Prabowo dan Raja Yordania Bahas Kemitraan Perdamaian Gaza

Prabowo dan Raja Yordania Bahas Kemitraan Perdamaian Gaza

Isu politik kembali hangat diperbincangkan. Mengenai Prabowo dan Raja Yordania Bahas Kemitraan Perdamaian Gaza, publik menunggu dampak dan realisasinya. Simak laporannya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Pertemuan Presiden Prabowo dengan Raja Yordania

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, dalam rangkaian kegiatannya melakukan pertemuan bilateral dengan Raja Kerajaan Yordania, Abdullah II ibn Al Hussein. Pertemuan tersebut berlangsung di Istana Merdeka Jakarta pada hari Jumat (14/11). Dalam pertemuan ini, kedua pemimpin negara membahas berbagai isu terkait dinamika kawasan Timur Tengah, terutama situasi yang terjadi di wilayah Jalur Gaza.

Menteri Luar Negeri Sugiono menjelaskan bahwa dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo dan Raja Abdullah II sepakat untuk meningkatkan koordinasi diplomatik terkait perkembangan situasi di Jalur Gaza. Indonesia menunjukkan komitmen untuk terus menjalin komunikasi dengan negara-negara tetangga Palestina, khususnya Yordania, dalam upaya menciptakan perdamaian di kawasan tersebut.

“Tadi disampaikan bahwa kita akan terus melakukan koordinasi dengan negara-negara yang ada di sekitar Palestina, khususnya Yordania,” ujar Sugiono setelah pertemuan berakhir. Ia juga menyebutkan bahwa Indonesia masih terus berkoordinasi dengan negara-negara lain di sekitar Palestina untuk menentukan keputusan akhir mengenai isu perdamaian di Gaza.

Persiapan Indonesia dalam Upaya Perdamaian

Sebelum pertemuan dengan Raja Yordania, Presiden Prabowo Subianto telah menyampaikan bahwa Indonesia diminta untuk ikut serta dalam upaya perdamaian di Jalur Gaza. Pernyataan ini disampaikan oleh Prabowo setelah pulang dari Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perdamaian Gaza di Sharm El-Sheikh, Mesir, pada Selasa (14/10).

Menurut Prabowo, empat negara mediator—yaitu Amerika Serikat (AS), Turki, Qatar, dan Mesir—telah meminta Indonesia untuk bersedia menjadi bagian dari upaya pengawasan perjanjian gencatan senjata antara Israel dan Hamas. Dalam kesempatan itu, Prabowo menyatakan bahwa Indonesia siap untuk ditempatkan sebagai pasukan penjaga perdamaian jika diperlukan.

“Mereka bertanya, bagaimana kesiapan Indonesia, kami katakan kami siap, kalau diminta pasukan penjaga perdamaian, pasukan peacekeeping, Indonesia siap,” kata Prabowo di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (14/10).

Proses Pengerahan Pasukan Perdamaian

Meskipun Indonesia menunjukkan kesiapan untuk berkontribusi dalam upaya perdamaian di Timur Tengah, Ketua Umum Partai Gerindra ini menekankan bahwa proses pengerahan pasukan perdamaian ke Jalur Gaza masih memerlukan perundingan lebih lanjut.

Prabowo menjelaskan bahwa saat ini sedang dilakukan pembicaraan detail mengenai kontribusi Indonesia. Ia menilai bahwa proses ini cukup rumit dan tidak mudah. Namun, ia menegaskan bahwa Indonesia siap untuk mulai bekerja sama dalam upaya perdamaian tersebut.

“Kami sekarang akan bicara detailnya, ini masih rumit, tidak gampang. Tapi kita mulai kerja,” ujarnya.

Kesimpulan

Pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Raja Abdullah II ibn Al Hussein menunjukkan komitmen Indonesia dalam menjaga stabilitas kawasan Timur Tengah, khususnya dalam upaya menciptakan perdamaian di Jalur Gaza. Dengan dukungan dari negara-negara mediator seperti AS, Turki, Qatar, dan Mesir, Indonesia siap berperan aktif dalam menjaga keamanan dan perdamaian di kawasan tersebut.

Kesimpulan: Mari kita kawal terus perkembangan isu ini. Suarakan pendapat Anda dengan bijak di kolom komentar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar