Krisis Thailand-Kamboja Memburuk, KBRI Imbau WNI Waspada

Krisis Thailand-Kamboja Memburuk, KBRI Imbau WNI Waspada

Kabar pemerintahan kembali mencuat. Mengenai Krisis Thailand-Kamboja Memburuk, KBRI Imbau WNI Waspada, publik menunggu dampak dan realisasinya. Simak laporannya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Eskalasi Konflik Perbatasan Thailand-Kamboja

Konflik di perbatasan antara Thailand dan Kamboja kembali memanas. Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul mengumumkan pengambilan keputusan resolusi Dewan Keamanan Nasional (NSC) yang memungkinkan operasi militer baru, mengingat meningkatnya ketegangan di wilayah perbatasan tersebut.

Menurut pernyataan Charnvirakul, pemerintah akan melaksanakan langkah-langkah yang telah disepakati dalam resolusi NSC. Ia menegaskan bahwa tindakan militer akan dilakukan dalam segala situasi, tergantung pada kondisi yang berkembang. Konflik antara kedua negara meningkat pada akhir pekan dan berlanjut hingga Senin, ketika masing-masing pihak saling menuduh melanggar gencatan senjata.

“Kami berhak melakukan operasi militer terkait hal-hal lain yang diperlukan,” ujar Charnvirakul menambahkan.

Serangan Udara dan Tindakan Balasan

Sementara itu, juru bicara militer Thailand melaporkan bahwa Kamboja melancarkan serangan udara ke pangkalan militer Anupong. Respons dari Thailand adalah serangan udara yang menargetkan infrastruktur militer Kamboja.

Imbauan dari KBRI Pnom Penh

Di tengah meningkatnya eskalasi konflik, Kedutaan Besar RI (KBRI) Pnom Penh mengimbau Warga Negara Indonesia (WNI) di Kamboja untuk tetap tenang dan waspada. KBRI juga meminta WNI untuk mematuhi himbauan otoritas terkait situasi keamanan di perbatasan Kamboja-Thailand.

“WNI agar menghindari atau membatasi perjalanan ke Provinsi Preah Vihear, Oddar Meanchey, dan Banteay Meanchey yang terdampak konflik,” kata KBRI Phnom Penh dalam pernyataan persnya.

Imbauan ini muncul setelah Thailand melancarkan serangan udara pada Senin dini hari menyusul bentrokan yang menewaskan satu tentara Thailand dan melukai empat lainnya di perbatasan. KBRI mengingatkan agar WNI mengikuti informasi dari sumber resmi, termasuk otoritas Kamboja, media terpercaya, atau saluran resmi KBRI Phnom Penh.

Langkah Pengamanan bagi WNI

WNI juga diminta untuk mendaftar di portal Peduli WNI di www.peduliwni.kemlu.go.id untuk memudahkan komunikasi dengan KBRI Phnom Penh. “Bagi WNI yang membutuhkan bantuan, dapat menghubungi hotline KBRI Phnom Penh via WhatsApp di +855 12 813 282 dan +855 61 844 661,” kata pihak KBRI.

KBRI menyatakan bahwa pihaknya terus memantau situasi dan memperkuat komunikasi dengan komunitas WNI di berbagai provinsi, termasuk mengikuti perkembangan ketegangan kedua negara melalui media.

Sejarah Gencatan Senjata

Kamboja dan Thailand sebelumnya menyepakati gencatan senjata tanpa syarat pada 28 Juli 2025, setelah baku tembak pada Mei 2025 menewaskan satu prajurit Kamboja, dan konflik meluas ke 12 titik perbatasan pada Juli 2025. Perjanjian damai resmi kedua negara bertetangga itu ditandatangani dalam upacara di sela KTT ASEAN di Kuala Lumpur, 26 Oktober 2025, yang dihadiri Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

KBRI pun menyatakan kesiapan memberikan perlindungan dan bantuan darurat bagi WNI, sambil terus memonitor perkembangan keamanan di perbatasan serta menyesuaikan langkah mitigasi sesuai kondisi lapangan.

Kesimpulan: Mari kita kawal terus perkembangan isu ini. Suarakan pendapat Anda dengan bijak di kolom komentar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar