
Jordan Mintah Mundur dari Pemusatan Latihan Timnas Malaysia
Pemain naturalisasi asal Ghana, Jordan Mintah, baru-baru ini meninggalkan kamp pelatihan Timnas Malaysia. Keputusan ini diambil karena ia belum pulih sepenuhnya dari cedera yang dialaminya. Sebelumnya, Mintah sempat berlatih bersama Harimau Malaya pada sesi latihan Oktober 2025, namun tidak terdaftar untuk bermain dalam dua pertandingan melawan Laos.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Mundurnya Mintah menimbulkan banyak tanda tanya bagi para penggemar sepak bola Malaysia. Meskipun cedera menjadi alasan utama, sejak awal September, pemain berusia 30 tahun itu telah bermain dalam sembilan laga untuk Kuching City Club (Malaysia). Hal ini membuat banyak orang meragukan kebenaran alasan tersebut.
Menurut pelatih Timnas Malaysia, Peter Cklamovski, ada faktor lain yang menyebabkan Jordan Mintah tidak bisa bergabung. Ia menjelaskan bahwa Mintah masih memiliki beberapa dokumen yang perlu diselesaikan. "Sejauh yang saya pahami, Jordan Mintah masih memiliki beberapa dokumen harus diselesaikan," ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa proses naturalisasinya dianggap sudah memasuki tahap akhir.
Jordan Mintah telah bergabung dengan Timnas Malaysia dua kali tanpa benar-benar menyelesaikan proses naturalisasi. Ini menunjukkan bahwa FAM (Federasi Sepak Bola Malaysia) sangat berhati-hati dalam mengelola administrasi pemain naturalisasi, terutama setelah adanya hukuman FIFA terhadap tujuh pemain warisan.
Media Malaysia, New Straits Times, melaporkan bahwa FAM kini bertindak seperti "burung yang takut pada cabang melengkung." Mereka sangat hati-hati dalam mempersiapkan dokumen-dokumen yang diperlukan. Dengan kehati-hatian ini, Jordan Mintah tidak diajak bermain dalam dua pertandingan melawan Laos, sehingga menghindari risiko didiskualifikasi karena menggunakan pemain tanpa catatan sah.
Jordan Mintah adalah keturunan Ghana dan telah bermain sepak bola di Malaysia sejak 2020. Menurut aturan FIFA, setelah tinggal selama lima tahun di Malaysia, ia berhak menjadi warga negara naturalisasi dan bermain untuk Harimau Malaya. Kasus serupa juga dialami striker Nguyen Xuan Son di Timnas Vietnam.
Namun, Jordan Mintah tetap harus menunggu hingga semua prosedur selesai sebelum ia memenuhi syarat untuk bermain untuk tim nasional Malaysia. Tanpa tujuh pemain yang terkena sanksi FIFA dan kasus Jordan Mintah, Timnas Malaysia masih memiliki 11 pemain naturalisasi dalam sesi latihan November 2024.
Para pemain naturalisasi ini diharapkan tetap memegang peran penting dalam sistem yang dibangun oleh pelatih Peter Cklamovski. Di lini pertahanan, pelatih memiliki Dion Cools, mantan pemain timnas Belgia U21 yang saat ini bermain untuk Cerezo Osaka. Bersama nama-nama berpengalaman seperti Matthew Davies, Junior Eldstal, dan La'Vere Corbin-Ong, pemain mencetak gol melawan Vietnam Juni lalu.
Di lini tengah, Timnas Malaysia diperkuat oleh bintang kelahiran Brasil Endrick, mantan pemain internasional Finlandia U17 Nooa Laine. Selain itu, ada mantan lulusan akademi Southampton Stuart Wilkin dan mantan lulusan akademi River Plate Ezequiel Aguero.
Di lini serang, pelatih Peter Cklamovski menunjuk striker Brasil, Paulo Josue. Meskipun berusia 36 tahun, Paulo Josue masih mempertahankan performa yang stabil. Ia telah mencetak 10 gol dalam 27 penampilan untuk tim Malaysia.
Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) belum membuat keputusan akhir terkait kekalahan dalam dua pertandingan melawan Vietnam dan Nepal. Namun, Timnas Malaysia masih berada di puncak Grup F Kualifikasi Piala Asia 2027 dengan rekor sempurna. Pada 18 November, tim kuning akan menjamu Nepal pada leg kedua di Stadion Kukit Jalil.
Komentar
Kirim Komentar