OECD: Eropa Irinya Pertumbuhan Ekonomi ASEAN 4,7 Persen

OECD: Eropa Irinya Pertumbuhan Ekonomi ASEAN 4,7 Persen

Dunia bisnis menghadapi dinamika baru hari ini. Kabar mengenai OECD: Eropa Irinya Pertumbuhan Ekonomi ASEAN 4,7 Persen menjadi sinyal penting bagi para pelaku pasar. Berikut rinciannya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Pertumbuhan Ekonomi ASEAN Menarik Perhatian Eropa

Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) menyatakan bahwa negara-negara di Eropa sedikit iri terhadap pertumbuhan ekonomi yang signifikan di kawasan Asia Tenggara, khususnya di kawasan ASEAN, dalam satu dekade terakhir. Frantisek Ruzicka, Wakil Sekretaris Jenderal OECD, menekankan bahwa ASEAN adalah kawasan yang paling dinamis di dunia dengan populasi sekitar 700 juta orang.

Menurutnya, selama beberapa dekade terakhir, ASEAN telah mencapai kemajuan luar biasa dalam pembangunan. Meskipun masyarakatnya sangat beragam, negara-negara ASEAN tetap mampu bekerja sama dengan negara anggota OECD. Ia menjelaskan bahwa konvergensi ini didorong oleh pertumbuhan ekonomi yang kuat dan berkelanjutan, dengan rata-rata sebesar 4,7 persen dalam dua dekade terakhir. Pertumbuhan ini diproyeksikan akan terus berlanjut, sehingga membuat Eropa sedikit iri.

Ruzicka menyebut bahwa rata-rata pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) di Uni Eropa sekitar 1,6 hingga 1,8 persen sejak 1995 hingga 2025. Capaian pertumbuhan ekonomi ASEAN menjadi inspirasi dan menunjukkan adanya persaingan pasar yang baik. Selain itu, pertumbuhan ekonomi tersebut juga diikuti dengan peningkatan kesejahteraan. Investasi efektif di sektor kesehatan dan pendidikan telah meningkatkan layanan publik, yang pada akhirnya meningkatkan peluang ekonomi bagi masyarakat ASEAN.

Peningkatan Kualitas Hidup di ASEAN

Ia mengungkapkan kekagumannya terhadap laporan Human Development Index (HDI) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam Government at a Glance: Southeast Asia 2025. Laporan tersebut menunjukkan bahwa kualitas pendidikan, kesehatan, dan penanganan kemiskinan di delapan negara ASEAN meningkat selama satu dekade terakhir. Selain itu, tingkat kepuasan masyarakat terhadap layanan publik juga meningkat tajam, seperti layanan kesehatan yang mencapai 87 persen dan 99 persen untuk sektor pendidikan pada tahun 2024.

“Ini benar-benar berarti bahwa orang-orang yang tinggal di negara-negara ini merasakan peningkatan kualitas hidup mereka,” ujar Ruzicka.

Peran Government at a Glance Southeast Asia 2025

Dalam forum yang sama, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara, Reformasi dan Birokrasi (Menpan RB), Rini Widyantini menyampaikan bahwa Government at a Glance Southeast Asia 2025 menjadi instrumen penting untuk memahami dampak modernisasi layanan publik. Menurut Rini, seluruh masyarakat ASEAN menuntut layanan yang terpadu, cepat, sederhana, dan transparan.

Kondisi Indonesia yang dihuni oleh 283 juta penduduk dan 70.000 pulau membuat reformasi tidak bisa hanya dilakukan di ibu kota. “Reformasi tersebut harus menjangkau setiap desa terpencil,” tegas Rini.

Tantangan dan Peluang di ASEAN

Pertumbuhan ekonomi yang pesat di ASEAN menunjukkan potensi besar yang dapat dimanfaatkan oleh negara-negara di kawasan ini. Namun, tantangan seperti ketimpangan antar daerah dan keterbatasan infrastruktur tetap menjadi perhatian serius. Oleh karena itu, kolaborasi antar negara dan investasi yang berkelanjutan diperlukan untuk memastikan semua masyarakat mendapat manfaat dari pertumbuhan ekonomi ini.

Selain itu, pengembangan SDM melalui pendidikan dan kesehatan yang lebih baik akan menjadi kunci sukses dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi ASEAN. Dengan komitmen yang kuat dan strategi yang tepat, kawasan ini dapat terus berkembang dan menjadi contoh bagi wilayah lain di dunia.

Kesimpulan: Semoga informasi mengenai OECD: Eropa Irinya Pertumbuhan Ekonomi ASEAN 4,7 Persen ini bermanfaat bagi keputusan bisnis Anda. Salam sukses dan pantau terus perkembangan pasar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar