Tarif RI-AS Terus Berjalan, Airlangga Berkunjung ke Washington untuk Perundingan

Tarif RI-AS Terus Berjalan, Airlangga Berkunjung ke Washington untuk Perundingan

Dunia bisnis menghadapi dinamika baru hari ini. Kabar mengenai Tarif RI-AS Terus Berjalan, Airlangga Berkunjung ke Washington untuk Perundingan menjadi informasi krusial bagi para pelaku pasar. Berikut rinciannya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Rencana Kunjungan Menteri Koordinator Perekonomian ke Amerika Serikat

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto rencananya akan melakukan perjalanan ke Amerika Serikat (AS) pada Rabu (17/12). Tujuan dari kunjungan ini adalah untuk berbicara langsung dengan United States Trade Representative (USTR) dalam rangka melanjutkan pembahasan mengenai kesepakatan tarif perdagangan yang saat ini sedang mengalami penundaan.

Airlangga menyampaikan bahwa tim negosiator Indonesia sudah berada di AS dan telah memulai pembahasan teknis. "Tim sudah sampai di AS dan mereka sudah mulai bicara, saya lusa akan berangkat ke sana," ujar Airlangga di Istana Merdeka Jakarta pada Senin (15/12).

Ia menekankan bahwa target pengecualian tarif untuk komoditas tertentu tetap dipertahankan pada angka 0%. Dengan demikian, komoditas-komoditas tersebut dapat masuk ke pasar AS tanpa dikenakan tarif tambahan. Beberapa contoh komoditas yang termasuk dalam pembahasan ini antara lain minyak kelapa sawit dan kakao.

Pembahasan Bilateral Mengenai Kelapa Sawit

Ketua Umum Partai Golkar 2017-2024 ini menyebutkan bahwa komoditas kelapa sawit termasuk dalam pembahasan bilateral yang masih dibahas secara khusus. "Tapi khusus kelapa sawit masuk ke bilateral. Ini yang akan dibahas," ujar Airlangga.

Pembahasan ini menjadi fokus utama karena komoditas kelapa sawit memiliki peran penting dalam perdagangan Indonesia dengan AS. Airlangga berharap agar kesepakatan ini dapat segera mencapai titik akhir.

Tantangan dalam Kesepakatan Tarif Perdagangan

Sebelumnya, terdapat informasi bahwa kesepakatan perjanjian tarif perdagangan sebesar 19% untuk barang asal Indonesia yang masuk ke AS terancam batal. Seorang pejabat AS kepada Reuters menyampaikan bahwa Indonesia mulai menarik kembali sejumlah komitmen yang sebelumnya disepakati pada Juli lalu.

“Mereka menarik diri dari apa yang sudah kami sepakati pada Juli,” kata pejabat yang berbicara dengan syarat anonim, sebagaimana diberitakan oleh Reuters pada Selasa (9/12). Pejabat tersebut tidak merinci komitmen spesifik yang kini dipersoalkan oleh Indonesia.

Penurunan Tarif Perdagangan

Pemerintah AS lewat Joint Statement di laman The White House pada 22 Juli lalu mengumumkan penurunan tarif perdagangan bagi barang asal Indonesia yang masuk ke pasar Amerika Serikat. Dalam pernyataan itu, Washington menetapkan tarif turun dari 32% menjadi 19%.

Keputusan ini muncul sebagai imbalan atas kesediaan Indonesia menghapus tarif lebih dari 99% barang asal Amerika Serikat serta mencabut seluruh hambatan non-tarif yang sebelumnya membatasi aktivitas perusahaan-perusahaan AS di Indonesia.

Perubahan yang Diajukan oleh Indonesia

Pejabat AS yang berbicara kepada Reuters mengatakan bahwa pejabat-pejabat Indonesia telah memberi tahu Perwakilan Dagang AS (USTR), Jamieson Greer, bahwa Jakarta tidak dapat menyetujui sejumlah komitmen yang bersifat mengikat dan ingin merumuskan ulang kesepakatan tersebut.

Lebih jauh, pejabat AS itu menilai perubahan yang diajukan Jakarta berpotensi menghasilkan perjanjian yang lebih merugikan Amerika Serikat dibandingkan kesepakatan dagang terbaru Washington dengan Malaysia dan Kamboja.

Laporan Financial Times

Pernyataan tersebut sekaligus menguatkan laporan Financial Times yang terbit lebih awal pada Selasa. Financial Times melaporkan para pejabat AS menilai Indonesia mundur dari kesepakatan untuk menghapus hambatan non-tarif terhadap ekspor industri dan pertanian Amerika Serikat.

Dengan situasi ini, proses negosiasi antara Indonesia dan AS terkait kesepakatan tarif perdagangan akan menjadi fokus utama dalam beberapa waktu ke depan. Airlangga diharapkan dapat membawa hasil yang positif dalam diskusi ini.

Kesimpulan: Semoga informasi mengenai Tarif RI-AS Terus Berjalan, Airlangga Berkunjung ke Washington untuk Perundingan ini bermanfaat bagi keputusan bisnis Anda. Salam sukses dan pantau terus perkembangan pasar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar