
Pengertian dan Pentingnya Ibadah Umrah dalam Islam
Ibadah umrah merupakan salah satu bentuk penghambaan diri kepada Allah SWT yang memiliki kedudukan penting dalam ajaran Islam. Meskipun pelaksanaannya tidak sekompleks ibadah haji, umrah tetap memiliki nilai spiritual yang sangat tinggi bagi setiap Muslim yang menunaikannya. Karena kemiripannya dengan ibadah haji, banyak kalangan menyebut umrah sebagai haji kecil. Meskipun demikian, secara teknis dan waktu pelaksanaan, umrah tergolong lebih sederhana dibandingkan haji yang memiliki rangkaian ibadah lebih panjang dan waktu tertentu.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Secara bahasa, kata umrah bermakna kunjungan atau ziarah. Adapun secara istilah syariat, umrah didefinisikan sebagai perjalanan ibadah dengan mengunjungi Baitullah (Ka’bah) di Kota Makkah untuk melaksanakan rangkaian ibadah tertentu, yaitu thawaf dan sa’i, serta diakhiri dengan tahallul, yang dapat dilakukan kapan saja tanpa terikat waktu tertentu sebagaimana ibadah haji.
Dalam hukum Islam, umrah ditetapkan sebagai fardhu ‘ain, yaitu kewajiban yang harus dilaksanakan oleh setiap Muslim sekali dalam seumur hidup, selama memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan.
Perbedaan antara Umrah dan Haji
Pada dasarnya, ketentuan dalam ibadah umrah hampir serupa dengan ibadah haji, baik dari segi rukun maupun syaratnya. Namun, perbedaannya terletak pada kesederhanaan prosesi dan fleksibilitas waktu pelaksanaan umrah yang dapat dilakukan sepanjang tahun.
Syarat Wajib Umrah
Sebagaimana ibadah haji, pelaksanaan umrah juga memiliki sejumlah syarat wajib yang harus dipenuhi oleh seorang Muslim agar kewajiban tersebut berlaku atas dirinya. Adapun syarat-syarat wajib umrah antara lain sebagai berikut:
-
Beragama Islam
Umrah tidak diwajibkan bagi orang non-Muslim. Selama seseorang belum memeluk Islam, ia tidak dibebani kewajiban menjalankan ibadah umrah dan pelaksanaannya pun tidak dianggap sah, karena syarat utama sahnya ibadah adalah keimanan kepada Allah SWT. -
Baligh
Anak-anak yang belum mencapai usia baligh tidak memiliki kewajiban untuk menunaikan umrah. Meskipun demikian, apabila seorang anak melaksanakan umrah, ibadah tersebut tetap sah, namun tidak menggugurkan kewajiban umrah yang akan berlaku setelah ia dewasa. -
Berakal Sehat
Orang yang mengalami gangguan akal atau kehilangan kesadaran secara permanen tidak diwajibkan melaksanakan umrah. Hal ini dikarenakan ia tidak memiliki kemampuan untuk memahami dan menjalankan tuntutan syariat Islam dengan sempurna. -
Merdeka
Dalam konteks sejarah Islam, seorang hamba sahaya tidak diwajibkan menunaikan umrah. Hal ini disebabkan umrah memerlukan waktu yang cukup lama, perjalanan jauh, serta kesiapan bekal dan sarana transportasi, yang dapat mengganggu kewajiban seorang hamba terhadap tuannya.
Rukun Umrah
Agar umrah yang kita laksanakan menjadi sah, kita harus melaksanakan rukunnya. Rukun umrah adalah serangkaian kegiatan yang apabila salah satunya tidak dikerjakan, tidak sah dan tidak boleh digantikan dengan dam. Adapun rukun umrah adalah sebagai berikut:
-
Ihram
Berniat untuk melaksanakan umrah. -
Tawaf
Tawaf adalah mengelilingi Kakbah sebanyak tujuh kali dimulai dari sudut Hajar Aswad dan berakhir di sudut Hajar Aswad pula serta Kabah berada di sebelah kiri orang bertawaf (berlawanan dari arah jarum jam). -
Sai
Sa’i adalah berlari-lari kecil dari Bukit Safa ke Bukit Marwah. -
Tahalul
Tahalul adalah mencukur sekurang-kurangnya tiga helai rambut. -
Tertib
Tertib, yaitu mendahulukan yang dahulu di antara rukun-rukun itu.
Wajib Umrah
Adapun wajib umrah adalah sebagai berikut:
-
Ihram dari miqat-nya
Miqat di dalam umrah ada dua macam, yaitu: miqat zamani (sepanjang tahun) dan miqat makani (sama dengan miqat haji) -
Menjauhi segala larangan umrah yang jumlah dan bentuk larangannya sama dengan larangan haji.
Komentar
Kirim Komentar