Rupiah Melesat di Akhir Tahun 2025

Rupiah Melesat di Akhir Tahun 2025

Dunia bisnis menghadapi dinamika baru hari ini. Kabar mengenai Rupiah Melesat di Akhir Tahun 2025 menjadi informasi krusial bagi para pelaku pasar. Berikut rinciannya.
Rupiah Melesat di Akhir Tahun 2025

Rupiah Menguat Jelang Penutupan Tahun 2025

Pada penutupan perdagangan akhir tahun, Rabu (31/12/2025), nilai tukar atau kurs rupiah mengalami penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Berdasarkan data dari Bloomberg, rupiah ditutup pada level Rp16.680 per dolar AS, naik sebesar 91 poin atau 0,54 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp16.771 per dolar AS.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Selama perdagangan hari ini, rupiah dibuka di level Rp16.730 per dolar AS dan bergerak dalam rentang antara Rp16.680 hingga Rp16.743 per dolar AS. Pergerakan tersebut mencerminkan kondisi pasar yang stabil meskipun ada beberapa faktor yang memengaruhi fluktuasi mata uang lokal.

Faktor Pemicu Gejolak Pasar

Menurut pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi, pergerakan pasar pada akhir tahun ini dipengaruhi oleh rilis risalah rapat kebijakan Bank Sentral AS (Federal Reserve) bulan Desember. Risalah tersebut menunjukkan adanya perbedaan pandangan yang cukup tajam di antara para pembuat kebijakan terkait arah suku bunga pada tahun 2026.

"Pasar terguncang oleh rilis risalah rapat kebijakan Federal Reserve bulan Desember, yang mengungkapkan perbedaan pendapat yang mendalam di antara para pembuat kebijakan mengenai arah suku bunga pada tahun 2026," ujar Ibrahim.

Kebijakan Suku Bunga yang Terbelah

Ibrahim menjelaskan bahwa meskipun Federal Reserve memangkas suku bunga sebesar seperempat poin persentase pada rapat Desember, risalah tersebut menunjukkan bahwa sebagian pejabat mulai lebih berhati-hati terhadap pelonggaran lanjutan.

"Beberapa pejabat semakin berhati-hati untuk melakukan pelonggaran lebih lanjut, dengan alasan tekanan inflasi yang tinggi dan ketidakpastian mengenai prospek ekonomi," kata dia.

Di sisi lain, sejumlah pejabat menilai bahwa kebijakan moneter yang terlalu ketat berisiko menekan pertumbuhan ekonomi secara berlebihan apabila dipertahankan terlalu lama.

Proyeksi Pergerakan Rupiah di Awal 2026

Pada penutupan perdagangan sore ini, rupiah ditutup menguat 91 poin, setelah sebelumnya sempat menguat hingga 95 poin, di level Rp16.680 per dolar AS. Meski demikian, untuk perdagangan pada Jumat (2/12/2026), Ibrahim memperkirakan rupiah akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah terbatas di rentang Rp16.680 hingga Rp16.710 per dolar AS.

Perkembangan Lain Mengenai Rupiah

Selain itu, ada beberapa informasi tambahan mengenai rupiah yang layak diketahui. Di antaranya adalah situasi transaksi yang cenderung sepi menjelang akhir tahun, sehingga memengaruhi pergerakan nilai tukar. Beberapa mata uang juga disebut sebagai yang paling sulit dipalsukan, dan rupiah termasuk dalam daftar tersebut.


Kesimpulan: Semoga informasi mengenai Rupiah Melesat di Akhir Tahun 2025 ini bermanfaat bagi keputusan bisnis Anda. Salam sukses dan pantau terus perkembangan pasar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar