Menjelang akhir tahun, rupiah menguat ke Rp16.740 per dolar AS

Dunia bisnis menghadapi dinamika baru hari ini. Kabar mengenai Menjelang akhir tahun, rupiah menguat ke Rp16.740 per dolar AS menjadi informasi krusial bagi para pelaku pasar. Berikut rinciannya.
Menjelang akhir tahun, rupiah menguat ke Rp16.740 per dolar AS

Rupiah Menguat di Awal Perdagangan

Pada perdagangan Rabu (31/12/2025), nilai tukar rupiah di pasar spot mengalami penguatan. Berdasarkan data dari Bloomberg, rupiah dibuka pada level Rp16.740 per dolar Amerika Serikat. Penguatan ini terjadi setelah sebelumnya rupiah menutup perdagangan dengan penurunan. Dengan perkembangan pagi ini, rupiah terpantau menguat sebesar 31 poin atau 0,18 persen dibandingkan penutupan kemarin.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Mata Uang yang Mengalami Penguatan

Berdasarkan data dari Bloomberg, hanya sedikit mata uang yang mengalami penguatan. Beberapa di antaranya adalah:

  • Bath Thailand yang menguat sebesar 0,02 persen
  • Rupee India yang menguat sebesar 0,22 persen
  • Pesso Filipina yang menguat sebesar 0,02 persen

Meskipun rupiah mengalami penguatan tipis, situasi ini menunjukkan bahwa sentimen pasar masih cenderung optimis menjelang akhir tahun.

Prediksi Pelemahan Rupiah pada Sore Hari

Analis dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, memperkirakan bahwa rupiah akan mengalami pelemahan pada sore hari. Pelemahan ini dipengaruhi oleh penguatan dolar AS yang didorong oleh data ekonomi Amerika Serikat yang lebih kuat dari perkiraan. Selain itu, risalah FOMC (Federal Open Market Committee) juga menunjukkan kecenderungan kebijakan moneter yang lebih hawkish.

“Rupiah berpotensi bergerak dalam rentang 16.700 hingga 16.850 per dolar AS,” ujar Lukman.

Investor Akan Bersikap Hati-Hati di Awal Tahun

Menjelang awal tahun 2026, Lukman memperkirakan bahwa pasar keuangan akan bergerak secara hati-hati. Banyak investor cenderung memilih strategi wait and see menjelang rilis data perdagangan dan inflasi pada Jumat (1/1/2026).

Data perdagangan diperkirakan kembali mencatat surplus, meski nilai ekspor dan impor diperkirakan mengalami penurunan. Sementara itu, inflasi diprediksi akan kembali termoderasi, memberikan sinyal beragam bagi pelaku pasar.

“Kondisi ini membuat investor cenderung menunggu kepastian lebih lanjut sebelum mengambil keputusan besar,” kata Lukman.

Kondisi Pasar yang Dinamis

Dengan prediksi-prediksi tersebut, situasi pasar keuangan terlihat dinamis. Rupiah yang mengalami penguatan di awal perdagangan mungkin akan menghadapi tekanan pada akhir hari. Namun, investor tetap waspada dan siap mengambil langkah-langkah strategis sesuai dengan perkembangan data ekonomi.


Kesimpulan: Semoga informasi mengenai Menjelang akhir tahun, rupiah menguat ke Rp16.740 per dolar AS ini bermanfaat bagi keputusan bisnis Anda. Tetap optimis dan pantau terus perkembangan pasar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar