Pertanian Jadi Tulang Punggung Ekonomi Sumbar 2025

Pertanian Jadi Tulang Punggung Ekonomi Sumbar 2025

Sektor ekonomi menghadapi dinamika baru hari ini. Kabar mengenai Pertanian Jadi Tulang Punggung Ekonomi Sumbar 2025 menjadi informasi krusial bagi para pelaku pasar. Berikut rinciannya.


aiotrade, PADANG — Sektor pertanian tetap menjadi tulang punggung ekonomi Sumatra Barat sepanjang tahun 2025. Meskipun menghadapi berbagai tantangan, sektor ini terus menjadi sumber penghidupan bagi sebagian besar masyarakat di wilayah tersebut.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Gubernur Sumatra Barat, Mahyeldi, menyatakan bahwa sekitar 57% penduduk daerah ini bergantung pada sektor pertanian, perikanan, dan peternakan. Kontribusi sektor ini terhadap perekonomian daerah mencapai sekitar 22% hingga 23%. Ia menilai bahwa sektor pertanian masih menjadi tulang punggung kehidupan masyarakat, sehingga diperlukan komitmen yang serius dari seluruh jajaran terkait untuk memastikan pembangunan pertanian benar-benar memberikan dampak positif bagi kesejahteraan petani.

“Kami meminta seluruh jajaran bekerja lebih serius, terarah, dan konsisten agar pembangunan pertanian benar-benar berdampak pada kesejahteraan petani,” ujarnya.

Mahyeldi menekankan bahwa keseriusan dalam membangun daerah juga ditandai dengan kebijakan dan alokasi anggaran yang memadai. Ia menegaskan bahwa tanpa komitmen yang kuat, sektor andalan ini tidak akan berjalan maksimal.

Selain itu, ia menyoroti pentingnya optimalisasi aset pertanian milik pemerintah daerah. Menurutnya, masih banyak aset seperti balai benih dan lahan pertanian yang belum dimanfaatkan secara maksimal.

“Aset yang tidak produktif harus dihidupkan kembali. Unit pelaksana teknis (UPT) harus turun langsung ke lapangan agar aset pertanian benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Tanaman Pangan dan Hortikultura (Disbuntanhor) Sumatra Barat, Afniwirman, menjelaskan bahwa program pertanian sepanjang tahun 2025 terus dikawal agar tepat sasaran dan memberi dampak ekonomi bagi petani.

Menurut dia, fokus pengembangan komoditas unggulan seperti kopi, kelapa sawit, kelapa dalam, dan kakao. Khusus untuk kopi, luas kebun mencapai sekitar 30.000 hektare, tetapi masih menghadapi tantangan terkait produktivitas dan kualitas.

“Dengan penanganan yang baik, nilai jual kopi bisa meningkat signifikan. Ini yang terus kami dorong melalui pelatihan dan dukungan sarana pascapanen,” ujarnya.

Afniwirman menegaskan bahwa jajarannya memiliki komitmen untuk menindaklanjuti arahan Gubernur Mahyeldi, termasuk optimalisasi aset dan penguatan program di tengah tantangan keterbatasan anggaran dan perubahan iklim.

Tantangan dan Strategi Pembangunan Pertanian

Pertanian di Sumatra Barat menghadapi beberapa tantangan, termasuk keterbatasan anggaran dan perubahan iklim. Namun, pemerintah daerah terus berupaya untuk menghadapi hal ini dengan strategi yang tepat.

Beberapa langkah yang dilakukan antara lain:
Peningkatan kapasitas petani melalui pelatihan dan pendampingan teknis
Pengembangan infrastruktur pertanian seperti irigasi dan penyimpanan hasil panen
Penyediaan bantuan berupa benih unggul dan alat pertanian
Kolaborasi dengan lembaga legislatif untuk memastikan program sesuai kebutuhan petani

Fokus pada Komoditas Unggulan

Sumatra Barat memiliki beberapa komoditas pertanian yang menjadi andalan, seperti kopi, kelapa sawit, kelapa dalam, dan kakao. Setiap komoditas ini memiliki potensi pasar yang cukup besar, baik secara nasional maupun internasional.

Untuk kopi, misalnya, luas kebun mencapai sekitar 30.000 hektare. Namun, produksi dan kualitasnya masih perlu ditingkatkan. Untuk itu, Disbuntanhor terus memberikan pelatihan kepada petani tentang teknik budidaya dan pascapanen yang efektif.

Selain itu, pemerintah juga berupaya untuk memperkuat rantai pasok komoditas ini agar petani dapat mendapatkan harga yang lebih baik.

Peran Pemerintah Daerah

Pemerintah daerah memiliki peran penting dalam mendukung sektor pertanian. Salah satunya adalah dengan mengoptimalkan aset pertanian yang ada, seperti balai benih dan lahan pertanian.

Selain itu, pemerintah juga harus memastikan bahwa anggaran yang dialokasikan untuk sektor pertanian digunakan secara efisien dan efektif. Hal ini akan membantu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.

Kesimpulan

Sektor pertanian tetap menjadi tulang punggung ekonomi Sumatra Barat. Meskipun menghadapi berbagai tantangan, upaya pemerintah dan stakeholder terkait terus dilakukan untuk memastikan sektor ini berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Dengan kolaborasi yang kuat dan strategi yang tepat, sektor pertanian di Sumatra Barat diharapkan dapat terus tumbuh dan berkontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah.

Kesimpulan: Semoga informasi mengenai Pertanian Jadi Tulang Punggung Ekonomi Sumbar 2025 ini bermanfaat bagi keputusan bisnis Anda. Tetap optimis dan pantau terus perkembangan pasar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar