Lihat persiapan BEI menghadirkan sistem perdagangan baru, diluncurkan Desember 2026

Lihat persiapan BEI menghadirkan sistem perdagangan baru, diluncurkan Desember 2026

Jagat maya sedang heboh membicarakan topik ini. Banyak netizen yang penasaran kebenaran di balik Lihat persiapan BEI menghadirkan sistem perdagangan baru, diluncurkan Desember 2026. Berikut fakta yang berhasil kami rangkum.


Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan pengembangan sistem perdagangan baru yang akan diterapkan pada Desember 2026. Sistem ini dirancang berdasarkan model yang digunakan oleh Nasdaq, bursa saham terkemuka di Amerika Serikat. Direktur Utama BEI Iman Rachman menyatakan bahwa pihaknya sedang mempersiapkan perubahan besar dalam infrastruktur pasar modal. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kapasitas dan keandalan sistem agar mampu menangani lonjakan volume transaksi sekaligus menjaga kelancaran operasional pasar.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Menurut Iman, pengembangan sistem ini merupakan langkah strategis yang dilakukan BEI sebagai respons terhadap peningkatan aktivitas pasar. Pembaruan ini juga bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan stabilitas pasar modal di masa depan. BEI akan menggunakan sistem Matching Engine (MME) yang merupakan versi terbaru dari teknologi yang digunakan oleh Nasdaq.

“Kita akan melakukan penyesuaian terkait sistem perdagangan dan pengawasan. Kami akan menggunakan sistem baru yang sama seperti sebelumnya, tetapi dengan versi terbaru MME yang akan diluncurkan pada Desember 2026,” ujar Iman dalam konferensi pers penutupan perdagangan BEI 2025, Selasa (30/12).

Peningkatan kebutuhan infrastruktur pasar terlihat dari peningkatan likuiditas selama tahun 2025. Rata-rata nilai transaksi harian saham mencapai Rp 18 triliun. Sementara itu, transaksi obligasi rata-rata mencapai Rp 6,5 triliun per hari, dan transaksi derivatif serta non-saham mencapai sekitar Rp 7,6 triliun per hari.

Lonjakan transaksi ini menuntut sistem yang lebih andal dan efisien. Sistem baru diharapkan mampu menangani peningkatan volume transaksi secara signifikan tanpa mengganggu proses perdagangan. Selain itu, sistem ini juga dirancang untuk memperkuat fungsi pengawasan pasar. BEI berkomitmen untuk memastikan integrasi data secara real-time dan meningkatkan kemampuan pemantauan transaksi guna mengurangi risiko sistemik dan gangguan pasar.

Iman menambahkan bahwa BEI terus berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta organisasi pengawas lainnya untuk memastikan sistem yang dikembangkan sesuai dengan standar global. Hal ini bertujuan untuk menjaga kualitas dan keamanan pasar modal Indonesia.

Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik menjelaskan bahwa sistem perdagangan saat ini sudah mengacu pada Nasdaq. Namun, sistem yang akan diimplementasikan pada akhir 2026 merupakan versi terbaru dari sistem Nasdaq. “Sekarang pun kita sudah menggunakan Nasdaq, yang akan kita implementasikan di akhir 2026 adalah versi terbaru dari sistem perdagangan Nasdaq,” kata Jeffrey.

Jeffrey menyoroti beberapa perbedaan antara sistem saat ini dan yang akan datang. Pertama, sistem baru dirancang untuk perdagangan multi aset. Kedua, kapasitas sistem baru akan jauh lebih besar, hingga tiga kali lipat dari kapasitas saat ini. Hal ini dimaksudkan untuk mengantisipasi pendalaman pasar yang akan terjadi di masa depan.

Dengan pengembangan sistem perdagangan baru ini, BEI berharap dapat meningkatkan daya saing pasar modal Indonesia dan memberikan layanan yang lebih baik bagi para pelaku pasar. Tidak hanya itu, sistem ini juga diharapkan menjadi fondasi kuat untuk pertumbuhan ekonomi dan stabilitas finansial di masa depan.

Kesimpulan: Bagaimana menurut Anda kejadian ini? Jangan lupa share artikel ini agar teman-teman Anda tidak ketinggalan berita heboh ini.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar