AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Penghargaan Khusus untuk Lilik Oetama
Lilik Oetama, Chief Executive Officer (CEO) dari Kompas Gramedia (KG), menerima penghargaan medali Pro Ecclesia et Pontifice dari Paus Leo XIV. Medali ini diberikan kepada individu yang dinilai memiliki kontribusi besar bagi Gereja Katolik dan Paus.
Penyematan medali dilakukan oleh Nunsius Apostolik Takhta Suci Vatikan untuk Indonesia, Mgr Piero Pioppo, di Kedutaan Besar Vatikan, Jakarta, pada Selasa (11/11/2025). Acara tersebut turut dihadiri oleh berbagai tokoh penting, seperti Menteri Agama Nasaruddin Umar, Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Mgr Antonius Subianto Bunjamin OSC, serta Uskup Agung Jakarta Ignatius Kardinal Suharyo.
Selain tokoh-tokoh agama, acara juga dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional, termasuk mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, para duta besar, uskup, rohaniwan Katolik, serta pemuka lintas agama.
Lilik mengungkapkan rasa terima kasihnya atas penghargaan yang diberikan. “Saya sangat berkesan karena penghargaan ini diberikan langsung oleh Paus Leo XIV,” ujarnya setelah menerima medali tersebut.
Ia menambahkan bahwa penghargaan ini diberikan karena kontribusinya dalam mendukung persiapan kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia pada September 2024.
Deskripsi Medali Pro Ecclesia et Pontifice
Medali Pro Ecclesia et Pontifice memiliki bentuk salib emas dengan ukiran Santo Petrus dan Santo Paulus di bagian depan. Di sisi kiri terukir tulisan Pro Ecclesia (untuk Gereja), sedangkan di sisi kanan bertuliskan Et Pontifice (dan Paus). Medali ini digantungkan pada pita berwarna kuning dan putih khas Vatikan.
Penghargaan ini pertama kali dianugerahkan oleh Paus Leo XIII pada 17 Juli 1888 untuk memperingati yubileum emas imamatnya, dan kemudian ditetapkan sebagai tanda kehormatan permanen pada 1898.
Di Indonesia, penerima pertama medali ini adalah Barnabas Sarikromo, yang mendapatkannya dari Paus Pius XI pada 1928 atas jasanya mendampingi Romo Frans Van Lith SJ dalam karya misi di Jawa.
Pesan Perpisahan dari Mgr Piero Pioppo
Sebelum penyematan medali kepada sejumlah rohaniawan dan beberapa tokoh awam, Nunsius Apostolik Takhta Suci Vatikan di Indonesia, Mgr Piero Pioppo, sempat menyampaikan pesan perpisahannya.
Mgr Pioppo akan segera mengemban tugas baru sebagai Duta Besar Vatikan untuk Spanyol dan Kerajaan Andorra. Ia juga menyampaikan terima kasih yang mendalam terhadap negara Indonesia, gereja-gereja yang ada di Indonesia, para diplomat, keluarga, dan para individu.
“Syukur kepada Allah, terima kasih banyak, dan Tuhan memberkati,” ujarnya dalam bahasa Indonesia.
Komentar
Kirim Komentar