Pertumbuhan Perdagangan RI-Rusia 17%, Putin Tawarkan Kemitraan Energi Nuklir

Pertumbuhan Perdagangan RI-Rusia 17%, Putin Tawarkan Kemitraan Energi Nuklir

Sektor ekonomi menghadapi dinamika baru hari ini. Kabar mengenai Pertumbuhan Perdagangan RI-Rusia 17%, Putin Tawarkan Kemitraan Energi Nuklir menjadi informasi krusial bagi para pelaku pasar. Berikut rinciannya.

Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan bahwa hubungan ekonomi dan perdagangan bilateral antara Indonesia dan Rusia mengalami peningkatan sebesar 17 persen dalam sembilan bulan pertama tahun 2025. Hal ini menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam hubungan kedua negara sepanjang tahun ini, terutama menjelang peringatan 75 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Rusia.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

"Nilai perdagangan kita meningkat sebesar 17 persen selama sembilan bulan pertama tahun ini," ujar Putin saat bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kremlin, Moskow, Rusia, pada Rabu (10/12), seperti dilansir dalam siaran langsung YouTube Sekretariat Presiden.

Putin menyatakan bahwa kedua negara telah berkomitmen untuk terus memperkuat kerja sama di berbagai bidang, termasuk energi nuklir. Selain itu, pemerintah Rusia dan Indonesia juga sedang membahas kemungkinan kerja sama dengan Eurasian Economic Union (EAEU) terkait potensi perjanjian perdagangan bebas atau free trade agreement (FTA).

"Ada banyak prospek dalam sektor energi, termasuk energi nuklir. Kami sangat senang bahwa Indonesia menjadi anggota penuh BRICS, dan kami sedang membahas dengan EAEU tentang perjanjian perdagangan bebas," katanya.

Dalam pertemuan tersebut, Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi atas penanganan banjir di Sumatera yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia. Ia juga mengundang Presiden Putin untuk berkunjung ke Indonesia pada tahun depan.

Selain itu, Prabowo akan bertemu dengan Putin di Moskow untuk membahas kemitraan strategis antara Indonesia dan Rusia. Putin mengaku sangat senang menyambut kedatangan Presiden Prabowo dan delegasi Indonesia di Rusia.

"Yang mulia Bapak Presiden dan teman-teman yang terhormat, kami sangat berbahagia melihat Anda semua berada di sini hari ini," ucap Putin.

Putin turut mengapresiasi partisipasi Presiden Prabowo dalam St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF) 2025 pada Juni lalu. Kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Rusia bertujuan untuk menyampaikan terima kasih atas terjalinnya hubungan yang sangat baik antara Indonesia dan Rusia.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo mengapresiasi Presiden Putin yang menerima kunjungannya meskipun memiliki jadwal yang padat.

"Yang saya hormati, Yang Mulia Presiden Putin dan para pimpinan dari Pemerintah Rusia, terima kasih atas penerimaan saya. Saya paham bahwa Presiden Putin memiliki agenda yang sangat sibuk, namun saya merasa sangat berterima kasih diterima dengan pemberitaan yang sangat singkat," kata Presiden.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo didampingi oleh Menteri Luar Negeri Sugiono dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Perkembangan Hubungan Ekonomi dan Perdagangan

Berikut adalah beberapa aspek penting yang terjadi dalam perkembangan hubungan ekonomi dan perdagangan antara Indonesia dan Rusia:

  • Peningkatan Nilai Perdagangan: Dalam sembilan bulan pertama tahun 2025, nilai perdagangan antara Indonesia dan Rusia meningkat sebesar 17 persen. Ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam kerja sama ekonomi kedua negara.
  • Kerja Sama di Berbagai Bidang: Kedua negara berkomitmen untuk memperkuat kerja sama di berbagai bidang, termasuk energi nuklir. Ini merupakan langkah penting dalam memperluas kerja sama bilateral.
  • Perjanjian Perdagangan Bebas: Pemerintah Rusia dan Indonesia sedang membahas kemungkinan kerja sama dengan Eurasian Economic Union (EAEU) terkait potensi perjanjian perdagangan bebas (FTA). Ini bisa menjadi langkah strategis dalam memperluas pasar dan meningkatkan perdagangan antara kedua negara.

Kunjungan Kenegaraan Presiden Prabowo ke Rusia

Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kenegaraan ke Rusia untuk menyampaikan terima kasih atas hubungan yang baik antara Indonesia dan Rusia. Kunjungan ini juga menjadi kesempatan untuk membahas kemitraan strategis antara kedua negara.

  • Apresiasi atas Penanganan Banjir di Sumatera: Dalam pertemuan tersebut, Prabowo menyampaikan apresiasi atas penanganan banjir di Sumatera oleh pemerintah Indonesia.
  • Undangan untuk Berkunjung ke Indonesia: Prabowo mengundang Presiden Putin untuk berkunjung ke Indonesia pada tahun depan, sebagai bentuk penghargaan atas hubungan yang baik antara kedua negara.
  • Pertemuan dengan Putin di Moskow: Prabowo akan bertemu dengan Putin di Moskow untuk membahas kemitraan strategis RI-Rusia. Pertemuan ini menjadi momen penting dalam memperkuat hubungan diplomatik dan ekonomi antara kedua negara.

Penghargaan atas Partisipasi dalam SPIEF 2025

Presiden Putin memberikan apresiasi atas partisipasi Presiden Prabowo dalam St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF) 2025 pada Juni lalu. Kunjungan ini menunjukkan komitmen Prabowo untuk terlibat dalam forum internasional yang penting.

  • Partisipasi dalam Forum Internasional: Prabowo hadir dalam SPIEF 2025, yang merupakan salah satu forum ekonomi terbesar di dunia. Ini menunjukkan kepedulian Presiden terhadap isu-isu global.
  • Kunjungan untuk Menyampaikan Terima Kasih: Kunjungan kenegaraan Prabowo ke Rusia bertujuan untuk menyampaikan terima kasih atas hubungan yang baik antara Indonesia dan Rusia.

Ucapan Terima Kasih atas Penerimaan

Presiden Prabowo menyampaikan ucapan terima kasih atas penerimaan yang diberikan oleh Presiden Putin dan pemerintah Rusia. Meskipun Putin memiliki jadwal yang sangat sibuk, Prabowo merasa dihargai atas kehadirannya.

  • Penghargaan atas Keberadaan: Prabowo mengucapkan terima kasih atas penerimaan yang diberikan oleh Putin dan pemerintah Rusia, meskipun memiliki agenda yang padat.
  • Pemberitaan yang Singkat: Prabowo menyampaikan rasa terima kasih atas pemberitaan yang singkat, menunjukkan kepercayaan dan penghargaan terhadap proses diplomasi yang dilakukan.

Pendamping dalam Pertemuan

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo didampingi oleh Menteri Luar Negeri Sugiono dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Kehadiran mereka menunjukkan pentingnya pertemuan ini dalam konteks diplomasi dan kerja sama antara Indonesia dan Rusia.

Kesimpulan: Semoga informasi mengenai Pertumbuhan Perdagangan RI-Rusia 17%, Putin Tawarkan Kemitraan Energi Nuklir ini bermanfaat bagi keputusan bisnis Anda. Tetap optimis dan pantau terus perkembangan pasar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar