usaha, maupun ekspansi pasar ekspor baru bagi produk unggulan Jatim di berbagai negara. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan Jawa Timur dapat tetap menjadi salah satu penghasil dan eksportir kopi serta produk pertanian terbesar di Indonesia.
Komentar
Kirim Komentar