Pemeriksaan fakta: Bulog akan jual beras SPHP premium

Pemeriksaan fakta: Bulog akan jual beras SPHP premium

Media sosial sedang ramai membicarakan topik ini. Banyak netizen yang penasaran kebenaran di balik Pemeriksaan fakta: Bulog akan jual beras SPHP premium. Berikut fakta yang berhasil kami rangkum.

Perum Bulog Akan Hadirkan Beras SPHP Kualitas Premium

Perum Bulog, yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), memiliki peran penting dalam menjalankan tugas pemerintah terkait distribusi beras dan stabilisasi pasokan serta harga pangan (SPHP). Beras SPHP sendiri adalah beras medium yang diolah oleh Bulog dari cadangan beras pemerintah (CBP) yang tersimpan di gudangnya. Namun, kini muncul wacana mengenai kehadiran beras SPHP dengan kualitas premium.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Beras SPHP Bakal Tersedia Dalam Dua Jenis Kualitas

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan bahwa selain beras SPHP medium, nantinya akan ada juga beras SPHP kualitas premium. Hal ini disampaikan saat ia berbicara di kantor pusat Perum Bulog, Jakarta, pada Senin (29/12/2025).

Menunggu Restu Kenaikan Margin Fee 10 Persen

Peluncuran beras SPHP premium masih menunggu dua hal utama yang menjadi fokus Bulog saat ini. Pertama, Bulog sedang berupaya mendapatkan restu kenaikan margin sebesar 10 persen dari penyaluran cadangan beras pemerintah (CBP).

Selama ini, Bulog hanya mendapatkan margin sebesar Rp50 per kilogram (kg) beras yang sudah disalurkan. Angka tersebut telah berlaku sejak 2014, atau selama 11 tahun tanpa adanya kenaikan. Menurut Rizal, angka tersebut sudah tidak ideal mengingat penugasan yang harus dijalankan Bulog semakin besar.

Rizal membandingkan perlakuan yang diberikan kepada Bulog dengan PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero). Ia menyatakan bahwa Pertamina dan PLN mendapatkan margin sebesar 10 persen dari penugasan yang dilaksanakan.

“Awalnya disetujui 7 persen, awalnya 7 persen naik marginnya. Namun kami ngajukan alangkah baiknya, kita disetarakan dengan BUMN yang lain, 10 persen, baik Pertamina maupun PLN,” ujar Rizal.

Jika kenaikan margin tersebut disetujui, maka Bulog dapat melaksanakan tugas pengadaan CBP dengan target yang dinaikkan menjadi 4 juta ton pada 2026.

Menunggu Penerapan Satu Harga Eceran Tertinggi (HET) Beras

Perihal kedua yang menjadi fokus Bulog adalah penerapan satu HET (harga eceran tertinggi) di seluruh Indonesia. Usulan ini hanya diajukan untuk beras yang dijual oleh Bulog, sehingga masyarakat di seluruh Indonesia bisa membeli beras Bulog dengan harga yang sama.

Saat ini, HET untuk beras medium di Zona 1 (Jawa, Lampung, Sumatra Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi) adalah Rp13.500 per kg, Zona 2 (Sumatra selain Lampung dan Sumsel, Nusa Tenggara Timur, dan Kalimantan) Rp14.000 per kg, dan Zona 3 (Maluku dan Papua) Rp15.500 per kg.

Sementara itu, HET beras premium adalah sebesar Rp14.900 per kg untuk Zona 1, Rp15.400 per kg untuk Zona 2, dan Rp15.800 per kg untuk Zona 3.

Dengan margin yang naik, Bulog akan mampu menutupi biaya distribusi beras untuk Indonesia bagian timur setelah satu HET berlaku. Bahkan, biaya pengiriman ke Indonesia Timur juga akan bisa ditutupi.

Selain itu, dengan posisi keuangan perusahaan yang akan membaik akibat kenaikan margin fee, harapan besar terbuka bagi Bulog untuk terus melanjutkan pembangunan infrastruktur pascapanen.

“Selama ini kan Bulog kan kalau sedikit-sedikit mau bangun harus ada bantuan, harus minta dan sebagainya. Nanti enggak usah minta. Sudah dari fee itu sudah ada. Bisa untuk mengembangkan bikin gudang kah, merehab gudang kah, bikin RMU kah,” kata Rizal.

Melihat pernyataan-pernyataan di atas, kabar tentang Bulog yang akan menjual beras SPHP premium adalah fakta. Namun, realisasinya masih menunggu dua perihal yang masih menjadi fokus Bulog saat ini.

Kesimpulan: Bagaimana menurut Anda kejadian ini? Jangan lupa share artikel ini agar teman-teman Anda tidak ketinggalan info viral ini.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar