
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Meningkatnya Minat terhadap Permainan Padel
Minat masyarakat terhadap olahraga padel telah meningkat secara signifikan, sehingga memicu berbagai pusat olahraga dan kebugaran untuk membuka lapangan padel. Salah satunya adalah KYZN, yang mengumumkan pembukaan tiga lapangan padel di cabang Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang Selatan, Banten pada pertengahan tahun 2025. Beberapa bulan kemudian, KYZN menambah lima lapangan padel di cabang Kuningan, Jakarta Selatan.
Menurut Head of Marketing and Sales KYZN, Mayarosa, banyak pemain padel berasal dari kalangan penggemar tenis. "Banyak orang yang suka tenis akhirnya mencoba padel," ujar Maya saat dihubungi, Ahad, 7 Desember 2025. Ia menyatakan bahwa saat ini, padel menjadi olahraga yang paling diminati di KYZN. Lapangan padel selalu penuh, terutama pada jam sibuk antara pukul 18.00 hingga 22.00 WIB.
Meskipun permintaan sewa lapangan tinggi, Maya mengakui bahwa jumlah peserta kelas khusus padel masih sedikit. Menurutnya, pendapatan utama KYZN berasal dari keanggotaan, yang menyumbang sekitar 50 hingga 60 persen dari total pendapatan. Keanggotaan terbanyak di KYZN adalah untuk olahraga tenis. Maya menjelaskan bahwa pemain tenis cenderung tidak ingin beralih ke padel karena dianggap lebih rumit dalam hal teknik permainan.
Tren pergeseran olahraga seperti ini menjadi peluang dan tantangan bagi bisnis olahraga. Maya menilai bahwa KYZN harus segera merespons tren baru dengan membuka layanan yang sesuai. Namun, ada tantangan lain, seperti munculnya kompetitor baru yang bisa mengurangi permintaan pasar.
Strategi KYZN untuk Menjaga Keberlanjutan Bisnis
Untuk memastikan keberlanjutan bisnis lapangan padel, KYZN membuka kelas pelatihan untuk berbagai usia, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Maya menyatakan bahwa kebanyakan kelas padel hanya tersedia untuk orang dewasa. Ia berharap bahwa anggota yang mengikuti kelas pelatihan sejak dini akan tetap setia bermain padel hingga dewasa. Dengan demikian, ia yakin bahwa popularitas padel yang awalnya berasal dari pergeseran dari tenis akan tetap bertahan.
Selain itu, Maya melihat adanya tren pickleball sebagai olahraga raket baru yang mulai diminati di beberapa negara, seperti Vietnam, India, dan Cina. Namun, menurutnya, pickleball belum begitu populer di Indonesia. Oleh karena itu, KYZN belum terburu-buru membuka lapangan pickleball. Maya mengatakan bahwa mereka akan mencoba membangun antusiasme masyarakat terlebih dahulu dengan membuka pelatihan singkat atau event khusus.
Pertumbuhan Padel di Indonesia
Ketua Umum Persatuan Padel Seluruh Indonesia (PPSI), Ari Latenri, menjelaskan bahwa padel awalnya lebih dikenal di Bali dan digemari oleh ekspatriat. Menurut Ari, bisnis padel di Indonesia baru berkembang dalam satu tahun terakhir. Saat ini, permintaan akan lapangan padel meningkat, meskipun jumlah lapangan sudah cukup memenuhi kebutuhan konsumen, khususnya di Jakarta.
Ari mengatakan bahwa hampir semua wilayah di Jakarta memiliki lapangan padel sendiri, serta wilayah satelit seperti Tangerang, Bekasi, dan Bogor. Namun, peningkatan jumlah lapangan juga berdampak pada okupansi. Sebelumnya, tingkat okupansi satu klub bisa mencapai 90 persen atau lebih, namun kini turun. Menurut Ari, alasan utamanya adalah pergeseran prioritas masyarakat yang lebih memilih liburan menjelang Natal dan Tahun Baru.
Strategi Klub untuk Menggaet Pemain
Untuk menarik pemain, klub padel baru gencar memberikan tawaran uji coba gratis. Harapan mereka adalah agar setelah melakukan uji coba, pemain akan terus menyewa lapangan. Namun, Ari mengungkapkan bahwa pola konsumen yang memanfaatkan uji coba gratis di setiap lapangan yang menawarkan promo mengakibatkan penurunan pendapatan bagi pemilik klub. "Mereka masih bakar duit untuk beberapa bulan untuk menciptakan pelanggan yang loyal," kata dia.
Sementara itu, Wakil Ketua Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI), Akash Nathani, memperkirakan saat ini terdapat sekitar 200 klub padel di Jakarta dengan jumlah lapangan sekitar dua hingga tiga bahkan delapan. Menurutnya, jumlah klub padel di Jakarta masih kompetitif. Ia memprediksi jumlah klub padel yang dibuka pada tahun depan akan meningkat dua kali lipat.
Komentar
Kirim Komentar