Pemerintah Kurangi Rujukan BPJS, Hermina (HEAL) Siapkan Faskes dan SDM

Pemerintah Kurangi Rujukan BPJS, Hermina (HEAL) Siapkan Faskes dan SDM

Dunia medis kali ini membahas topik yang penting bagi kita. Terkait Pemerintah Kurangi Rujukan BPJS, Hermina (HEAL) Siapkan Faskes dan SDM, banyak fakta menarik yang perlu Anda ketahui. Simak penjelasannya.

aiotrade.CO.ID – JAKARTA
Pemerintah sedang merancang perubahan signifikan terhadap sistem rujukan berjenjang BPJS Kesehatan. Tujuan dari rencana ini adalah untuk meningkatkan efisiensi dalam pelayanan kesehatan. Respons positif datang dari pelaku industri rumah sakit swasta, termasuk PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL).

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Perusahaan tersebut menyatakan siap mendukung kebijakan yang bertujuan mempercepat layanan kesehatan. Komisaris Utama Medikaloka Hermina, Hasmoro, menjelaskan bahwa perseroan akan memastikan seluruh fasilitas dan sumber daya manusianya (SDM) siap untuk memenuhi standar kompetensi baru yang akan diterapkan.

Sebelumnya, pemerintah berencana mengubah alur rujukan agar lebih efisien. Contohnya, pasien dalam kondisi gawat darurat seperti transplantasi ginjal dapat langsung dirujuk dari Faskes Tingkat I ke RS Tipe A atau B, tanpa harus melalui RS Tipe C atau D terlebih dahulu.

Hasmoro menegaskan bahwa Hermina akan mempersiapkan seluruh jaringannya untuk dapat memenuhi berbagai level kompetensi layanan. "Hermina memiliki 51 rumah sakit. Setiap RS dipersiapkan untuk melengkapi fasilitas dan SDM-nya untuk bisa menjadi fasilitas pelayanan dengan kompetensi Dasar, Madya, Utama, bahkan bila mungkin Paripurna," ujarnya kepada aiotrade.co.id, Minggu (16/11/2025).

Fokus utama perseroan saat ini adalah memastikan kelengkapan fasilitas dan kesiapan SDM di 51 jaringannya tersebut. Ini menjadi langkah strategis HEAL untuk beradaptasi dengan kebijakan baru yang menuntut layanan berbasis kompetensi.

Meski berkomitmen penuh mendukung program JKN, Hasmoro juga menyebut bahwa Hermina tetap menjaga fokus bisnis lainnya. "Tetapi Hermina juga fokus meningkatkan pelayanan pasien umum atau non-BPJS," pungkasnya.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebelumnya mendorong perubahan besar dalam sistem rujukan peserta BPJS Kesehatan. Ia ingin agar sistem rujukan tidak lagi dilakukan secara berjenjang, melainkan berbasis kompetensi rumah sakit.

Dalam rapat bersama Komisi IX DPR, Kamis (13/11/2025), Budi menilai sistem berjenjang yang berlaku saat ini membuat proses penanganan pasien lambat dan tidak efisien. Menurutnya, pasien seharusnya dapat langsung dirujuk ke fasilitas kesehatan yang mampu menangani penyakitnya, tanpa harus berpindah dari satu rumah sakit ke rumah sakit lain.

“Dari BPJS biayanya lebih murah, masyarakat juga lebih senang. Tidak perlu dirujuk tiga kali, bisa keburu meninggal kalau bertele-tele. Lebih baik langsung ke tempat yang bisa melayani sesuai anamnesis awal,” ujar Budi.

Ia mencontohkan, pasien dengan penyakit jantung yang membutuhkan bedah jantung terbuka tidak seharusnya melewati rumah sakit tipe C dan B sebelum ke rumah sakit tipe A yang memang memiliki kemampuan tersebut. “Tipe C dan B tidak mungkin bisa menangani kasus itu. Jadi sebaiknya langsung ke tipe A,” tegasnya.

Menurut Budi, sistem rujukan berbasis kompetensi akan menghemat anggaran BPJS Kesehatan karena pembayaran hanya dilakukan kepada satu rumah sakit yang benar-benar menangani pasien hingga tuntas.

“Dengan sistem sekarang, BPJS harus bayar beberapa kali ke rumah sakit berbeda. Kalau sistem baru diterapkan, cukup sekali saja, langsung ke rumah sakit yang tepat,” kata Budi.

Perubahan Sistem Rujukan: Tujuan dan Manfaat

Berikut adalah beberapa manfaat dari perubahan sistem rujukan berbasis kompetensi:

  • Mempercepat proses penanganan pasien
  • Mengurangi risiko keterlambatan pengobatan
  • Menghemat anggaran BPJS Kesehatan
  • Meningkatkan kualitas layanan kesehatan
  • Memberikan pengalaman lebih baik bagi masyarakat

Tantangan yang Dihadapi

Meskipun ada banyak manfaat, perubahan ini juga membawa tantangan, antara lain:

  • Persiapan fasilitas dan SDM yang memadai
  • Pemahaman dan adaptasi dari berbagai pihak terkait
  • Koordinasi antar rumah sakit untuk memastikan keselarasan standar layanan
  • Penyesuaian sistem administrasi dan pembayaran

Langkah Strategis oleh Rumah Sakit Swasta

Rumah sakit swasta seperti Hermina telah menyiapkan langkah-langkah strategis untuk menghadapi perubahan ini. Beberapa hal yang dilakukan antara lain:

  • Melengkapi fasilitas sesuai dengan standar kompetensi yang ditetapkan
  • Meningkatkan kualitas SDM dengan pelatihan dan pengembangan karier
  • Meningkatkan koordinasi dengan rumah sakit lain untuk memastikan keberlanjutan layanan
  • Menjaga keseimbangan antara layanan BPJS dan layanan umum

Kesimpulan

Perubahan sistem rujukan berbasis kompetensi merupakan langkah penting dalam meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan kesehatan. Meski ada tantangan, langkah proaktif dari pihak rumah sakit dan pemerintah dapat memastikan keberhasilan implementasi. Dengan demikian, masyarakat akan mendapatkan layanan kesehatan yang lebih cepat, efisien, dan berkualitas.

HEAL Chart
by TradingView

Kesimpulan: Semoga informasi ini berguna bagi kesehatan Anda dan keluarga. Jaga selalu kesehatan dengan pola hidup yang baik.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar