
aiotrade
- Banyak orang memiliki cara berbeda dalam mengatur jadwal harian mereka. Ada yang mencatat di ponsel, ada juga yang masih setia menulis di kalender kertas. Kebiasaan sederhana ini ternyata erat kaitannya dengan pengendalian diri, salah satu aspek penting dalam psikologi kepribadian.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Kemampuan mengendalikan diri membantu seseorang mengatur tindakan dan mencapai tujuan dengan lebih efektif. Dalam sebuah penelitian, siswa yang memiliki disiplin diri lebih tinggi terbukti mendapat nilai dan skor ujian yang lebih baik serta lebih mudah diterima di program akademik bergengsi.
Menariknya, orang yang lebih suka mencatat jadwal di kalender kertas dibanding kalender digital ternyata cenderung memiliki kepribadian tertentu yang membedakannya dari pengguna gawai. Berikut ini 8 ciri kepribadian yang umum dimiliki mereka yang lebih suka membalik halaman kalender kertas daripada menatap layar ponsel.
8 Ciri Kepribadian Orang yang Lebih Suka Mencatat di Kalender Kertas
Ada sesuatu yang memuaskan saat membalik halaman kalender kertas, seperti suara lembut gesekan kertas, aroma tinta, dan rasa fokus saat pena menyentuh permukaan halaman. Berikut ini beberapa ciri kepribadian seseorang yang lebih suka mengecek kalender kertas dibanding digital:
-
Suka mengatur waktu
Menulis membutuhkan waktu dan perhatian. Orang yang menuliskan jadwal di kalender kertas cenderung lebih berhati-hati dalam membuat keputusan. Mereka memikirkan apakah kegiatan yang dijadwalkan benar-benar penting dan selaras dengan tujuan mereka. Kegiatan menulis membuat mereka lebih reflektif dan tidak mudah menyetujui semua hal secara impulsif seperti di kalender digital. -
Menghargai kesederhanaan
Selain itu, pengguna kalender kertas biasanya tidak tergoda oleh tren teknologi “serba pintar”. Bagi mereka, kesederhanaan adalah bentuk ketenangan. Kalender kertas tidak mengirim notifikasi, tidak mendikte, dan tidak mengalihkan perhatian. Ia hanya diam dan menunggu dilihat, sesuatu yang bagi sebagian orang terasa lebih manusiawi. -
Cenderung reflektif dan introspektif
Orang yang menulis di agenda kertas juga sering melihat kembali halaman lama mereka, mencatat pencapaian, atau merenungkan momen kecil dalam hidup. Agenda bagi mereka bukan hanya alat pengingat, tapi juga catatan perjalanan diri, seperti jurnal pribadi yang membantu mereka memahami pola dan pertumbuhan diri. -
Punya rasa otonomi yang kuat
Tidak tergantung pada sinkronisasi aplikasi atau algoritma, pengguna kalender kertas lebih percaya pada sistem dan naluri mereka sendiri. Mereka tidak butuh izin atau notifikasi untuk mengatur hidup. Waktu bagi mereka adalah ruang pribadi yang tak perlu dibagikan atau disetujui pihak lain. -
Menyukai koneksi nyata
Selain itu, menulis tangan memberi pengalaman fisik dan emosional yang tidak didapat dari layar. Membalik halaman, menandai target yang tercapai, atau menempelkan catatan kecil menciptakan rasa keterhubungan dengan kehidupan nyata. Bagi mereka, menggunakan kertas adalah cara sederhana untuk tetap membumi di tengah dunia yang serba virtual. -
Kreatif dan imajinatif
Selanjutnya, orang yang menulis dengan tangan sering melibatkan bagian otak yang berbeda dengan mereka yang mengetik. Tulisan tangan, coretan, panah, dan warna di kalender kertas merangsang ide-ide baru. Tak heran jika banyak penulis, seniman, atau pemikir visual lebih memilih alat analog untuk menuangkan pikirannya. -
Suka bernostalgia
Kalender kertas memberi sebagian orang rasa nostalgia, seperti mengingat masa ketika hidup lebih lambat dan lebih personal. Namun, mereka bukan anti-digital. Mereka menggunakan teknologi seperlunya, tanpa membiarkannya menguasai ritme hidup. Bagi mereka, menulis di kertas adalah bentuk keseimbangan antara modernitas dan keaslian. -
Menyukai rutinitas dan ketenangan
Terakhir, bagi pengguna kalender kertas, merencanakan minggu depan atau menulis daftar kegiatan harian adalah ritual yang menenangkan. Kegiatan sederhana ini menjadi momen refleksi dan bukan sekadar tugas administratif. Mereka percaya bahwa ketika seseorang meluangkan waktu untuk menulis, ia juga sedang merawat kesadarannya terhadap waktu dan makna hidup.
Komentar
Kirim Komentar