Presiden Suriah Ingin ke Gedung Putih, AS Minta PBB Hentikan Sanksi

Kabar pemerintahan kembali hangat diperbincangkan. Mengenai Presiden Suriah Ingin ke Gedung Putih, AS Minta PBB Hentikan Sanksi, publik menunggu dampak dan realisasinya. Simak laporannya.
Presiden Suriah Ingin ke Gedung Putih, AS Minta PBB Hentikan Sanksi

Rancangan Resolusi AS untuk Mencabut Sanksi terhadap Suriah

Pada hari Selasa (4/11/2025), Amerika Serikat (AS) mengajukan rancangan resolusi ke Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan tujuan mencabut sanksi yang diberlakukan terhadap Presiden Suriah, Ahmed al-Sharaa. Rancangan ini muncul menjelang kunjungan resmi al-Sharaa ke Gedung Putih pada Senin (10/11/2025). Selain al-Sharaa, rancangan tersebut juga mencakup pencabutan sanksi terhadap Menteri Dalam Negeri Suriah, Anas Khattab.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Kunjungan ini menjadi momen penting dalam hubungan diplomatik antara AS dan Suriah setelah bertahun-tahun hubungan yang renggang. Rancangan resolusi ini memerlukan minimal sembilan suara dukungan dari anggota Dewan Keamanan PBB agar dapat disetujui. Namun, rancangan ini belum dijadwalkan untuk mendapat pemungutan suara. Tidak adanya veto dari negara anggota tetap seperti Rusia, China, AS, Prancis, dan Inggris merupakan syarat penting agar rancangan ini bisa disahkan.

Upaya AS Melonggarkan Sanksi terhadap Suriah

Rancangan resolusi ini merupakan bagian dari upaya AS untuk melonggarkan sanksi-sanksi terhadap Suriah setelah lebih dari satu dekade konflik. Selain pencabutan sanksi, Presiden al-Sharaa saat kunjungannya ke Washington pada Senin (10/11/2025), juga berencana menandatangani dokumen bergabung dengan koalisi internasional yang dipimpin AS untuk memerangi kelompok teroris ISIS. Hal ini menunjukkan niat untuk memperkuat kerja sama keamanan internasional antara Suriah dan AS.

Latar Belakang Sanksi AS terhadap Suriah

Sanksi terhadap al-Sharaa dan Khattab awalnya diberlakukan karena keterkaitan mereka dengan kelompok Hayat Tahrir al-Sham (HTS), yang sebelumnya merupakan sayap resmi Al-Qaeda di Suriah. Namun, pada 2025, laporan PBB menyatakan bahwa tidak ditemukan hubungan aktif antara HTS dengan Al-Qaeda dan al-Sharaa. Selain itu, pemerintah interim Suriah telah berupaya menampilkan citra yang lebih moderat dan terbuka bagi komunitas internasional.

Pada Mei 2025, Presiden Trump bertemu dengan al-Sharaa di Riyadh dan mengumumkan akan mulai mencabut sanksi unilateral yang telah berlaku lama terhadap rezim Suriah sebelumnya. Pada Juli 2025, Trump resmi menghapus beberapa pembatasan tersebut. Ini menandai perubahan besar dalam kebijakan AS terhadap Suriah yang sebelumnya sangat ketat terhadap rezim Bashar al-Assad yang telah digulingkan pada Desember 2024.

Kunjungan Resmi Presiden Suriah ke AS

Menteri Luar Negeri Suriah, Asad al-Shaibani, mengonfirmasi bahwa kunjungan resmi Presiden Ahmed al-Sharaa ke Gedung Putih akan menjadi yang pertama kalinya dalam lebih dari 80 tahun sejarah hubungan kedua negara. Dalam pertemuan ini, berbagai isu akan dibahas, termasuk pencabutan sanksi, rekonstruksi Suriah pasca-perang, serta kerja sama dalam memerangi ISIS yang dianggap ancaman internasional.

“Pertemuan akan berlangsung di Gedung Putih dan merupakan bagian dari upaya diplomasi presiden untuk bertemu siapa saja di dunia dalam upaya mencapai perdamaian,” kata Karoline Leavitt, juru bicara Gedung Putih, dilansir The Times of Israel. Ia juga menambahkan bahwa ada kemajuan baik dalam upaya perdamaian di Suriah di bawah kepemimpinan baru ini.



Kesimpulan: Mari kita kawal terus perkembangan isu ini. Suarakan aspirasi Anda dengan bijak di kolom komentar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar