Maulid Nabi di Kroya Jadi Momentum Persaudaraan Warga Indramayu, Ustadzah Mumpuni Sampaikan Pesan Da

Maulid Nabi di Kroya Jadi Momentum Persaudaraan Warga Indramayu, Ustadzah Mumpuni Sampaikan Pesan Da

Berita terbaru hadir untuk Anda. Mengenai Maulid Nabi di Kroya Jadi Momentum Persaudaraan Warga Indramayu, Ustadzah Mumpuni Sampaikan Pesan Da, berikut adalah data yang berhasil kami rangkum dari lapangan.
Maulid Nabi di Kroya Jadi Momentum Persaudaraan Warga Indramayu, Ustadzah Mumpuni Sampaikan Pesan Damai

Perayaan Maulid Nabi di Desa Temiyang Menjadi Momentum Kebersamaan dan Kedekatan

Ribuan warga dari berbagai daerah di Kabupaten Indramayu memadati Blok Cilege, Desa Temiyang, Kecamatan Kroya, pada Sabtu 18 Oktober 2025. Acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di lokasi tersebut menarik banyak perhatian masyarakat. Acara ini menghadirkan penceramah ternama, Ustadzah Mumpuni Handayayekti, yang dikenal dengan gaya ceramahnya yang lugas, menyentuh hati, dan penuh makna.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Sejak sore hari, masyarakat sudah berdatangan ke lokasi. Jalan menuju Blok Cilege tampak dipenuhi kendaraan roda dua dan empat yang datang dari berbagai arah. Lantunan shalawat menggema, menciptakan suasana religius yang hangat dan khusyuk. Acara ini tidak hanya menjadi momen untuk merayakan kelahiran Nabi, tetapi juga menjadi ajang memperkuat tali silaturahmi antarwarga, terutama di wilayah Kecamatan Kroya dan sekitarnya.

Kehadiran Ustadzah Mumpuni menjadi magnet tersendiri. Banyak warga datang khusus untuk mendengarkan tausiyah dari dai asal Cilacap tersebut. Sosoknya yang tegas namun lembut membuat jamaah larut dalam setiap pesan yang disampaikan. Dalam ceramahnya, Ustadzah Mumpuni mengingatkan pentingnya meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. Ia menekankan bahwa cinta kepada Nabi harus diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan hanya ucapan.

“Kalau kita mengaku cinta Rasulullah, maka tunjukkan dengan akhlak yang baik. Nabi mengajarkan kasih sayang, kejujuran, dan kepedulian. Jangan sampai lidah kita memuji Nabi, tapi perilaku kita jauh dari ajarannya,” ujarnya disambut tepuk tangan jamaah. Ribuan jamaah tampak menyimak dengan khusyuk. Suara takbir dan shalawat sesekali menggema di antara sela-sela ceramah. Banyak warga meneteskan air mata saat Ustadzah Mumpuni mengisahkan perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam menebarkan ajaran Islam dengan penuh kasih sayang.

Narto, warga Kecamatan Kroya, mengaku terharu bisa menghadiri acara Maulid Nabi di desanya bersama Ustadzah Mumpuni. Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat bermanfaat untuk memperkuat iman dan mempererat persaudaraan. “Alhamdulillah, bisa ikut hadir langsung dan mendengarkan ceramah beliau. Pesan-pesannya menenangkan hati. Semoga Maulid Nabi seperti ini bisa terus ada setiap tahun,” kata Narto dengan penuh semangat.

Acara semakin meriah dengan pembacaan maulid simtudduror dan lantunan shalawat bersama. Warga tampak kompak bersuara, menciptakan suasana penuh kehangatan dan kebersamaan. Anak-anak, remaja, hingga orang tua ikut larut dalam lantunan doa dan pujian kepada Rasulullah SAW. Selain tausiyah dan pembacaan shalawat, momen Maulid Nabi juga menjadi ajang untuk mempererat hubungan antarwarga. Banyak warga saling bersalaman dan bermaafan setelah acara selesai, menandakan eratnya rasa persaudaraan di masyarakat Desa Temiyang.

Kegiatan ini juga berdampak positif bagi perekonomian lokal. Sejumlah pedagang kaki lima tampak berjejer di sekitar lokasi, menjajarkan aneka makanan, minuman, serta pernak-pernik islami. Suasana ramai dan tertib menjadi pemandangan yang menyenangkan. Menjelang malam, suasana semakin syahdu ketika seluruh jamaah bersama-sama melantunkan shalawat penutup. Gemuruh suara umat yang bersatu dalam dzikir menciptakan suasana yang menggetarkan hati.

Bagi masyarakat Desa Temiyang, peringatan Maulid Nabi bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum memperdalam keimanan dan menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW. Nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian tampak nyata dalam setiap wajah jamaah yang hadir. “Semoga dengan sering memperingati Maulid Nabi, masyarakat kita semakin rukun, saling menghargai, dan hidup penuh berkah,” ucap seorang tokoh warga yang turut hadir dalam acara tersebut.

Acara kemudian ditutup dengan doa bersama agar Indramayu selalu diberkahi keamanan, kedamaian, dan kesejahteraan. Lantunan shalawat menggema hingga malam menandai berakhirnya kegiatan penuh makna.

Kesimpulan: Demikian informasi mengenai Maulid Nabi di Kroya Jadi Momentum Persaudaraan Warga Indramayu, Ustadzah Mumpuni Sampaikan Pesan Da. Semoga menambah wawasan Anda hari ini.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar