
aiotrade.CO.ID - JAKARTA
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup dengan kenaikan signifikan pada perdagangan perdana di awal tahun 2026. Pergerakan positif ini menunjukkan optimisme investor terhadap kondisi pasar saham yang mulai membaik.
Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG mengalami kenaikan sebesar 1,17% atau naik 101,19 poin, mencapai level 8.748,13 pada penutupan perdagangan, Jumat (2/1/2026). Selama sesi perdagangan hari pertama tahun 2026, indeks bergerak dalam rentang antara 8.664 hingga 8.748.
Total volume perdagangan saham di BEI mencapai 51,14 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 22,26 triliun. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 497 saham menguat, sementara 200 saham melemah dan 131 saham tidak mengalami perubahan. Kenaikan IHSG juga didukung oleh beli bersih asing (net buy) sebesar Rp 1,06 triliun di seluruh saham.
Berikut adalah 10 saham yang menjadi incaran investor asing pada hari Jumat:
- PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dengan nilai beli bersih sebesar Rp 889,34 miliar
- PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) dengan nilai beli bersih sebesar Rp 252,49 miliar
- PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dengan nilai beli bersih sebesar Rp 50,97 miliar
- PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) dengan nilai beli bersih sebesar Rp 49,66 miliar
- PT Astra International Tbk (ASII) dengan nilai beli bersih sebesar Rp 43,86 miliar
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) dengan nilai beli bersih sebesar Rp 43,86 miliar
- PT United Tractors (UNTR) dengan nilai beli bersih sebesar Rp 36,84 miliar
- PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) dengan nilai beli bersih sebesar Rp 23,75 miliar
- PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) dengan nilai beli bersih sebesar Rp 18,17 miliar
- PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) dengan nilai beli bersih sebesar Rp 17,91 miliar
Pergerakan positif IHSG dan tingginya minat investor asing terhadap beberapa saham unggulan menunjukkan bahwa pasar saham Indonesia masih memiliki potensi untuk tumbuh di awal tahun 2026. Hal ini juga didukung oleh sentimen ekonomi makro yang relatif stabil serta kebijakan pemerintah yang terus mendukung sektor industri dan investasi.
Adanya kenaikan signifikan pada IHSG juga memberi semangat bagi para pelaku pasar, baik itu investor domestik maupun asing. Kondisi ini bisa menjadi awal yang baik untuk pertumbuhan pasar saham di tahun 2026, terlebih jika ada perkembangan positif di sektor ekonomi dan bisnis.
BUMI Chart
by TradingView
Komentar
Kirim Komentar