
PT Perta Life Insurance (PertaLife Insurance) akan menerapkan sejumlah strategi untuk meningkatkan kinerja asuransi kesehatan pada 2026. Direktur Utama PertaLife Insurance, Hanindio Hadi, menjelaskan bahwa penerapan strategi ini juga disesuaikan dengan ketentuan Peraturan OJK (POJK) mengenai Ekosistem Asuransi Kesehatan yang diharapkan berlaku tahun depan.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Strategi Pengelolaan Risiko dan Desain Produk
Hanindio menyatakan bahwa perusahaan akan fokus pada penerapan manajemen risiko yang lebih ketat, penguatan desain produk, serta peningkatan efisiensi pengelolaan klaim pada 2026. Dari sisi produk, perusahaan akan melakukan repricing secara bertahap dengan pendekatan aktuaria yang lebih konservatif berbasis data pengalaman klaim per segmen.
Selain itu, desain produk juga diperbarui melalui penyediaan opsi tanpa risk sharing maupun produk dengan skema risk sharing atau co-payment yang terukur. Misalnya, 5% dengan batas plafon tertentu.
Penyesuaian Struktur Manfaat
Dari sisi struktur manfaat, PertaLife Insurance akan menyesuaikan mulai dari limit tahunan dan sub-limit per jenis manfaat, masa tunggu yang proporsional, hingga penambahan manfaat seperti medical check-up dan telemedicine untuk meningkatkan value proposition bagi nasabah.
Penguatan Underwriting dan Manajemen Risiko Teknis
Dalam penguatan underwriting dan manajemen risiko teknis, PertaLife Insurance akan memperkuat medical underwriting, termasuk penanganan pre-existing condition, deklarasi kesehatan, serta segmentasi risiko presisi pada klien korporasi. Perusahaan juga akan mengimplementasikan case management dan utilization review di fasilitas kesehatan guna mengendalikan durasi perawatan dan jenis tindakan, serta menerapkan perluasan jaringan provider dan sistem tiering (silver, gold, dan platinum) yang disesuaikan dengan struktur premi dan profil risiko.
Optimisasi Kemitraan dan Koordinasi Manfaat
Selanjutnya, PertaLife Insurance juga akan melakukan optimalisasi kemitraan provider dan koordinasi manfaat atau Coordination of Benefit (CoB) dengan BPJS Kesehatan. Terkait hal itu, Hanindio menyampaikan bahwa perusahaan akan menyiapkan mekanisme CoB yang sejalan dengan skema indikatif OJK–BPJS, yang mana manfaat asuransi berfungsi sebagai top-up atas Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan bukan substitusi penuh.
Tarif Berbasis Paket untuk Prosedur Berbiaya Tinggi
Selain itu, PertaLife akan menegosiasikan tarif berbasis paket (case-based) untuk prosedur berbiaya tinggi, seperti kanker dan kardiovaskular. Hal itu dilakukan guna menekan laju inflasi medis, serta ditujukan untuk kepentingan jangka panjang nasabah dan industri.
Pemanfaatan Data Analytics dan Health Management
Dari sisi pemanfaatan data analytics dan health management, Hanindio menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan pengembangan dashboard klaim real-time yang difokuskan untuk masing-masing nasabah atau perusahaan, diagnosis, provider, maupun kanal layanan. Sistem tersebut berfungsi sebagai early warning terhadap potensi lonjakan klaim.
Perusahaan juga akan memperkuat program wellness dan disease management, mulai dari Ethics Decision Making (EDM), skrining berkala, hingga edukasi gaya hidup sehat khususnya untuk klien korporasi, demi menurunkan frekuensi klaim dalam jangka menengah.
Peningkatan Tata Kelola dan Pengalaman Nasabah
PertaLife Insurance juga akan berupaya meningkatkan tata kelola dan pengalaman nasabah untuk tahun depan. Hanindio menjelaskan bahwa pihaknya akan memperkuat transparansi informasi produk, seperti penjelasan fitur risk sharing dan masa tunggu pada awal masa pertanggungan, guna meminimalkan potensi sengketa. Selain itu, proses pre-admission, approval, dan e-claim juga didorong menuju digitalisasi penuh guna mempercepat layanan sekaligus mengurangi risiko fraud.
Kontribusi Lini Asuransi Kesehatan
Terkait kinerja terakhir, Hanindio menyebut lini asuransi kesehatan menjadi penopang kinerja PertaLife Insurance hingga kuartal III-2025. Oleh karena itu, PertaLife Insurance menyatakan masih akan berfokus menggarap lini asuransi kesehatan ke depannya.
Berdasarkan data hingga kuartal III-2025, lini asuransi kesehatan memberikan kontribusi sekitar 31% terhadap total premi bruto perusahaan. Nilainya sebesar Rp 164,07 miliar dari total premi bruto Rp 536,46 miliar.
"Porsi tersebut menegaskan bahwa bisnis asuransi kesehatan apabila dikelola dengan bijak, merupakan salah satu kontributor utama pertumbuhan perusahaan dan tetap menjadi fokus dalam beberapa tahun mendatang," kata Hanindio.
Komentar
Kirim Komentar