Rapor Merah Pemain Persebaya! Mikael Terburuk, Leo Lelis Terbaik

Rapor Merah Pemain Persebaya! Mikael Terburuk, Leo Lelis Terbaik

Dunia olahraga tengah menjadi sorotan hari ini. Terkait Rapor Merah Pemain Persebaya! Mikael Terburuk, Leo Lelis Terbaik, para fans tentu sudah menunggu kepastian beritanya. Simak informasi terbarunya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Persebaya Surabaya Kembali Tersungkur di Kandang

Persebaya Surabaya kembali merasakan pahitnya kekalahan di kandang sendiri setelah dikalahkan oleh Persija Jakarta dengan skor 1-3 dalam pertandingan pekan ke-9 Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (18/10/2025) malam. Hasil ini tidak hanya mengurangi peluang tim untuk menembus papan atas, tetapi juga menunjukkan ketidakseimbangan performa dari beberapa pemain Green Force.

Pelatih Eduardo Perez mencoba berbagai strategi agar tim bisa bangkit dari kekalahan ini. Namun, hasil yang diperoleh menunjukkan adanya ketimpangan antara lini belakang dan serangan. Dari seluruh pemain yang turun, Mikael Tata menjadi sorotan dengan nilai terendah sebesar 6,6, sementara Leo Lelis menjadi bintang lapangan dengan rating tertinggi sebesar 8,4.

Performa Diawal Pertandingan

Laga dimulai dengan tempo tinggi sejak menit awal. Persija tampil lebih efektif dalam memanfaatkan peluang di babak pertama, sedangkan Persebaya Surabaya kesulitan mengimbangi intensitas permainan lawan. Tertinggal dua gol, Eduardo Perez mencoba menyegarkan lini depan dengan memasukkan Gali Freitas menggantikan Malik Risaldi. Keputusan ini sempat membawa harapan ketika Mihailo Perovic menjebol gawang Persija di awal babak kedua, tetapi gol itu dianulir wasit karena offside.

Momentum itu gagal dimanfaatkan Persebaya Surabaya untuk membalikkan keadaan. Justru Persija kembali menekan lewat peluang Rizky Ridho di menit ke-51 yang memaksa Ernando Ari melakukan penyelamatan gemilang.

Masalah di Lini Belakang

Ernando tampil cukup konsisten di bawah mistar dengan rating 7,1. Dia beberapa kali menggagalkan peluang emas Persija, meski akhirnya harus memungut bola dari gawangnya tiga kali. Masalah besar muncul di lini belakang. Mikael Tata yang ditempatkan di sisi kanan pertahanan terlihat kesulitan mengimbangi pergerakan pemain cepat Persija dan beberapa kali kehilangan bola di area berbahaya. Nilai 6,6 menjadi cermin performa yang kurang disiplin dalam menjaga area sendiri.

Rekan duetnya di jantung pertahanan, Dime Dimov, juga tak tampil maksimal dengan rating 6,8. Pemain asal Bulgaria itu sempat terlambat menutup ruang pada gol kedua Persija yang membuat mental tim kian tertekan.

Performa Menonjol dari Leo Lelis

Sebaliknya, Leo Lelis menjadi satu-satunya pemain belakang yang tampil menonjol. Bek asal Brasil itu bukan hanya kokoh dalam duel udara, tapi juga mencetak satu-satunya gol untuk Persebaya Surabaya melalui sundulan tajam di menit ke-77. Performa impresif Lelis membuatnya pantas dinobatkan sebagai pemain terbaik Persebaya Surabaya di laga ini. Rating 8,4 menjadi bukti kontribusi besar yang dia berikan, baik dalam bertahan maupun membantu serangan dari bola mati.

Lini Tengah dan Sayap

Di lini tengah, duet Rachmat Irianto dan Milos Raickovic bekerja keras menjaga keseimbangan permainan. Irianto tampil energik dengan rating 7,5, sering kali menjadi jembatan antara lini belakang dan depan, sedangkan Raickovic mencatat 6,9 karena kurang tajam dalam mendistribusikan bola ke depan. Francisco Rivera tetap menjadi motor utama serangan Persebaya Surabaya. Gelandang asal Meksiko itu mendapat nilai 8,2 setelah menciptakan assist cantik lewat sepak pojok yang diselesaikan Lelis menjadi gol.

Di sisi sayap, Bruno Moreira dan Malik Risaldi bermain dengan intensitas tinggi namun kurang efisien. Bruno mendapat rating 7,1 karena beberapa kali membuka ruang lewat dribel cepat, sedangkan Malik hanya mendapat 6,7 sebelum akhirnya digantikan Gali Freitas.

Perubahan Ritme dengan Kehadiran Gali Freitas

Masuknya Gali Freitas di babak kedua sebenarnya membawa perubahan ritme permainan. Dia menciptakan beberapa peluang berbahaya dan melepaskan tembakan jarak jauh di menit ke-58, tetapi kiper Carlos Eduardo tampil gemilang menepis bola tersebut. Sayangnya, kontribusi Gali tak cukup mengangkat performa tim secara keseluruhan. Pemain asal Timor Leste itu mendapat rating 6,3, menjadi yang terendah kedua setelah Mikael Tata di laga ini.

Upaya Mihailo Perovic dan Diego Mauricio

Di lini depan, Mihailo Perovic berjuang keras mencari celah pertahanan Persija. Dia sempat mencetak gol yang dianulir dan mendapat nilai 7,1, menandakan upayanya cukup positif meski belum berbuah hasil nyata. Sementara itu, Diego Mauricio yang masuk sebagai pemain pengganti tak banyak memberi pengaruh. Striker asal Brasil itu hanya mendapat rating 6,5 setelah gagal memanfaatkan peluang di menit-menit akhir pertandingan.

Evaluasi dan Harapan untuk Masa Depan

Secara keseluruhan, performa Persebaya Surabaya kali ini menunjukkan adanya ketimpangan kualitas antar pemain. Beberapa nama seperti Lelis, Rivera, dan Irianto, masih tampil konsisten, namun sektor pertahanan sisi kanan dan efektivitas lini depan perlu evaluasi serius. Eduardo Perez kini menghadapi pekerjaan rumah besar untuk memperbaiki organisasi tim agar tidak kembali kehilangan poin di laga-laga berikutnya.

Dengan catatan 10 poin dari sembilan pertandingan, Persebaya Surabaya tertahan di posisi ketujuh klasemen sementara. Hasil ini membuat para pendukung berharap tim kebanggaan mereka segera bangkit di laga selanjutnya agar rapor merah tak kembali mewarnai perjalanan Green Force musim ini.

Kesimpulan: Jangan lewatkan aksi atlet/tim kebanggaan Anda. Nantikan terus update pertandingan selanjutnya hanya di portal kami.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar