Presiden Ekuador Mengungkap Upaya Pembunuhan dengan Racun
Presiden Ekuador, Daniel Noboa, mengungkapkan bahwa dirinya diancam oleh seseorang yang mencoba membunuhnya melalui racun. Racun tersebut diketahui dimasukkan ke dalam tiga buah selai yang diberikan sebagai hadiah kepadanya.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
“Hadiah tersebut mengandung zat berbahaya dengan konsentrasi racun yang tinggi. Adanya kandungan berbahaya tersebut bukanlah sebuah kecelakaan, tapi ini adalah sebuah kesengajaan,” ujar Noboa.
Pada awal Oktober 2025, pemerintah Ekuador mengecam adanya ancaman terhadap presiden setelah mobil yang ditumpanginya dilempari batu dan ditemukan bekas peluru di kendaraannya. Hal ini memicu investigasi lebih lanjut terkait ancaman terhadap keamanan presiden.
Selai Coklat Dikirim Oleh Seorang Wirausaha Lokal
Salah satu peristiwa yang menjadi perhatian adalah pengiriman tiga buah selai coklat dan jeruk dari seorang wirausaha lokal kepada tim kepresidenan. Tim tersebut kemudian menyatakan bahwa makanan tersebut mengandung bahan kimia berbahaya.
Hasil analisis laboratorium menunjukkan bahwa produk tersebut mengandung klorida, kloroetana, dan antrasena. Zat-zat tersebut termasuk berbahaya dan dapat membahayakan kesehatan manusia. Akibatnya, militer Ekuador langsung menghubungi divisi intelijen untuk mengungkap terduga pelaku. Petugas saat ini sedang melakukan penyelidikan terhadap seseorang atau sejumlah orang yang mengirimkan hadiah tersebut.
Pengirim Hadiah Mengaku Cemas Akibat Pernyataan Noboa
Yolanda Penafiel, pengirim hadiah kepada Noboa, mengatakan kepada media lokal bahwa ia merasa takut dan khawatir dengan pernyataan presiden. Menurutnya, makanan itu benar-benar hadiah untuk presiden.
“Saya tidak bermaksud menyakiti siapapun. Saya sudah bertindak baik untuk mengirimkan sesuatu kepada presiden, seperti coklat. Saya memberikan produk dari rumah saya dan mengirimnya kepada militer dan sudah dilakukan inspeksi. Kemudian kami tidak tahu lagi apa yang terjadi,” katanya.
Berdasarkan laporan terbaru, produk selai itu disebut tidak terdaftar dalam badan kesehatan setempat. Kemungkinan besar produk tersebut memang bukan untuk konsumsi manusia karena mengandung zat kimia berbahaya.
Ekuador Bebaskan Terduga Penyelundup Narkoba yang Diserang AS di Karibia
Pada saat yang sama, Ekuador akhirnya membebaskan seorang terduga pelaku penyelundup narkoba yang selamat dari serangan Amerika Serikat (AS) di Laut Karibia. Pria tersebut dibebaskan setelah otoritas setempat tidak menemukan bukti bahwa ia melakukan tindakan kriminal.
“Tidak ada laporan kriminal yang menimbulkan perhatian dari institusi di Ekuador terhadap pria yang diduga menyelundupkan narkoba tersebut. Maka dari itu, kami tidak dapat menahannya,” ungkap Kejaksaan Agung Ekuador.
Pria asal Ekuador itu menjadi salah satu dari dua orang yang selamat dari serangan terhadap kapal selam yang diduga menyelundupkan narkoba. Salah satu pria lainnya diketahui sebagai warga negara Kolombia, sementara dua orang lainnya tewas dalam serangan tersebut.

Komentar
Kirim Komentar