Pelatih Korea Selatan akan Bantu Persebaya Hadapi Borneo FC, Siapa Dia?

Pelatih Korea Selatan akan Bantu Persebaya Hadapi Borneo FC, Siapa Dia?

Dunia olahraga tengah menjadi sorotan hari ini. Terkait Pelatih Korea Selatan akan Bantu Persebaya Hadapi Borneo FC, Siapa Dia?, para suporter tentu sudah menanti kepastian beritanya. Simak informasi terbarunya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Persebaya Surabaya Akan Dibimbing oleh Shin Sang-gyu

Sosok pelatih asal Korea Selatan yang akan memimpin skuad Persebaya Surabaya saat menghadapi Borneo FC akhirnya terungkap. Sosok tersebut adalah Shin Sang-gyu, pelatih fisik Green Force yang akan memimpin tim dari pinggir lapangan pada laga lanjutan Super League 2025/2026.

Penunjukan Shin Sang-gyu bukan tanpa alasan dan bukan pula keputusan jangka panjang dari manajemen. Situasi ini terjadi karena pelatih caretaker Persebaya Surabaya, Uston Nawawi, harus absen akibat akumulasi kartu kuning.

Persebaya Surabaya sendiri hingga saat ini masih belum memiliki pelatih kepala definitif setelah resmi mengakhiri kerja sama dengan Eduardo Pérez. Sejak kepergian pelatih asal Spanyol itu, Uston Nawawi dipercaya menangani tim sebagai pelatih caretaker.

Uston Nawawi sebelumnya menjabat sebagai asisten pelatih Eduardo Pérez dan telah mendampingi skuad Green Force selama kurang lebih 30 hari. Selama periode tersebut, ia menegaskan belum ada pembicaraan apa pun terkait penunjukan pelatih kepala baru.

“Untuk pelatih baru, saya belum berkomunikasi dengan manajemen terkait hal tersebut,” ujar Uston. Ia menambahkan, “Saya belum mengetahui soal itu.”

Meski hanya berstatus sebagai pelatih sementara, Uston menegaskan fokus utamanya tetap pada kesiapan tim. “Saya fokus saja pada persiapan tim menghadapi pertandingan selanjutnya,” ucap mantan pemain Persebaya Surabaya tersebut.

Di bawah arahan Uston Nawawi, performa Persebaya Surabaya terbilang stabil meski belum maksimal. Green Force belum meraih kemenangan, namun juga belum menelan kekalahan selama masa kepemimpinannya. Hingga pekan ke-13 Super League, Persebaya Surabaya menempati peringkat kesembilan klasemen sementara. Tim kebanggaan Bonek itu mengoleksi 18 poin dari total 13 pertandingan.

Situasi berubah jelang laga menghadapi Borneo FC ketika Uston Nawawi dipastikan tidak bisa mendampingi tim di pinggir lapangan. Ia terkena sanksi akumulasi kartu kuning yang didapat pada dua pertandingan berbeda. Dua kartu kuning tersebut diterima Uston saat Persebaya Surabaya menghadapi Persija Jakarta pada menit ke-39 dan Bhayangkara FC pada menit ke-89. Akumulasi itu membuatnya harus menjalani hukuman larangan mendampingi satu laga.

Aturan tersebut tertuang jelas dalam regulasi I.League terkait disiplin ofisial tim. Dalam Pasal 55 disebutkan, “Ofisial yang memperoleh akumulasi 2 kartu kuning dalam 2 pertandingan yang berbeda tidak diperkenankan mendampingi 1 pertandingan berikutnya.” Dengan kondisi tersebut, Persebaya Surabaya harus menunjuk staf pelatih lain untuk mengisi peran caretaker sementara.

Pilihan akhirnya jatuh kepada Shin Sang-gyu, pelatih fisik asal Korea Selatan yang selama ini bekerja di balik layar. Nama Shin Sang-gyu sejatinya bukan sosok asing di sepak bola Indonesia. Ia pernah menjadi bagian penting dari Timnas Indonesia di era kepelatihan Shin Tae-yong.

Shin Sang-gyu lahir di Korea Selatan pada 1 April 1984. Saat ini, ia tercatat sebagai pelatih fisik atau assistant manager Persebaya Surabaya sejak musim 2025/2026. Berbeda dengan banyak pelatih lain, Shin tidak memiliki latar belakang sebagai pemain sepak bola profesional. Namun, keahliannya di bidang kebugaran dan kesehatan pemain tidak perlu diragukan.

Shin merupakan lulusan Seoul National University dan Loughborough University di Inggris. Ia juga mengantongi lisensi Sports Psychology Counselor’s serta menyelesaikan kursus Physical Performance dari FA dan Fitness Coaching Professional dari FIFA.

Karier kepelatihan Shin Sang-gyu banyak dihabiskan sebagai pelatih fisik di level internasional. Pada 2013, ia bergabung dengan Timnas Korea Selatan U-23. Bersama tim tersebut, Shin ikut ambil bagian dalam Asian Games 2014 dan Olimpiade Rio 2016. Pengalaman tersebut memperkuat reputasinya sebagai pelatih fisik berpengalaman di level elite.

Pada 2016, Shin melanjutkan kariernya sebagai pelatih fisik Timnas Putri Korea Selatan U-20. Saat itu, tim tersebut tampil di ajang Piala Dunia U-20 2016. Masih di tahun yang sama, Shin bergabung dengan klub raksasa Korea Selatan, FC Seoul. Ia bertugas sebagai pelatih fisik klub tersebut hingga 2018.

Kariernya kemudian berlanjut ke China dengan menangani Timnas China U-23 pada 2019. Meski hanya bertahan satu tahun, pengalaman internasionalnya terus bertambah. Shin juga sempat melatih kebugaran pemain di Inner Mongolia Zhongyou dan CD Rongcheng pada periode 2020 hingga 2021. Perjalanan tersebut menambah jam terbangnya di level klub profesional.

Pada 2021, Shin Sang-gyu resmi bergabung dengan Timnas Indonesia. Ia datang menggantikan Lee Jae Hong bersama Kim Bong Soo dan Dzenan Radoncic atas permintaan langsung Shin Tae-yong. Selain berperan sebagai pelatih fisik, Shin juga kerap membantu komunikasi tim sebagai penerjemah bahasa Inggris. Dalam beberapa laga terakhir Timnas Indonesia, ia terlihat mendampingi Shin Tae-yong dari sisi lapangan.

Kini, tantangan baru menanti Shin Sang-gyu bersama Persebaya Surabaya. Untuk kali pertama, ia akan memimpin Green Force dari pinggir lapangan saat menghadapi Borneo FC. Menarik menantikan bagaimana sentuhan pelatih asal Korea Selatan ini memengaruhi permainan Persebaya Surabaya. Laga ini sekaligus menjadi momen pembuktian Shin Sang-gyu di bawah sorotan publik Super League.

Kesimpulan: Jangan lewatkan aksi atlet/tim kebanggaan Anda. Nantikan terus update pertandingan selanjutnya hanya di portal kami.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar