Pasokan listrik terbatas mengancam perawatan pasien gagal ginjal di Sumatera

Pasokan listrik terbatas mengancam perawatan pasien gagal ginjal di Sumatera

Dunia medis kali ini membahas topik yang penting bagi kita. Terkait Pasokan listrik terbatas mengancam perawatan pasien gagal ginjal di Sumatera, banyak hal penting yang perlu Anda ketahui. Simak penjelasannya.

Keterbatasan Listrik Menghambat Layanan Hemodialisis di Sumatera

Operasi layanan kesehatan pascabencana di Sumatera masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam hal pasokan listrik yang terbatas. Hal ini menyebabkan beberapa layanan medis kritis seperti hemodialisis harus tertunda, sehingga memengaruhi ribuan pasien yang membutuhkan perawatan tersebut.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Hemodialisis merupakan prosedur medis penting yang digunakan untuk membersihkan darah dari zat-zat sisa dan kelebihan cairan ketika ginjal tidak mampu melakukan fungsinya secara normal. Prosedur ini biasanya dilakukan pada pasien dengan gagal ginjal akut atau kronis. Dalam istilah umum, prosedur ini dikenal sebagai "cuci darah".

Bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir November lalu menimbulkan kerusakan besar. Ribuan rumah hancur, fasilitas publik rusak, dan sekitar 1.000 orang meninggal dunia. Meski hampir dua minggu telah berlalu, sejumlah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di wilayah Aceh dan Sumatera Utara mulai kembali beroperasi, meskipun dengan kondisi yang masih terbatas.

RSUD Muda Sedia di Aceh Tamiang

RSUD Muda Sedia di Aceh Tamiang telah membuka layanan IGD, rawat inap, rawat jalan, serta kamar operasi. Namun, layanan ICU dan hemodialisis masih belum bisa dijalankan karena kendala teknis, termasuk instalasi air dan pengecekan alat kesehatan. Meskipun pasokan listrik terlihat aman, beberapa alat laboratorium mengalami kerusakan akibat bencana.

RSUD Langsa

Di Kota Langsa, RSUD Langsa telah mengaktifkan layanan IGD, rawat inap, serta beberapa layanan penunjang seperti ICU, NICU, dan ruang bedah. Namun, layanan hemodialisis dan radiologi masih terhenti akibat pemadaman listrik PLN selama enam hari, sehingga mesin yang tersedia belum dapat digunakan.

RSUD Zubir Mahmud, Aceh Timur

Kondisi serupa juga terjadi di RSUD Zubir Mahmud, Aceh Timur. Layanan dasar seperti IGD, laboratorium klinik, dan rawat inap telah berjalan, tetapi layanan hemodialisis dan radiologi masih terhenti akibat pemadaman listrik PLN selama empat hari. Rumah sakit ini membutuhkan pasokan genset dan BBM agar seluruh layanan dapat kembali normal.

RSUD Sultan Abdul Azis Syah (SAAS) Peureulak

RSUD Sultan Abdul Azis Syah (SAAS) Peureulak, Aceh Timur, juga mulai mengoperasikan layanan IGD dan sejumlah poliklinik. Selain ketidakstabilan listrik, ketersediaan air bersih masih terbatas dan sebagian alat radiologi dilaporkan rusak juga menjadi kendala di sejumlah RSUD. Beberapa rumah sakit terpaksa membeli air bersih untuk menjaga operasional layanan dasar.

RSUD Tanjung Pura, Kabupaten Langkat

Di Sumatera Utara, RSUD Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, tetap melayani pasien meski dengan fasilitas terbatas.

Pemulihan Layanan Kesehatan Secara Bertahap

Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa seluruh rumah sakit yang sempat terdampak bencana di wilayah Sumatera kini telah kembali beroperasi secara bertahap. Pemerintah memastikan layanan kesehatan tetap berjalan untuk menjamin keselamatan dan kesehatan masyarakat terdampak.

Pada tanggal 26 November lalu, terdapat 41 rumah sakit yang tidak dapat beroperasi akibat bencana. "Alhamdulillah, hari ini 100 persen rumah sakit tersebut sudah mulai beroperasi kembali, meskipun secara bertahap, dimulai dari layanan IGD dan ruang operasi," ujar dia dalam rapat kabinet paripurna, Senin (15/12).

Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan Agus Jamaludin menambahkan, pemulihan layanan kesehatan pascabencana difokuskan pada memastikan layanan dasar tetap berjalan sembari mempercepat pemulihan sarana pendukung. "Sebagian besar rumah sakit sudah mulai melayani pasien, namun memang masih ada kendala listrik dan air bersih. Ini yang sedang kami dorong percepatannya agar layanan kritis seperti hemodialisis dan radiologi bisa segera beroperasi," ujar Agus.

Ia menambahkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk penyediaan genset, BBM, serta perbaikan jaringan listrik. "Keselamatan pasien menjadi prioritas utama. Kami pastikan dukungan logistik kesehatan dan teknis terus dilakukan sampai layanan rumah sakit kembali normal sepenuhnya," kata Agus.

Kesimpulan: Semoga informasi ini bermanfaat bagi kesehatan Anda dan keluarga. Utamakan kesehatan dengan pola hidup yang baik.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar