
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Susunan Pemain yang Tidak Terduga
Xabi Alonso kembali mengejutkan banyak orang saat mengumumkan susunan pemain inti Real Madrid dalam pertandingan melawan Talavera. Keputusan pelatih ini terbilang berani, karena hanya satu pemain akademi, David Jiménez, yang masuk dalam starting XI. Sementara itu, Kylian Mbappé langsung dimainkan sejak menit awal.
Susunan pemain ini tidak banyak diprediksi, mengingat lawan datang dari kasta lebih rendah dan ajang yang diikuti adalah Copa del Rey. Namun, Xabi Alonso tampaknya sadar bahwa posisinya masih dalam sorotan. Ia tidak ingin mengambil risiko, bahkan melawan tim dari liga bawah. Komposisi tim yang digunakan lebih sesuai untuk laga liga ketimbang sekadar pertandingan piala.
Jalannya Pertandingan
Talavera tampil penuh semangat sejak awal. Energi tinggi dan determinasi tuan rumah langsung menantang Real Madrid. Meski begitu, Los Blancos mampu menciptakan peluang-peluang bersih tanpa harus bermain terlalu keras.
Endrick, yang beroperasi agak ke kanan, sempat mengirim umpan luar kaki yang brilian, namun Mbappé gagal memaksimalkannya setelah ruang tembak ditutup dengan baik oleh kiper Talavera. Kontroversi mulai muncul ketika Endrick dijatuhkan di kotak penalti setelah melakukan satu-dua dengan Mbappé. Tanpa VAR di fase ini, wasit Cuadra Fernández tidak memberikan penalti. Keputusan ini dianggap merugikan Real Madrid.
Tekanan Madrid akhirnya membuahkan hasil. Dominasi konstan membuat lini belakang Talavera kewalahan hingga terjadi handball yang sangat jelas di kotak penalti. Kali ini, Cuadra Fernández tak ragu menunjuk titik putih. Mbappé maju sebagai eksekutor dan dengan tenang mengecoh kiper Jaime untuk membawa Real Madrid unggul.
Keunggulan itu tak berhenti di situ. Menjelang turun minum, Mbappé kembali mencatatkan namanya di papan skor. Lewat gerakan tipuan yang cerdas, tembakannya membentur bek lawan dan masuk ke gawang. Skor 0-2 membuat Madrid terlihat sudah menggenggam kendali penuh atas pertandingan.
Talavera Bangkit di Babak Kedua
Babak kedua berjalan dengan tempo yang lebih lambat. Mbappé sempat memiliki dua peluang emas, satu dari luar kotak penalti dan satu lagi lewat percobaan lob, namun keduanya melenceng tipis. Xabi Alonso kemudian melakukan rotasi dengan memasukkan Bellingham dan Tchouameni, sebuah keputusan yang justru bertepatan dengan kebangkitan Talavera.
Gol tuan rumah datang melalui Nahuel, yang memanfaatkan kelengahan di tiang jauh. Pertahanan Madrid terlambat bereaksi, dan Lunin tak mampu berbuat banyak. Situasi kembali menegang. Untungnya, Mbappé kembali tampil sebagai pembeda. Sebuah tembakan dari luar kotak penalti yang tampak tidak terlalu berbahaya justru lolos dari tangkapan kiper Jaime dan mengubah skor menjadi 1-3. Gol ini terasa krusial di tengah tekanan yang mulai meningkat.
Namun drama belum berakhir. Talavera kembali mencetak gol di menit-menit akhir lewat Di Renzo, membuat skor menjadi 2-3 dan membuka peluang perpanjangan waktu. Pada momen genting inilah Andriy Lunin muncul sebagai penyelamat. Penyelamatan krusial di detik-detik terakhir memastikan Real Madrid lolos tanpa harus menjalani 30 menit tambahan.
Evaluasi Performa dan Tantangan Berikutnya
Wajah Xabi Alonso di pinggir lapangan menggambarkan segalanya. Real Madrid memang menang dan melaju, tetapi cara mereka hampir terpeleset melawan tim liga bawah menjadi catatan serius. Terlalu percaya diri nyaris berujung petaka. Tantangan berikutnya sudah menanti: Sevilla di Santiago Bernabéu, laga penutup tahun yang tak memberi ruang untuk kelengahan serupa.
Komentar
Kirim Komentar