Ngonten di Sela Kerja: Bolehkah?

Ngonten di Sela Kerja: Bolehkah?

Kabar selebriti kembali membuat heboh netizen. Kali ini beredar kabar tentang Ngonten di Sela Kerja: Bolehkah? yang menjadi trending. Cek faktanya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Ketika Waktu Serasa Terlalu Penuh

Sering kali, kita berpikir bahwa semua orang sekarang sedang berlomba menjadi kreator. Mulai dari TikTok, YouTube, Medium, hingga platform lainnya, semuanya ingin memiliki karya. Namun di tengah kesibukan kerja, muncul pertanyaan sederhana: apakah realistis untuk tetap mengisi konten sambil bekerja penuh waktu?

Aku tahu rasanya. Pengin produktif, tapi tenaga terasa habis duluan. Pengin konsisten, tapi waktu terus tergerus. Lalu melihat orang lain yang bisa upload setiap hari, kita mulai bertanya-tanya: apa kita yang terlalu menuruti nafsu berleha-leha atau orang lain yang memang lebih rajin?

Aku sendiri bekerja dari pagi sampai malam. Pagi hingga siang jadi shadow teacher mendampingi anak berkebutuhan khusus di sekolah. Sore sampai malam, lanjut jadi tentor privat. Kadang pulang jam 21.30 malam, kadang lebih cepat kalau beruntung jam 20.30. Setelah makan dan salat, waktu tersisa mungkin satu atau dua jam sebelum tubuh benar-benar minta istirahat.

Nah, di jam-jam sempit itulah aku menulis. Kadang cuma satu paragraf. Kadang cuma nulis ide di catatan HP, yang nanti baru dikembangkan saat weekend. Kalau mood dan energinya pas, bisa jadi satu artikel utuh. Tapi sering juga enggak jadi apa-apa.

Dan itu enggak apa-apa.

Buatku, menulis adalah cara untuk menjaga passion. Setelah seharian fokus mendampingi anak ABK di sekolah atau ngisi les siswa semalaman. Menulis membuatku kembali ke diriku sendiri, menata ulang isi kepala, menurunkan energi yang menumpuk. Kadang dari situ juga muncul refleksi baru tentang pekerjaan, tentang hidup, atau bahkan tentang cara memaknai kesibukan.

Jadi "ngonten" di sini bukan sekadar cari uang atau viral. Tapi cara tetap terhubung dengan diri sendiri di tengah hari-hari yang padat.

Semua Orang Sibuk, Tapi Tidak Semua Berhenti Berkarya

Aku tahu banyak orang yang mengalami hal serupa. Mereka yang kerja kantoran dari pagi sampai sore, yang ngajar, yang kerja shift, atau yang punya tanggung jawab keluarga. Semua sebenarnya punya dorongan untuk "berkarya", tapi waktu seperti terus menipis. Lalu kita mulai membandingkan diri dengan para full-time content creator yang bisa upload tiap hari. Padahal konteksnya jauh berbeda.

Ada kultur "hustle" yang terus berteriak: kalau kamu nggak produktif setiap hari, berarti kamu kurang usaha. Tapi jarang yang ngomongin soal energi mental. Jarang yang ngomong tentang bagaimana otak yang sudah capek seharian kerja itu butuh istirahat, bukan tambahan target baru.

Yang sering luput disadari, ngonten itu bukan soal waktu luang, tapi soal arah niat. Bukan siapa yang paling sering posting, tapi siapa yang tetap mau meluangkan ruang berpikir di tengah padatnya hidup. Kalau kita bisa menyesuaikan gaya ngonten dengan ritme hidup sendiri bukan meniru orang lain yang full-time, maka itu jauh lebih sustainable.

Konsistensi Bukan Berarti Tiap Hari Posting

Banyak orang mengira "kreator" itu selalu harus punya jadwal tetap dan target besar. Padahal, buat pekerja seperti kita, yang realistis itu ya ngonten sesuai ritme hidup.

Kalau cuma bisa seminggu dua atau tiga kali, itu juga bentuk konsistensi. Konsistensi bukan berarti tiap hari posting, tapi tidak berhenti sepenuhnya.

Kadang aku menulis di sela istirahat siang, kadang saat menunggu jam les datang, atau hanya menuliskan ide cepat sebelum tidur. Bukan untuk kejar algoritma, tapi supaya pikiran tetap hidup. Aku juga sering bikin draf di weekend, jadi kalau weekday sibuk banget, tinggal edit sedikit dan publish. Atau kadang cuma nyatet ide mentah di notes HP, dikembangkan nanti kalau sempat.

Ngonten dengan cara ini membuatku belajar banyak hal. Belajar menghargai waktu kecil yang tersisa. Belajar fokus di tengah distraksi. Belajar menerima bahwa tidak semua hal harus besar untuk berarti. Dan yang paling penting: belajar bahwa karya itu bukan soal sempurna, tapi soal jujur.

Menguntungkan" Tidak Selalu Soal Uang

Dan jujur, hasilnya tidak selalu menguntungkan secara materi. Tapi "menguntungkan" di sini punya makna lain:

ngonten membuatku lebih peka, lebih sabar, dan lebih sadar pada proses.

Aku belajar menghargai waktu kecil yang tersisa, belajar fokus, dan menerima bahwa tidak semua hal harus besar untuk berarti.

Kadang justru dari hal-hal kecil itu, kita belajar paling banyak tentang disiplin dan makna kesungguhan.

Jadi, mungkin gak sih ngonten di sela waktu kerja?

Mungkin banget. asal tujuannya bukan untuk menyaingi orang lain, tapi untuk mengenal diri sendiri lewat karya. Kalau ekspektasinya adalah viral, ratusan ribu views, atau jadi sumber penghasilan utama dalam waktu singkat, mungkin akan kecewa. Tapi kalau tujuannya adalah belajar, mengekspresikan diri, atau sekadar meninggalkan jejak pemikiran di dunia digital, maka itu sangat mungkin.

Dan jujur, hasilnya tidak selalu menguntungkan secara materi. Tapi "menguntungkan" di sini punya makna lain: ngonten membuatku lebih peka, lebih sabar, dan lebih sadar pada proses. Aku menulis bukan untuk kejar algoritma, tapi untuk bertumbuh lewat kata. Dan pertumbuhan itu, meski tak terlihat secara angka, terasa nyata dalam keseharian.

Karena kadang, di antara jam-jam sibuk dan rasa lelah itu, kita justru menemukan versi terbaik dari diri kita: yang tetap mau mencoba, meski waktunya terbatas. Yang tidak menyerah pada kesibukan. Yang percaya bahwa karya kecil pun punya tempat di dunia ini.

Jadi, mulai saja. Dari satu paragraf. Dari satu catatan kecil di HP. Dari apapun yang bisa kamu lakukan hari ini. Tidak perlu menunggu waktu sempurna, karena waktu sempurna itu tidak ada. Yang ada hanya waktu yang kita pilih untuk memberi makna. Toh kalau kita benar-benar konsisten dan jam terbang tinggi cuan akan mengikutinya.

Kesimpulan: Nantikan update selanjutnya dari artis favorit Anda. Jangan lupa untuk share berita ini ke sesama fans.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar