Menghadapi Nataru, okupansi hotel Kota Batu di bawah 50 persen karena kondisi ekonomi

Menghadapi Nataru, okupansi hotel Kota Batu di bawah 50 persen karena kondisi ekonomi

Media sosial sedang heboh membicarakan topik ini. Banyak netizen yang penasaran kebenaran di balik Menghadapi Nataru, okupansi hotel Kota Batu di bawah 50 persen karena kondisi ekonomi. Berikut fakta yang berhasil kami kumpulkan.
Menghadapi Nataru, okupansi hotel Kota Batu di bawah 50 persen karena kondisi ekonomi

Kondisi Okupansi Hotel di Kota Batu Menjelang Natal 2025

Menjelang perayaan Natal 2025, keterisian kamar hotel di Kota Batu masih tergolong rendah. Menurut informasi yang diperoleh, hingga saat ini rata-rata tingkat okupansi hotel di kota tersebut berada di bawah 50 persen. Hal ini disampaikan oleh Ketua PHRI Kota Batu, Sujud Hariadi, yang menyebutkan bahwa angka tersebut belum mencapai target yang diharapkan.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

“Untuk tingkat okupansi saat ini rata-rata masih di bawah 50 persen,” ujar Sujud Hariadi. Ia juga menambahkan bahwa hal ini berlaku untuk reservasi pada malam tahun baru. Menurutnya, kondisi ini wajar karena sekolah belum libur seluruhnya. Namun, ia berharap pada minggu depan angka okupansi akan mulai meningkat.

Meski saat ini masih di bawah 50 persen, PHRI Kota Batu tetap optimis bahwa saat momen Nataru (Natal dan Tahun Baru) tiba, tingkat okupansi bisa mencapai 90 persen. Bahkan, untuk tanggal-tanggal di luar malam Natal dan Tahun Baru, seperti 26, 27, 28, dan 29 Desember, tingkat okupansi diperkirakan akan berada di atas 70 persen.

Sujud mengungkapkan prediksi dari PHRI Kota Batu bahwa okupansi hotel akan berkisar antara 40-50 persen di pertengahan Desember. Setelah tanggal 20 Desember, tingkat okupansi diperkirakan akan meningkat menjadi 60-70 persen. Pada tanggal 25 Desember dan malam Tahun Baru, tingkat okupansi diperkirakan akan melonjak hingga mencapai 90 persen.

Strategi Hotel dan Restoran dalam Menarik Pengunjung

Untuk menarik tamu dan pengunjung, hotel serta restoran di Kota Batu tidak memberikan diskon khusus. Namun, mereka lebih memilih untuk menambahkan ornamen dan menyelenggarakan acara spesial agar wisatawan lebih tertarik.

“Hotel-hotel di Kota Batu tidak memberlakukan diskon khusus, tetapi kami menambahkan ornamen di hotel dan tentunya ada gala dinner dan live show di malam tahun baru untuk menarik kunjungan wisatawan,” jelas Sujud.

Selain itu, para pengelola hotel juga berupaya menciptakan suasana yang lebih meriah dengan menghadirkan berbagai aktivitas hiburan dan makanan khas yang dapat dinikmati oleh tamu. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk menarik minat masyarakat yang sedang mencari tempat liburan.

Dampak Ekonomi Terhadap Persepsi Wisatawan

Sujud menuturkan bahwa kondisi ekonomi yang sulit bagi sebagian besar masyarakat membuat banyak orang enggan untuk berlibur atau menginap di hotel. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi dunia perhotelan dan restoran.

“Kondisi perekonomian yang belum membaik, tentunya akan memberikan tantangan tersendiri bagi dunia usaha perhotelan dan hiburan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa industri perhotelan harus semakin kreatif dalam menjalankan usaha agar okupansi tidak turun lagi di masa mendatang. Selain itu, adanya pemotongan anggaran daerah pada tahun depan juga bisa memengaruhi daya beli masyarakat.

Prediksi dan Harapan ke Depan

Dengan situasi yang ada, PHRI Kota Batu tetap optimis bahwa momentum Nataru akan membawa peningkatan signifikan dalam jumlah pengunjung. Meskipun saat ini okupansi masih rendah, harapan besar ditempatkan pada momen liburan akhir tahun yang biasanya menjadi waktu paling sibuk bagi sektor pariwisata.


Pemandangan Kota Batu yang indah sering menjadi daya tarik utama bagi wisatawan. Namun, saat ini, keberadaan wisatawan masih terbatas karena beberapa faktor ekonomi dan sosial.


Beberapa hotel di Kota Batu telah menyiapkan dekorasi khusus untuk menyambut Natal dan Tahun Baru. Hal ini diharapkan mampu menarik minat wisatawan yang ingin merayakan liburan dengan suasana yang meriah.


Acara gala dinner dan live show yang digelar di beberapa hotel juga menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan okupansi. Acara ini diharapkan mampu memberikan pengalaman istimewa bagi pengunjung.

Kesimpulan: Bagaimana menurut Anda kejadian ini? Jangan lupa bagikan artikel ini agar teman-teman Anda tidak ketinggalan berita heboh ini.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar