Menteri Perhubungan Minta Pelabuhan Gilimanuk Tingkatkan Operasional Kapal

Menteri Perhubungan Minta Pelabuhan Gilimanuk Tingkatkan Operasional Kapal

Media sosial sedang heboh membicarakan topik ini. Banyak netizen yang ingin tahu kebenaran di balik Menteri Perhubungan Minta Pelabuhan Gilimanuk Tingkatkan Operasional Kapal. Berikut fakta yang berhasil kami rangkum.

Persiapan Menghadapi Arus Balik Nataru 2025/2026 di Pelabuhan Gilimanuk

Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi, memberikan peringatan kepada Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Gilimanuk serta PT ASDP Indonesia Ferry untuk mempersiapkan diri menghadapi arus balik masyarakat yang kembali dari liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Dalam kunjungannya ke pelabuhan tersebut, Dudy menyampaikan laporan dari ASDP mengenai peningkatan jumlah masyarakat yang menggunakan fasilitas penyeberangan di Pelabuhan Gilimanuk.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

"Saya mengingatkan kepada teman-teman di Gilimanuk untuk mengantisipasi kembalinya masyarakat karena kita hanya punya waktu dari 1 hingga 4 Januari," ujar Dudy dalam media briefing di Jakarta, Rabu (31/12/2025). Ia juga menyebut bahwa pada tanggal 1 dan 4 kemarin, kondisi tertentu membuat jumlah kapal ditambah.

Penambahan Jumlah Kapal di Pelabuhan Gilimanuk

Dudy menjelaskan bahwa dalam kondisi normal, Pelabuhan Gilimanuk bisa mengoperasikan 28 kapal. Namun, jika kondisi agak meningkat dan padat, kapal yang beroperasi bisa ditambah hingga 30 sampai 32 unit. Ia menekankan agar ASDP dan KSOP tidak hanya terbatas pada jumlah tersebut, tetapi memastikan dermaga tidak kosong.

"Di sana ada sekitar 50 kapal, mungkin 50 atau 52 unit. Saya meminta untuk digunakan sehingga putarannya bisa lebih cepat. Dari pengalaman kita, baik di Merak dan sebelumnya, kunci penyeberangan itu ada di putaran," tambah Dudy.

Waspada Cuaca Ekstrem

Selain menghadapi kepadatan, Dudy menekankan pentingnya keselamatan pelayaran sebagai prioritas utama. Dia meminta petugas dan masyarakat untuk waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang bisa terjadi secara tiba-tiba.

"Pastikan kapal benar-benar laik laut dan informasi cuaca dari BMKG harus terus diperbarui kepada masyarakat," ujarnya.

Kesiapan ASDP

Di sisi lain, ASDP memastikan kesiapan layanan penyeberangan lintasan Gilimanuk–Ketapang dalam menghadapi arus pergerakan Nataru. Berbagai langkah antisipatif disiapkan untuk menjaga kelancaran, keselamatan, dan kenyamanan pengguna jasa, seiring dinamika trafik yang terus dipantau secara intensif selama periode Nataru, baik pada arus berangkat maupun arus balik.

Senior General Manager Regional III ASDP, Luthfi Adi Subarkah, menyampaikan bahwa kesiapan operasional didukung oleh ketersediaan armada dan infrastruktur pelabuhan yang memadai.

"Di lintas Ketapang-Gilimanuk jumlah kapal yang siap operasi (standby) sebanyak 55 unit serta 17 unit dermaga di Ketapang dan Gilimanuk, dilengkapi buffer zone dan delaying system untuk mengantisipasi fluktuasi kepadatan kendaraan," ujar dia.

ASDP juga berkoordinasi dengan regulator dan mitra kerja terkait dalam hal penyiapan skenario pola operasi kapal yang fleksibel sesuai tingkat kepadatan, mulai dari kondisi normal hingga sangat padat.

"Pada kondisi puncak, kapasitas angkut dapat dioptimalkan melalui pengoperasian hingga 32 kapal dengan dukungan dermaga alternatif Bulusan serta pola time based berthing (TBB) demi mempercepat proses bongkar muat kendaraan," kata Luthfi.

Dari sisi kinerja produksi, data Posko Nataru 2025 menunjukkan pergerakan penyeberangan di lintasan Gilimanuk–Ketapang tetap terjaga secara terkendali. Hingga periode H-10 sampai dengan H+2 Natal, realisasi penyeberangan dari Pelabuhan Gilimanuk tercatat sebanyak 83.146 unit kendaraan atau tumbuh sekitar 5 persen dibandingkan periode sama tahun lalu, dengan total penumpang mencapai 283.127 orang.

Kesimpulan: Bagaimana menurut Anda kejadian ini? Jangan lupa share artikel ini agar teman-teman Anda tidak ketinggalan info viral ini.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar