Rencana Besar PGEO Perluas Bisnis ke Pusat Data Hijau, Ini Skemanya

Rencana Besar PGEO Perluas Bisnis ke Pusat Data Hijau, Ini Skemanya

Media sosial sedang ramai membicarakan topik ini. Banyak netizen yang ingin tahu kebenaran di balik Rencana Besar PGEO Perluas Bisnis ke Pusat Data Hijau, Ini Skemanya. Berikut fakta yang berhasil kami kumpulkan.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Inisiatif Baru Pertamina Geothermal Energy dalam Pengembangan Pusat Data Hijau

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) mengumumkan rencana untuk memperluas lini bisnisnya ke sektor pusat data hijau yang berbasis energi panas bumi. Inisiatif ini dianggap sebagai langkah inovatif pertama di Indonesia, yang bertujuan untuk mendukung pertumbuhan industri digital dengan emisi karbon yang rendah.

Pusat data hijau adalah fasilitas penyimpanan dan pengolahan infrastruktur teknologi informasi yang menggunakan teknologi hemat energi. Tujuannya adalah untuk mengurangi konsumsi listrik serta dampak lingkungan terhadap alam.

Dalam proses pengembangan pusat data hijau, PGEO akan bekerja sama dengan Indonesia Data Center Provider Organization (IDPRO) dan Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Kerja sama ini bertujuan untuk menyusun peta jalan pengembangan pusat data hijau, yang menjadi dasar bagi tahap implementasi proyek selanjutnya.

Direktur Eksplorasi dan Pengembangan PGEO, Edwil Suzandi, menjelaskan bahwa kolaborasi ini akan menjadi fondasi teknis dan komersial dalam penyusunan peta jalan pengembangan pusat data hijau. Menurutnya, terobosan ini merupakan langkah strategis untuk membuka peluang baru dalam industri digital beremisi rendah di Indonesia.

Edwil menambahkan bahwa permintaan pusat data di dalam negeri terus meningkat seiring dengan peningkatan pengguna internet dan digitalisasi di berbagai sektor. Data dari Kementerian Komunikasi dan Digital mencatat jumlah pengguna internet di Indonesia melebihi 212 juta orang. Dengan tren ini, fasilitas pusat data diperkirakan akan terus berkembang hingga tahun 2029-2030.

Berdasarkan proyeksi pertumbuhan konsumsi listrik industri, sekitar 26% peningkatan kebutuhan listrik didorong oleh pertumbuhan pusat data. Kapasitas pusat data nasional diperkirakan akan meningkat dari sekitar 520 megawatt (MW) pada 2025 menjadi 1,8 gigawatt (GW) pada 2030.

“Hal ini membuka peluang bagi PGEO untuk terlibat lebih jauh dalam sektor digital rendah karbon. PGEO ingin menjadi bagian dari perjalanan ini, memastikan bahwa pertumbuhan digital Indonesia dibangun dengan bertanggung jawab dan berkelanjutan,” ujar Edwil.

Ketua Umum IDPRO, Hendra Suryakusuma, menilai bahwa pusat data memiliki peran vital sebagai tulang punggung infrastruktur digital nasional. Ia menilai pemanfaatan energi panas bumi untuk pusat data merupakan langkah strategis yang mampu menjawab dua tantangan sekaligus, yaitu ketersediaan energi jangka panjang dan penurunan emisi karbon secara sistemik.

Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Sumber Daya, Ventura, dan Administrasi Umum Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Dalhar Susanto, menilai inisiatif ini menjadi momentum penting untuk memperkuat riset terapan dan hilirisasi teknologi di bidang energi dan infrastruktur digital. Ia menilai integrasi pemanfaatan panas bumi sebagai sumber listrik hijau bagi pengembangan pusat data membuka peluang lahirnya solusi inovatif yang berkelanjutan dan relevan dengan kebutuhan industri masa depan.

Melalui pengembangan pusat data hijau, PGEO akan bergerak sebagai pendorong transformasi digital nasional yang sejalan dengan agenda ekonomi rendah karbon. Saat ini, PGEO mengelola 13 Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) dan satu penugasan dengan total kapasitas terpasang mencapai 1.932 MW.

Kesimpulan: Bagaimana menurut Anda kejadian ini? Jangan lupa bagikan artikel ini agar teman-teman Anda tidak ketinggalan info viral ini.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar