
Renungan Harian Katolik
Rabu 17 Desember 2025
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Oleh: Pater Fransiskus Funan Banusu SVD
Dari Silsilah ke Kesaksian: Merespons Kehadiran Yesus
Dalam bacaan Injil hari ini, kita menemukan ayat yang mengatakan, "Yakub memperanakkan Yusuf, suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus." (Mat 1:16). Ayat ini menjadi awal dari silsilah Yesus Kristus. Dari silsilah ini, kita bisa melihat bagaimana Allah menyusun sejarah manusia untuk membawa-Nya ke dalam dunia.
Allah memandang keluarga sebagai unit kecil yang sangat penting bagi manusia. Setelah menciptakan langit dan bumi, Ia menciptakan manusia pertama dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk hidup (Kej 2:7). Tuhan Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia." (Kej 2:18). Dari sini, keluarga mulai terbentuk.
Keluarga adalah wujud dari cinta kasih Allah. Dengan adanya laki-laki dan perempuan maka keluarga mulai terbentuk. "Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan istrinya, sehingga keduanya menjadi satu daging." (Kej 2:24). Inilah sejarah keluarga pada awal mula dan perjalanan panjang silsilah turunan selanjutnya.
Manusia makhluk berdosa sejak awal mula. Segera setelah manusia itu menempati taman Eden mereka langsung melawan Allah dengan makan buah terlarang pohon pengetahuan di tengah taman. Oleh kuasa iblis dosa tak berbendung lagi dari satu turunan ke turunan yang lain. Manusia binasa dalam hidupnya karena dosa-dosanya. Ada sedikit saja tutunan yang baik dan kokoh imannya pada Tuhan dan selamat.
Allah mau jadi manusia untuk secara langsung menebus dan menyelamatkan manusia dari dosa-dosanya. Ia datang dari Surga masuk dalam sejarah manusia melalui kekuarga. Keluarga yang berkenan di hati Allah adalah Abraham dan Sara. Maka silsilah Yesus Kristus Anak Allah dimulai dari Abraham sampai Yakub yang memperanakan Yusuf suami Maria yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus.
Dalam daftar panjang silsilah Yesus, kita temukan ada turunan yang membanggakan, ada juga turunan yang merosot moralnya. Oleh kuasa ilahi Allah sendiri, baik orang tua Yusuf maupun Maria menjadi orang-orang beriman yang tangguh. Maka Yusuf menjadi pribadi bersahaja, baik, rendah hati dan bertanggung jawab atas perintah Allah melalui malaikat untuk mengambil Maria yang sudah mengandung Yesus dari Roh Kudus, sebagai istrinya.
Karena berkat kekudusan orang tuanya maka Maria dikandung tanpa noda dosa dan dipilih Allah menjadi Bunda Putra Allah. Yesus Kristus Anak Allah masuk dalam sejarah manusia dan menjadi anggota keluarga Yusuf dan Maria. Berdasarkan daftar silsilah-Nya, Yesus Mesias menjadi anak Abraham juga anak David.
Dari Abraham hingga Yesus silsilah yang menunjukkan janji Allah. Kedatangan Yesus ke dunia menjadi janji Allah yang dinubuatkan dari satu nabi ke nabi yang lain. Kedatangan Yesus memang didambakan, dirindukan oleh umat manusia dari segala bangsa (Hag 2:8).
Yesus yang datang melalui keluarga Kudus Nazaret, dengan sendirinya mengangkat martabat keluarga-keluarga baik dan saleh dari martabat insani ke martabat ilahi. Keluarga sumber dan asal hidup sekaligus membawa rahmat keselamatan baginya.
Karena itu panggilan hidup berkeluarga dan setelah disatukan Allah dalam Sakramen Perkawinan tidak hanya menampakkan yang ragawi melainkan mereka sesungguhnya menampakkan wajah Allah sendiri di dalam keluarga. Jejak keluarga melalui silsilah Kristus mengungkapkan cinta Tuhan yang tak terbatas dalam sejarah keluarga. Hanya dalam dan melalui keluarga yang saleh Allah mengungkapkan cinta kasih dan keselamatan-Nya.
Doa dan Harapan untuk Keluarga
Yakub anak Ishak mengumpulkan anak-anaknya dan berbicara kepada mereka. "Berhimpunlah dan dengarlah; ya anak-anak Yakub, dengarlah kepada Israel, ayahmu." (Kej 49:2). Yakub berbicara khusus tentang Yehuda yang diberkati dengan ucapan, doa dan harapan yang baik. Hati Yehuda yang berbelas kasih mendatangkan berkat. Keluarga yang baik, rendah hati dan takut akan Allah selalu memperoleh berkat dan damai yang tak berkesudahan.
Pemazmur memberi tanggapan dalam madah pujiannya, "Kiranya keadilan berkembang dalam zamannya dan damai sejahtera berlimpah, sampai tidak ada lagi bulan." (Mzm 72:7-8).
Yesus bagian dari sejarah keselamatan umat manusia. Ia masuk situasi historis manusia untuk menebus dan menyelamatkannya. Ia Adam Baru yang datang menepis kuasa iblis untuk mengasihi ciptaan yang tertindas. Ia citra kebaikan dan kerahiman Allah. Yesus masuk dalam sejarah, kita berziarah menuju keselamatan. Keluarga-keluarga berperan penting dalam ziarah ini.
Puncak atau klimaks dari silsilah, Yesus Sang Harapan membawa keselamatan bagi semua manusia dari segala bangsa yang percaya kepada-Nya.
Setelah menemukan jejak Tuhan, bagaimana kita menanggapi Yesus dalam sejarah kita?
Selamat beraktivitas hari ini. Tuhan berkatimu semua.
Komentar
Kirim Komentar