Pemulihan listrik Aceh di tiga kabupaten masih rendah

Pemulihan listrik Aceh di tiga kabupaten masih rendah

Media sosial sedang ramai membicarakan topik ini. Banyak netizen yang penasaran kebenaran di balik Pemulihan listrik Aceh di tiga kabupaten masih rendah. Berikut fakta yang berhasil kami rangkum.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Pemulihan Listrik di Aceh Masih Memakan Waktu

Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero, Darmawan Prasodjo, menyampaikan bahwa proses pemulihan pasokan listrik di tiga kabupaten di Aceh masih berjalan lambat. Tiga daerah yang terdampak adalah Kabupaten Aceh Tengah, Kabupaten Bener Meriah, dan Kabupaten Gayo Lues. Ia menjelaskan bahwa evakuasi material untuk perbaikan jaringan listrik masih menggunakan udara, khususnya untuk dua kabupaten tersebut.

Darmawan mengungkapkan bahwa dampak banjir di Sumatera, khususnya di Aceh, lebih besar dibandingkan bencana tsunami yang terjadi pada 2004. Saat itu, hanya delapan titik sistem kelistrikan yang rusak, sedangkan kali ini jumlah titik kerusakan mencapai 442 titik.

Di Kabupaten Aceh Tengah, sebanyak 70,8 persen desa telah kembali mendapat aliran listrik, sementara sisanya masih dalam kondisi padam. Sementara itu, di Kabupaten Bener Meriah, 80,41 persen desa sudah menyala, tetapi sebagian lainnya masih belum. Di Kabupaten Gayo Lues, 70 persen desa telah pulih, sementara sisanya masih dalam proses perbaikan.

Proses Evakuasi Material yang Masih Berlangsung

Darmawan menjelaskan bahwa di Kabupaten Gayo Lues, jalur dari Langsa menuju Kutacane dan Blangkenjeren mulai terbuka. Hal ini memungkinkan pengiriman 210 tiang listrik oleh PLN. Namun, untuk Aceh Tengah dan Bener Meriah, evakuasi 510 tiang listrik masih dilakukan melalui pesawat Hercules.

Selain masalah kelistrikan, Darmawan juga menyebutkan bahwa ada daerah yang pemulihannya cepat, namun banyak rumah pelanggan PLN yang mengalami kerusakan. Salah satu contohnya adalah Kabupaten Aceh Utara, di mana lebih dari 80 ribu rumah terdampak. Dari jumlah tersebut, sekitar 13 ribu unit rumah mengalami kerusakan berat, 20 ribu unit mengalami kerusakan sedang, dan sisanya mengalami kerusakan ringan.

Meski perbaikan kelistrikan di Aceh Utara berjalan cepat, jumlah rumah yang rusak tetap tinggi. Di Kabupaten Aceh Tamiang, jalur evakuasi material sudah lancar, sehingga dari total 209 desa, hanya tujuh desa yang masih padam. Namun, jumlah rumah pelanggan PLN yang terdampak mencapai lebih dari 38 ribu unit.

Daerah Lain dengan Tingkat Kerusakan yang Berbeda

Darmawan menegaskan bahwa masih ada daerah lain di Aceh yang pemulihan listriknya cepat, namun jumlah rumah pelanggan PLN yang terdampak juga tinggi. Hal ini disebabkan oleh tingkat keparahan bencana yang terjadi sejak akhir November lalu.

Di Kabupaten Bireun, sebanyak 607 dari 609 desa telah kembali mendapat aliran listrik. Meskipun hanya dua desa yang masih padam, jumlah rumah yang terdampak mencapai lebih dari 31 ribu unit. Di Kabupaten Aceh Timur, 491 dari 513 desa telah menyala, sementara jumlah rumah pelanggan PLN yang terdampak mencapai lebih dari 11 ribu unit.

Di Kabupaten Aceh Barat, sebanyak 322 desa telah pulih, hanya satu desa yang masih belum menyala. Darmawan menambahkan bahwa dampak kerusakan rumah di daerah ini lebih kecil dibandingkan daerah lain. Sementara itu, di Kabupaten Pidie Jaya, seluruh 222 desa telah kembali mendapat aliran listrik. Namun, lebih dari 10 ribu rumah mengalami kerusakan, beberapa di antaranya masih tertimbun lumpur.

Kesimpulan: Bagaimana menurut Anda kejadian ini? Jangan lupa share artikel ini agar teman-teman Anda tidak ketinggalan info viral ini.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar