
aiotrade,
JAKARTA — Presiden Republik Federasi Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva menegaskan komitmennya untuk membentuk Indonesia-Mercosur Comprehensive Economic Partnership Agreement (IM-CEPA) paling lambat Desember 2026. Ia menyatakan bahwa upaya perjanjian dagang ini akan diselesaikan sebelum akhir masa jabatannya di Brasil atau paling cepat pada akhir tahun mendatang.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Pernyataan tersebut disampaikan saat ia memberikan pernyataan bersama dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jumat (23/10/2025). Lula mengungkapkan bahwa ia dan Presiden Prabowo sepakat untuk mempercepat negosiasi perjanjian perdagangan preferensial antara Mercosur dan Indonesia sebelum akhir kepresidenannya pada Desember 2025.
Sebelumnya, Presiden ke-8 RI itu telah meminta percepatan pembahasan IM-CEPA bersama Brasil. Ia menambahkan bahwa kedua negara sepakat untuk menuju pembentukan CEPA yang serupa dengan perjanjian yang telah dijalin Indonesia dengan Uni Eropa dan Kanada.
“Kita dapat dukungan dari Brasil karena Brasil kini menjadi presiden dari Mercosur. Kita berharap dukungan tersebut terus berlanjut. Oleh karena itu, kita melihat sinergi yang sangat komplementer dan saling mendukung dalam banyak bidang,” ujar Kepala Negara.
Sebagai informasi, Indonesia dan Brasil sebelumnya sepakat memperkuat kerja sama di sektor perdagangan dan investasi selama kunjungan kenegaraan Prabowo pada Juli 2025 lalu. Salah satu fokus utamanya adalah segera menyelesaikan Perjanjian Ekonomi Komprehensif antara Indonesia dan Mercosur (IM-CEPA).
Mercosur adalah blok perdagangan di Amerika Selatan yang terdiri dari Argentina, Brasil, Paraguay, Uruguay, dan Venezuela. Pada kesempatan itu, Presiden Prabowo Subianto juga mendorong kerja sama bilateral melalui peran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). Ia menekankan bahwa Indonesia terbuka untuk berdiskusi terkait sektor peternakan, pengembangan agrikultur, serta industri pangan.
Peningkatan ekspor Indonesia ke Brasil mencapai 9,31% pada 2024, yang menjadi indikator positif dalam kerja sama yang dapat dikembangkan lebih lanjut. Indonesia juga berupaya menjalin kerja sama ekonomi komprehensif dengan blok pasar dagang di Amerika Selatan yang dipimpin oleh Brasil.
Berdasarkan data dari Kementerian Perdagangan, total nilai perdagangan Indonesia-Brasil pada periode Januari-September 2024 meningkat 24,3% menjadi US$ 5,07 miliar dari sebelumnya US$ 4,08 miliar di 2023. Sementara itu, ekspor Indonesia ke Brasil dalam periode yang sama melonjak 33% menjadi US$ 1,25 miliar dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar US$ 940 juta.
- Beberapa faktor yang mendorong peningkatan ini termasuk keterbukaan pasar, kebijakan perdagangan yang semakin progresif, serta kolaborasi lintas sektor antara kedua negara.
- Kerja sama ekonomi ini juga berpotensi memperkuat hubungan diplomatik dan memperluas peluang investasi di berbagai bidang.
- Dengan adanya IM-CEPA, Indonesia dan Brasil dapat mempercepat aliran barang dan jasa, serta meningkatkan daya saing di pasar global.
Komentar
Kirim Komentar