
aiotrade, JAKARTA — Pemerintah memiliki keyakinan bahwa kinerja pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV/2025 akan mengalami akselerasi yang signifikan. Hal ini didorong oleh terus berlanjutnya stimulus fiskal dan penguatan konsumsi domestik.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Optimisme ini muncul di tengah upaya pemerintah untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2% dalam setahun penuh. Untuk mencapai target tersebut, pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV/2025 harus mencapai minimal 5,77%.
Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto menyampaikan bahwa meskipun data resmi kuartal terakhir belum sepenuhnya dirilis, sejumlah indikator dini menunjukkan momentum ekonomi yang tetap terjaga, bahkan berpotensi meningkat dibandingkan kuartal sebelumnya.
"Pemerintah memandang prospek pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV/2025 tetap kuat dan berpotensi mengalami akselerasi, sejalan dengan berlanjutnya berbagai stimulus fiskal dan program penguatan ekonomi domestik," ujarnya.
Haryo menjelaskan bahwa ketahanan konsumsi rumah tangga menjadi salah satu sinyal positif utama. Hal ini terlihat dari kenaikan Mandiri Spending Index yang mencapai level 318,1 pada November 2025. Selain itu, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) juga berada pada zona optimis di level 124 pada periode yang sama.
Untuk menjaga momentum konsumsi tersebut, pemerintah telah memberikan berbagai insentif guna menopang daya beli masyarakat. Salah satu instrumen utamanya adalah penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan Rakyat (BLTS Kesra).
Selain itu, momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) dimanfaatkan pemerintah untuk memacu mobilitas masyarakat melalui pemberian diskon tarif pada berbagai moda transportasi, seperti kereta api, angkutan laut, penyeberangan, hingga transportasi udara.
"Dukungan kebijakan ini diharapkan dapat menjaga konsumsi rumah tangga tetap ekspansif dan menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV," ujar Haryo.
Di sisi lain, pemerintah juga menyoroti perbaikan pada struktur ketenagakerjaan sebagai faktor pendorong pertumbuhan. Perluasan program magang dan peningkatan penyerapan lulusan baru (fresh graduate) diklaim memberikan dampak ganda.
Menurut Haryo, program tersebut tidak hanya efektif menekan tingkat pengangguran terbuka di usia produktif, tetapi juga meningkatkan pendapatan masyarakat yang pada akhirnya memperkuat basis konsumsi.
Sementara itu, dari sisi belanja negara, akselerasi realisasi belanja pemerintah dikebut menjelang tutup tahun, termasuk untuk penyelesaian Proyek Strategis Nasional (PSN), infrastruktur dasar, dan program prioritas lainnya.
Haryo menambahkan bahwa stabilitas makroekonomi dan inflasi yang terjaga turut memberikan kepastian bagi sektor swasta, sehingga mendukung keberlanjutan agenda penghiliran atau hilirisasi dan perbaikan iklim usaha yang berdampak pada kinerja investasi.
"Dengan kombinasi stimulus fiskal yang tepat sasaran, penguatan pasar tenaga kerja, serta dukungan dari konsumsi dan investasi, pemerintah optimistis momentum pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV/2025 tetap solid," tutupnya.
Komentar
Kirim Komentar