Renungan Harian: Bersyukur dan Berterimakasih

Renungan Harian: Bersyukur dan Berterimakasih

Informasi terkini hadir untuk Anda. Mengenai Renungan Harian: Bersyukur dan Berterimakasih, berikut adalah data yang berhasil kami rangkum dari lapangan.
Renungan Harian: Bersyukur dan Berterimakasih

Renungan Harian: Bersyukur dan Berterima Kasih

Mengakui rasa syukur dan terima kasih adalah hal yang sangat penting dalam kehidupan seorang umat beriman. Syukur dan terima kasih saling melengkapi, di mana ada syukur, maka di situ juga ada terima kasih yang tulus kepada Tuhan. Bersyukur bukan hanya dilakukan saat senang, tetapi juga dalam kesulitan, karena itu adalah cara Tuhan mematangkan iman kita.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Hidup yang bersyukur memuliakan Tuhan, menjadikan syukur bukan sekadar kata, tetapi gaya hidup yang membawa damai dan kebahagiaan sejati. Dalam renungan hari ini, kita diajak untuk merenungkan pentingnya bersyukur dan berterima kasih dalam segala situasi.

Bacaan Liturgi Katolik Hari Rabu 12 November 2025

Bacaan Pertama: Keb. 6:1-11
Dengarkanlah, hai para raja, dan hendaklah mengerti, belajarlah, hai para penguasa di ujung-ujung bumi. Condongkanlah telinga, hai kamu yang memerintah orang banyak dan bermegah karena banyaknya bangsa-bangsamu. Sebab dari Tuhanlah kamu diberi kekuasaan dan pemerintahan datang dari Yang Mahatinggi, yang akan memeriksa segala pekerjaanmu serta menyelami rencanamu, oleh karena kamu yang hanya menjadi abdi dari kerajaan-Nya tidak memerintah dengan tepat, tidak pula menepati hukum, atau berlaku menurut kehendak Allah. Dengan dahsyat dan cepat Ia akan mendatangi kamu, sebab pengadilan yang tak terelakkan menimpa para pembesar. Memang yang bawahan saja dapat dimaafkan karena belas kasihan, tetapi yang berkuasa akan disiksa dengan berat. Sang Kuasa atas segala-galanya tidak akan mundur terhadap siapapun, dan kebesaran orang tidak dihiraukan-Nya. Sebab yang kecil dan yang besar dijadikan oleh-Nya, dan semua dipelihara oleh-Nya dengan cara yang sama. Tapi terhadap yang berkuasa akan diadakan pemeriksaan keras. Jadi perkataanku ini tertuju kepada kamu, hai pembesar, agar kamu belajar kebijaksanaan dan jangan sampai terjatuh. Sebab mereka yang secara suci memelihara yang suci akan disucikan pula, dan yang dalam hal itu terpelajar akan mendapat pembelaan. Jadi, hendaklah menginginkan serta merindukan perkataanku, maka kamu akan dididik.

Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan: Mzm 82:3-4,6-7
Berilah keadilan kepada orang yang lemah dan kepada anak yatim, belalah hak orang sengsara dan orang yang kekurangan! Luputkanlah orang yang lemah dan yang miskin, lepaskanlah mereka dari tangan orang fasik!" Aku sendiri telah berfirman: "Kamu adalah allah, dan anak-anak Yang Mahatinggi kamu sekalian. Namun seperti manusia kamu akan mati dan seperti salah seorang pembesar kamu akan tewas."

Bait Pengantar Injil: 1Tes 5:18; 2/4
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya.
Bersyukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah bagimu dalam Kristus Yesus.

Bacaan Injil: Lukas 17:11-19
Tidak adakah yang kembali untuk memuliakan Allah selain orang asing ini? Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem, Yesus menyusuri perbatasan Samaria dan Galilea. Ketika Ia masuk suatu desa, datanglah sepuluh orang kusta menemui Dia. Mereka tinggal berdiri agak jauh, dan berteriak, "Yesus, Guru, kasihanilah kami!" Yesus lalu memandang mereka dan berkata, "Pergilah dan perlihatkanlah dirimu kepada imam-imim." Dan sementara dalam perjalanan, mereka menjadi tahir. Seorang di antara mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring, lalu tersungkur di depan kaki Yesus, dan mengucap syukur kepada-Nya. Orang itu seorang Samaria. Lalu Yesus berkata, "Bukankah sepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu? Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain orang asing ini? Lalu Yesus berkata kepada orang itu, "Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau."

Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik: Bersyukur dan Berterima Kasih

Dalam satu hari, berapa kalikah kita bersyukur? Berapa kali kita berterima kasih? Syukur dan terima kasih adalah dua hal yang tak terpisahkan. Di mana ada terima kasih, di situ ada syukur yang menjadi alasannya. Di mana ada syukur, di situ ada terima kasih yang diucapkan. Kebiasaan luhur ini merupakan cara untuk menikmati hidup. Peristiwa orang Samaria yang kembali lagi kepada Yesus setelah disembuhkan dari penyakit kusta menjadi pengajaran bagi kita untuk membiasakan diri bersyukur dan berterima kasih. Orang Samaria itu dipenuhi berkatnya oleh Yesus, sehingga mampu menikmati hidupnya.

Sebuah kutipan menyatakan, “Cara untuk menikmati kebahagiaan hidup adalah dengan bersyukur.” Jika kita mudah mensyukuri segala yang kita terima, kita akan memiliki lebih banyak hal yang membahagiakan. Sebaliknya, jika kita selalu terobsesi pada apa yang tidak kita miliki, kita tidak akan pernah merasa cukup dan tidak pernah mampu menikmati hidup. Bersyukur merupakan tanda bahwa kita tidak pernah menuntut banyak kepada Tuhan. Apa yang diberikan Tuhan bukan sembarangan, melainkan pasti memiliki tujuan.

Persoalannya, mungkin kita tidak bisa bersyukur dan berterima kasih karena mengalami kegagalan, kesedihan, atau kekecewaan. Jika itu yang terjadi, mari kita belajar lebih dewasa dengan meyakini kasih Tuhan. Kasih Tuhan adalah kasih yang sempurna, tanpa batas, dan tidak pilih pilih. Tuhan akan membantu setiap orang agar mengalami kematangan hidup.

Karena itu, ketika kita mengalami situasi yang tidak mengenakkan, itu bukan berarti Tuhan tidak mengasihi kita. Tuhan sesungguhnya sedang berusaha mematangkan kita agar memiliki iman yang tangguh. Melalui bacaan Injil hari ini mari kita merenung: Apakah kita termasuk golongan sembilan orang kusta yang disembuhkan Yesus tetapi tidak bersyukur dan tidak berterima kasih kepada-Nya? Ataukah kita seperti orang Samaria yang kembali untuk menjumpai Yesus? Orang beriman seharusnya memiliki tanggung jawab untuk bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan atas penyertaan-Nya dalam perjalanan hidup.

Tuhan diingat jangan hanya dalam situasi sulit, tetapi juga dalam situasi yang membahagiakan, menguntungkan, dan penuh kenyamanan. Dengan senantiasa bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan, kita semakin mampu untuk memuliakan nama-Nya. Itulah cara kita mengungkapkan iman. Dengan selalu bersyukur dan berterima kasih, kita akan semakin merasakan bahwa hidup yang kita jalani ini sungguh nikmat dan bermakna.

Hidup bukan hanya sebatas mengalir, tetapi menjadi kesempatan bagi kita untuk mendapatkan aneka nilai, sekaligus merasakan kehadiran Tuhan yang nyata dan mendalam. Mari belajar bersyukur bukan hanya untuk berkat besar, tapi juga untuk napas pagi, keluarga, pekerjaan, bahkan kesulitan yang membentuk kita.

Doa:
Tuhan Yesus, ajarilah aku memiliki hati yang selalu bersyukur. Ketika Engkau menjawab doaku, semoga aku tidak lupa kembali kepada-Mu. Jadikan syukurku bukan sekadar kata, tapi gaya hidup yang memuliakanMu...Amin.

Sahabatku yang terkasih, Selamat Hari Rabu. Salam doa dan berkatku untukmu dan keluarga di mana saja berada: Bapa dan Putera dan Roh Kudus...Amin.

Kesimpulan: Demikian informasi mengenai Renungan Harian: Bersyukur dan Berterimakasih. Semoga menambah wawasan Anda hari ini.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar