Siklon 93S Mengancam Banten dan Jawa Barat, Ini Bahayanya

Siklon 93S Mengancam Banten dan Jawa Barat, Ini Bahayanya

Jagat maya sedang heboh membicarakan topik ini. Banyak netizen yang penasaran kebenaran di balik Siklon 93S Mengancam Banten dan Jawa Barat, Ini Bahayanya. Berikut fakta yang berhasil kami kumpulkan.


Bibit Siklon 93S yang terbentuk di Samudera Hindia bagian selatan Jawa kini bergerak ke arah barat daya, menuju Banten dan Jawa Barat. Apa dampaknya terhadap cuaca di Indonesia?

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Bibit siklon merupakan fase awal dari pembentukan siklon tropis. Jika berkembang menjadi siklon tropis, kecepatan angin akan meningkat menjadi minimal 63 kilometer per jam, dengan putaran yang sangat cepat.

BMKG melalui akun Instagramnya menyebutkan bahwa peluang Bibit Siklon 93S menjadi siklon meningkat dalam 24 jam ke depan. Pada 16 Desember, peluangnya masih rendah, namun mulai 17 Desember, peluangnya naik menjadi sedang hingga tinggi.

“Potensi menjadi siklon tropis ini dapat meningkatkan kecepatan angin di sekitar sistem hingga mencapai lebih dari 25 knot (46,3 kilometer per jam) di perairan selatan Jawa Timur hingga Nusa Tenggara Timur,” demikian disampaikan BMKG.

Kondisi atmosfer yang aktif dan kompleks ini berpotensi memicu pertumbuhan awan hujan yang semakin besar dan menghasilkan cuaca ekstrem seperti hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai kilat atau petir, angin kencang, serta gelombang laut tinggi di beberapa wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan.

Proyeksi Cuaca Selama 19–21 Desember

Waspada (hujan sedang):
Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, DK Jakarta, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Tengah, dan Papua.

Siaga (hujan lebat hingga sangat lebat):
Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.

Angin kencang:
Kepulauan Riau, Kepulauan Bangka Belitung, Jambi, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Maluku, Sulawesi Selatan, dan Papua Selatan.

Proyeksi Cuaca Selama 22–25 Desember

Waspada (hujan sedang):
Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, DK Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua.

Siaga (hujan lebat hingga sangat lebat):
Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.

Angin kencang:
Kepulauan Riau, Sumatra Barat, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Bali, Sulawesi Selatan, dan Maluku.

Penjelasan dari Pakar Klimatologi

Erma Yulihastin, pakar klimatologi dari BRIN, menjelaskan bahwa Bibit Siklon Tropis 93S adalah yang paling lama bertahan karena terblokir oleh fenomena Southerly Surge. Fenomena ini merupakan aliran angin skala mesoskopik dari belahan Bumi selatan yang bergerak ke arah ekuator, membawa udara yang lebih kuat dari kondisi normal dan memengaruhi dinamika atmosfer di wilayah yang dilaluinya.

Southerly Surge memiliki kemiripan dengan cold surge atau angin dingin dari utara, tetapi berasal dari selatan. Fenomena ini bisa memicu perubahan pola curah hujan, termasuk penurunan hujan atau kondisi monsoon break di beberapa area Indonesia.

“Fenomena Southerly Surge juga saling memperkuat dengan Bibit Siklon Tropis 93S. Jaraknya relatif dekat dengan daratan, sehingga dampaknya bisa signifikan,” ujar Erma melalui akun X pada Rabu (17/12).

Kesimpulan: Bagaimana menurut Anda kejadian ini? Jangan lupa share artikel ini agar teman-teman Anda tidak ketinggalan berita heboh ini.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar