Hotel Mercure Berau Menargetkan Tingkat Hunian 70 Persen pada Tahun 2026
Hotel Mercure Berau memiliki strategi yang jelas dalam menetapkan target pasar utama. Salah satu segmen yang menjadi fokus utama adalah para pengusaha perkebunan dan pertambangan. Hal ini disebabkan oleh tingginya mobilitas pelaku usaha dari luar daerah maupun ibu kota yang datang untuk meninjau proyek atau operasional perusahaan di Kabupaten Berau.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
“Pengusaha-pengusaha dari kota lain atau pun ibukota yang menengok proyeknya, yang menengok company di sini, perkebunan ataupun pertambangan. Itu menjadi top tier kita,” ujar Director of Operations Accor Indonesia Endrian Hananto.
Menurutnya, segmen ini menjadi prioritas karena sebagian besar sudah tergabung sebagai anggota loyalitas Accor. Dengan status tersebut, para tamu dapat memanfaatkan berbagai keuntungan seperti akomodasi hingga penggunaan fasilitas hotel secara optimal.
Target Okupansi 70 Persen di Tahun 2026
Dalam tahun pertama operasionalnya pada 2025, tingkat hunian atau okupansi Mercure Berau telah mencapai 50 persen. Target ini telah tercapai sejak bulan pertama hotel mulai melakukan soft opening pada Agustus 2025.
Untuk tahun 2026, manajemen menargetkan tingkat hunian meningkat menjadi lebih dari 70 persen. Target ini ditempatkan seiring dengan semakin stabilnya operasional dan meningkatnya kepercayaan pasar terhadap keberadaan hotel berstandar internasional di Berau.
“Ini tentu target kita naik ya, sudah di atas 70 persen dengan tingkat hunian yang kita yakin bisa kita capai,” ujar dia.

Fasilitas Lengkap Jadi Daya Tarik
Optimisme terhadap peningkatan okupansi didukung oleh selesainya seluruh fasilitas utama hotel. Fasilitas yang tersedia meliputi ruang rapat, ballroom, area kebugaran, serta 10 unit vila yang telah siap digunakan.
Kelengkapan fasilitas tersebut diharapkan menjadi daya tarik bagi tamu yang datang ke Berau, baik untuk keperluan bisnis maupun kegiatan lainnya. Pilihan akomodasi tidak hanya terbatas pada kamar hotel konvensional, tetapi juga menyediakan vila yang lebih privat.
“Jadi ini tentu akan menjadi pancingan ataupun point of interest buat tamu-tamu yang datang ke Berau menemukan ada hotel internasional. Bukan cuma kamar biasa tapi juga ada model vilanya,” katanya.

Wisatawan Lokal dan Keluarga Juga Jadi Sasaran
Selain menyasar segmen bisnis, Mercure Berau juga membidik masyarakat sekitar Berau yang ingin berlibur di dalam kota. Hotel menawarkan pilihan vila privat yang dapat menampung lima hingga enam orang, sehingga cocok untuk keluarga.
Dia menyebutkan, kombinasi antara kamar hotel dan vila dalam satu kawasan menjadi pembeda Mercure Berau. Dengan total 143 kamar dan 10 unit vila, tamu tetap dapat menikmati fasilitas hotel meski memilih menginap di vila yang lebih privat.
“Jadi kita juga berharap masyarakat dari sekitar kota Berau yang ingin liburan ke kota Berau itu bisa merasakan liburan,” tutur Hananto.

Komentar
Kirim Komentar