
Prediksi Harga Emas di Tahun Mendatang
Memasuki tahun 2026, emas diprediksi tetap berada di level tinggi. Bukan lagi pertanyaan apakah harga akan naik, melainkan seberapa besar kenaikannya. Fokus pasar kini tertuju pada bank sentral global, arah suku bunga AS, dan kekuatan dolar. Berikut adalah proyeksi dan analisis mengenai pergerakan harga emas dalam beberapa tahun mendatang.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Dorongan Utama di 2026
Beberapa lembaga keuangan memberikan proyeksi harga emas untuk akhir tahun 2026. Goldman Sachs melihat kemungkinan emas menyentuh US$4.900 per ons. Proyeksi ini muncul dari kuatnya akumulasi emas oleh bank sentral dan peluang penurunan suku bunga AS.
Di sisi lain, Deutsche Bank memberi outlook sedikit lebih konservatif, tapi tetap optimistis. Mereka memperkirakan harga bergerak di kisaran US$4.450, dengan ruang naik hingga US$4.950 per ons.
UBS dan CIBC lebih melihat angka rata-rata. Keduanya menilai harga bisa stabil di kisaran US$4.500–4.700 per ons dalam dua tahun setelah 2026.
Bagaimana di 2027–2028?
Analis menilai bahwa 2027 bukan akhir dari tren emas, melainkan fase konsolidasi di level tinggi. Selama inflasi dan tensi geopolitik belum benar-benar mereda, emas tetap memiliki magnet sebagai pelindung nilai.
Range harga yang paling sering muncul untuk periode 2027–2028 berada di kisaran US$4.400–4.800 per ons. Meskipun volatilitas bisa lebih terasa, arah besarnya masih cenderung naik.
Menjelang 2030: Level Baru yang Lebih Tinggi
Dalam skenario moderat, emas diproyeksikan menembus kisaran US$5.500–6.000 per ons pada 2030. Angka ini menggambarkan pola pembelian jangka panjang, bukan lonjakan sesaat.
Jika kondisi global makin bergejolak dan dolar kehilangan pamor sebagai cadangan utama, emas bisa melaju lebih jauh. Skenario optimis menempatkan target di atas US$7.000 per ons.
Namun, bila inflasi mendingin lebih cepat dan imbal hasil obligasi AS naik agresif, emas bisa bergerak mendatar. Dalam kondisi itu, harga berpotensi bertahan di kisaran US$4.500–4.800 hingga 2030.
Faktor Penentu yang Wajib Dipantau
Arah suku bunga AS akan menjadi pemicu besar. Ketika bunga turun, emas biasanya menjadi pilihan pertama investor. Permintaan dari bank sentral juga tidak sekadar simbolis lagi, melainkan strategi cadangan jangka panjang.
Dolar tetap menjadi rival utama emas. Jika USD menguat, emas bisa tertekan sementara. Jika USD melemah, emas punya panggung lebih luas.
Garis Besar Proyeksi
Berikut adalah garis besar proyeksi harga emas untuk beberapa periode:
- 2026: US$4.000–5.000+ per ons
- 2027–2028: US$4.400–4.800 per ons
- 2030: US$5.500–7.000+ per ons
Emas tidak kehilangan perannya sebagai aset defensif. Investor dan pasar masih menempatkannya di jalur bullish hingga 2030. Kecepatan kenaikan akan sangat bergantung pada ekonomi global, bukan hanya satu sentimen tunggal.
Komentar
Kirim Komentar