
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Mengapa Banyak Orang Sibuk Membuat Konten?
Pernahkah kamu bertanya-tanya, "Kenapa orang-orang sibuk mengunggah video ke berbagai platform seperti Instagram, TikTok, YouTube, dan Facebook?" Pertanyaan ini pernah muncul di benakku juga. Aku awalnya merasa bingung, mengapa mereka harus terus-menerus membuat konten setiap hari.
Tapi seiring berjalannya waktu, aku mulai memahami bahwa media-media ini bukan hanya sekadar tempat untuk berbagi pengalaman atau hiburan. Mereka juga bisa menjadi sumber penghasilan. Jika kamu bisa membuat konten yang menarik dan diminati, kamu bisa mendapatkan uang melalui iklan, donasi, atau bahkan kerja sama dengan brand.
Aku sendiri baru saja mencoba membuat konten, dan aku tidak terlalu memikirkan apakah orang akan menyukainya atau tidak. Jika ada yang suka, itu bagus. Jika tidak, ya, itu juga tidak apa-apa. Tapi, jika kamu ingin membuat konten sebagai pekerjaan sampingan, maka kamu harus memastikan bahwa kontenmu memiliki nilai dan manfaat bagi audiens.
Kecenderungan Konten yang Sering Muncul
Setiap orang pasti sudah tahu jenis-jenis konten yang sering muncul di beranda media sosial. Seorang konten kreator biasanya akan melihat tren tersebut dan mencoba membuat konten yang mirip. Tujuannya tentu saja agar bisa menarik banyak penonton dan meningkatkan jumlah view.
Kadang, konten yang viral bisa memberikan hadiah dari penonton, yang akhirnya bisa menjadi penghasilan tambahan. Jika kamu terus-menerus mengumpulkan pundi-pundi ini, siapa tahu kamu bisa membeli rumah impianmu.
Konten yang Mengimbas
Konten yang kamu tonton pasti akan memberikan dampak tertentu, meskipun kadang tidak terlihat langsung. Misalnya, konten yang membuat kamu merasa kesal atau marah, bisa membuat dahi kamu berkerut atau wajahmu memerah karena frustrasi.
Tapi, jangan lupa bahwa semua hal yang kamu lakukan, terutama jika dilakukan secara terus-menerus, akan memberikan dampak pada dirimu sendiri atau orang lain. Contohnya, jika kamu sering menonton konten yang tidak pantas, seperti pornografi atau konten seksual, maka itu bisa memengaruhi perilaku kamu dalam kehidupan nyata.
Beberapa hari yang lalu, aku melihat sebuah konten yang menunjukkan seorang remaja yang duduk menunduk dan tangannya bergerak seolah-olah sedang bermain game. Ternyata, dia terbiasa bermain game dan ponselnya diambil oleh orang tuanya. Akibatnya, alam bawah sadarnya masih menggerakkan tangannya.
Konten yang Bernilai
Aku yakin bahwa tidak semua konten kreator melakukan ini sebagai pekerjaan utama. Ada yang menjalankannya sebagai pekerjaan sampingan sambil tetap bekerja sebagai dokter, guru, atau profesi lain. Mereka membuat konten tentang hal-hal yang mereka kuasai, sehingga konten yang dibuat lebih mudah dipahami dan diterima oleh audiens.
Namun, konten juga harus memiliki nilai. Sebelum membuat konten, kamu harus bertanya pada diri sendiri, "Apa manfaat dari konten ini?" Jangan sampai setelah konten dipublikasikan dan ditonton anak-anak, kamu baru sadar bahwa konten tersebut bisa merugikan atau membahayakan orang lain.
Jika kamu menjadikan konten sebagai pekerjaan sampingan dan menggunakannya untuk mencari uang, maka kamu harus memastikan bahwa kontenmu bermanfaat dan bernilai. Lama atau pendeknya konten tidak menjamin manfaatnya. Jika konten tidak memberikan nilai, sebaiknya kamu hentikan saja.
Komentar
Kirim Komentar