
Perayaan Ngarot di Desa Lelea, Indramayu
Perayaan adat Ngarot yang digelar di Desa Lelea, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu kembali menarik perhatian publik. Tidak hanya prosesi adat yang sarat makna budaya, tetapi juga rangkaian kegiatan tahun ini diramaikan dengan hadirnya pasar malam dan penjual kue tradisional atau kue jadul yang menciptakan suasana semarak sekaligus bernuansa nostalgia.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Sejak sore hingga malam hari, kawasan sekitar Balai Adat Desa Lelea dipadati warga dari berbagai daerah. Mereka datang tidak hanya untuk menyaksikan rangkaian adat Ngarot, tetapi juga menikmati beragam hiburan rakyat yang tersedia di pasar malam.
Lampu warna-warni dan alunan musik khas hiburan rakyat semakin menambah kemeriahan suasana. Pasar malam tersebut menghadirkan berbagai wahana permainan, mulai dari komidi putar, rumah balon, permainan ketangkasan, hingga wahana hiburan modern yang digemari anak-anak dan remaja.
Selain itu, deretan pedagang makanan dan minuman turut meramaikan lokasi, menjajakan kuliner tradisional hingga makanan kekinian. Di tengah ramainya pasar malam, keberadaan penjual kue jadul menjadi daya tarik tersendiri. Aneka jajanan tradisional seperti apem, cucur, wajik, geplak, awug, hingga rengginang masih setia hadir dan menjadi buruan pengunjung.
Kehadiran kue-kue tempo dulu ini menghadirkan nuansa khas yang selalu melekat dalam setiap perayaan Ngarot.
Salah seorang pedagang kue tradisional mengaku bersyukur masih bisa berjualan setiap perayaan Ngarot. Menurutnya, tradisi ini selalu menjadi momen yang dinantikan karena mampu menggerakkan roda ekonomi kecil.
“Setiap Ngarot pasti ramai. Dari dulu jualan kue jadul seperti ini, alhamdulillah masih banyak yang beli,” ujarnya.
Kuwu Desa Lelea, Raidi, menyampaikan bahwa perayaan adat Ngarot memang sengaja dikemas agar mampu merangkul berbagai lapisan masyarakat. Ia menegaskan bahwa keberadaan pasar malam dan pedagang tradisional tidak menghilangkan nilai sakral adat, justru memperkuat kebersamaan dan dampak ekonomi bagi warga.
“Ngarot ini bukan hanya ritual budaya, tapi juga ruang kebersamaan dan penggerak ekonomi. Selama tertib dan tidak mengganggu prosesi adat, pasar malam dan pedagang kue jadul justru memberi manfaat besar,” kata Raidi.
Camat Lelea Atang Suwandi menilai, perpaduan antara tradisi adat dan hiburan rakyat menjadi kekuatan tersendiri bagi Desa Lelea. Menurutnya, budaya harus tetap hidup dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri.
“Tradisi Ngarot tetap dijaga nilai-nilainya, namun dikemas secara menarik. Ini contoh bagaimana budaya bisa berjalan seiring dengan hiburan dan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, dari sisi pengamanan, unsur Forkopimcam Kecamatan Lelea turut hadir untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan tertib. Danramil 1612/Lelea Kapten Arm Suhermanto bersama jajaran TNI-Polri melakukan pengawasan di sekitar lokasi kegiatan.
“Kami memastikan seluruh rangkaian acara, termasuk pasar malam, berjalan kondusif. Alhamdulillah situasi aman dan masyarakat menikmati kegiatan dengan tertib,” ungkap Kapten Suhermanto.
Hal senada disampaikan Kapolsek Lelea AKP Heriyanto yang menegaskan pentingnya sinergi antara aparat keamanan, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.
Adat Ngarot sendiri merupakan tradisi tahunan masyarakat Desa Lelea yang melambangkan kesiapan generasi muda dalam menyongsong musim tanam sekaligus menjaga nilai-nilai adat istiadat. Tradisi ini telah menjadi ikon budaya Kabupaten Indramayu dan rutin menarik perhatian wisatawan lokal.
Hingga malam hari, pasar malam dan area Balai Adat Desa Lelea masih dipadati pengunjung. Kehadiran pasar malam, kue jadul, dan rangkaian adat Ngarot menegaskan bahwa tradisi lokal tetap dapat bertahan dan berkembang di tengah modernisasi.
Masyarakat berharap perayaan adat Ngarot ke depan dapat terus dilestarikan dengan pengelolaan yang lebih baik, sehingga tidak hanya menjadi agenda budaya tahunan, tetapi juga mampu memberikan dampak sosial dan ekonomi yang berkelanjutan bagi warga Desa Lelea dan sekitarnya.
Komentar
Kirim Komentar