Muda, Hebat, dan Berbahaya! Benjamin Mora Bawa Persebaya Bangkit dengan 9 Trofi Juara

Muda, Hebat, dan Berbahaya! Benjamin Mora Bawa Persebaya Bangkit dengan 9 Trofi Juara

Kabar lapangan tengah menjadi sorotan hari ini. Terkait Muda, Hebat, dan Berbahaya! Benjamin Mora Bawa Persebaya Bangkit dengan 9 Trofi Juara, para suporter tentu sudah menanti kepastian beritanya. Simak informasi terbarunya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Profil Benjamin Mora: Pelatih Muda dengan Rekam Jejak Mengesankan

Benjamin Mora, pelatih asal Meksiko yang kini menjadi sorotan utama di bursa pelatih Persebaya Surabaya, dikenal sebagai sosok muda, berprestasi, dan penuh tantangan. Nama Mora mulai mencuat setelah Persebaya Surabaya gagal mempertahankan Bernardo Tavares sebagai pelatih kepala. Dengan latar belakang yang kaya pengalaman, Mora disebut sebagai kandidat kuat untuk menggantikan Eduardo Perez.

Awal Mula Isu Kedatangan Mora

Isu kedatangan Benjamin Mora pertama kali muncul melalui akun Instagram sepak bola Indonesia @gossindo pada 14 Desember 2025. Unggahan tersebut menyatakan bahwa Mora akan bergabung dengan Persebaya Surabaya. Hal ini langsung memicu perhatian publik, terutama para penggemar Green Force.

Latar Belakang Mora yang Menjanjikan

Mora baru saja meninggalkan Querétaro FC, klub Liga Meksiko yang ia tinggalkan secara terbuka melalui akun media sosialnya pada 18 November 2025. Dalam unggahannya, ia menulis "Gracias Queretaro," menandakan akhir dari hubungan kerja sama yang telah berlangsung beberapa tahun.

Dengan status bebas kontrak, peluang bagi Persebaya Surabaya sangat besar. Manajemen hanya perlu memberikan tawaran kontrak dan proyek jangka menengah yang sesuai dengan ambisi Mora.

Riwayat Karier Mora

Lahir di Mexico City pada 25 Juni 1979, Mora kini berusia 46 tahun. Meskipun usianya matang, ia tetap dianggap sebagai pelatih modern dengan pendekatan progresif. Mora memiliki Lisensi Pro UEFA yang diperoleh pada 19 Februari 2018, menunjukkan kapasitas akademis dan metodologi kepelatihan yang diakui secara internasional.

Dalam hal taktik, Mora dikenal setia pada formasi 4-3-3 menyerang. Pendekatan ini menuntut intensitas tinggi, keberanian menguasai bola, dan transisi cepat dari bertahan ke menyerang.

Pengalaman Karier di Berbagai Negara

Karier kepelatihannya dimulai di Meksiko bersama Atlético Chiapas pada awal 2013. Pengalaman sebagai manajer di usia relatif muda membentuk karakter kepemimpinan Mora sejak dini. Pada 2015, ia sempat menjadi asisten pelatih Cafetaleros selama enam bulan, memberinya sudut pandang berbeda sebelum menerima tantangan sebagai pelatih kepala di luar negeri.

Langkah besar Mora terjadi saat menangani Johor Darul Ta’zim II pada periode 2015–2016. Di sana, ia mulai dikenal sebagai pelatih dengan disiplin tinggi dan visi permainan menyerang. Kepercayaan meningkat ketika Mora dipromosikan menangani tim utama Johor Darul Ta’zim pada 2016/2017.

Puncak kesuksesan Mora terjadi pada periode 2018 hingga 2022 bersama Johor Darul Ta’zim. Selama empat tahun, ia menjelma menjadi simbol dominasi klub tersebut di sepak bola Malaysia. Total sembilan trofi berhasil dipersembahkan Mora untuk Johor Darul Ta’zim, termasuk empat Piala Super Malaysia, empat Liga Super Malaysia, dan satu FA Cup Malaysia.

Kesuksesan di Berbagai Kompetisi

Di Liga Super Malaysia, catatan Mora sangat mencolok dengan 44 kemenangan dari 56 pertandingan. Hanya dua kekalahan yang ia alami, sebuah statistik yang menunjukkan konsistensi luar biasa. Setelah sukses di Asia, Mora kembali ke Amerika Utara untuk tantangan berbeda. Atlas FC ia tangani sejak Oktober 2022 hingga Oktober 2023 dengan dinamika kompetisi yang jauh lebih ketat.

Petualangan berlanjut ke Kanada bersama York United pada 2024. Meski hanya lima bulan, pengalaman di Liga Premier Kanada memperkaya wawasan taktik dan manajemen ruang ganti. Tugas terakhir Mora tercatat bersama Querétaro FC di Liga MX. Ia memimpin 17 laga Apertura musim 25/26 dengan hasil enam kemenangan, dua imbang, dan sembilan kekalahan.

Meski hasil di Meksiko tak sepenuhnya ideal, pengalaman di liga kompetitif menjadi modal penting. Mora juga pernah mencicipi kerasnya AFC Champions League, AFC Cup, hingga kompetisi regional Amerika.

Harapan untuk Persebaya Surabaya

Bagi Persebaya Surabaya, Benjamin Mora menghadirkan kombinasi usia matang, pengalaman lintas benua, dan koleksi sembilan trofi juara. Jika benar berlabuh ke Surabaya, Mora berpotensi menjadi figur berbahaya yang membangkitkan kembali kejayaan Green Force.

Kesimpulan: Dukung terus atlet/tim kebanggaan Anda. Nantikan terus update pertandingan selanjutnya hanya di portal kami.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar