
Seorang tokoh penting dalam dunia keuangan dan pemerintahan, Menteri Keuangan periode 2016 hingga 2025, Sri Mulyani Indrawati, telah ditunjuk sebagai pengajar dalam sebuah program fellowship di Blavatnik School of Government, sebuah sekolah kebijakan publik yang merupakan bagian dari University of Oxford, Inggris. Penunjukan ini menjadi langkah baru dalam perjalanan karier Sri Mulyani, yang sebelumnya dikenal sebagai mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Perjalanan karier baru Sri Mulyani itu diumumkan melalui laman resmi Blavatnik School of Government. Ia akan mulai bergabung dengan institusi tersebut pada tahun 2026. Program fellowship ini dirancang khusus untuk para pemimpin global yang sedang bertransisi dari memimpin negara mereka ke tahap berikutnya dalam perjalanan kepemimpinan publik mereka. Dengan posisinya sebagai dosen tamu, Sri akan memiliki kesempatan untuk mengajar para pemimpin global saat ini maupun masa depan.
Dalam pernyataannya, Sri menyatakan bahwa bergabung dengan World Leaders Fellow di Universitas Oxford merupakan kehormatan baginya. Ia menilai bahwa institusi ini mampu menggabungkan perspektif beragam untuk merefleksikan kebijakan publik serta tantangan tata kelola yang dihadapi di seluruh dunia. "Saya berharap dapat berkontribusi, berbagi pengalaman sambil terus belajar, dan mendukung generasi berikutnya sebagai pembuat kebijakan sehingga mereka siap memimpin dengan integritas, kompetensi, dan martabat dalam lingkungan yang semakin kompleks," ujarnya seperti dikutip dari laman resmi Blavatnik School of Government.
Sri akan mengisi program sebagai dosen tamu selama setahun. Dekan Pendiri Blavatnik School Ngaire Woods menyambut kehadiran Sri yang dianggap memiliki pengalaman luas dalam kebijakan ekonomi global. "Mahasiswa kami berasal dari lebih dari 60 negara di seluruh dunia untuk mengasah keterampilan mereka dalam pelayanan publik, termasuk jabatan publik, dan saya sangat senang bahwa mereka akan memiliki kesempatan untuk belajar darinya," ujar Ngaire.
Latar belakang Sri Mulyani yang merupakan Menteri Keuangan pertama yang pernah menjabat di bawah tiga presiden secara berturut-turut juga menjadi pertimbangan. Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Direktur Eksekutif dan Kepala Operasional di Bank Dunia, di mana ia bertanggung jawab atas operasional Bank Dunia di seluruh dunia. Pengalamannya bekerja sama erat dengan negara-negara klien dan negara anggota untuk mengatasi tantangan pembangunan juga menjadi nilai tambah dalam penunjukannya sebagai dosen tamu di Oxford.
Selain itu, Sri juga memiliki pengalaman dalam mengembangkan kebijakan yang bertujuan untuk mendukung tujuan Bank Dunia dalam mengakhiri kemiskinan dan mempromosikan kemakmuran. Hal ini menjadikannya sebagai sosok yang layak untuk memberikan wawasan dan pandangan tentang tantangan global yang dihadapi oleh negara-negara di berbagai belahan dunia.
Meskipun penunjukan ini telah diumumkan secara resmi, Tempo masih berupaya mengonfirmasi Sri Mulyani mengenai detail karier dan jabatan barunya di Oxford tersebut. Namun, hingga artikel ini ditulis, ia belum memberikan respons.
Komentar
Kirim Komentar