
Menjadi seorang penulis adalah impian banyak orang. Bisa saja tulisan kita dibaca dan menjadi inspirasi bagi banyak orang, terlebih saat ini media massa cetak maupun daring masih memberikan peluang bagi pembaca umum untuk menjadi kontributor artikel. Selain itu, kita juga bisa menyampaikan gagasan melalui blog pribadi atau platform seperti aiotrade.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Sebagai seorang penulis, saya pernah mendapatkan penghasilan sampingan selama aktif menulis di aiotrade yang menawarkan hadiah uang serta sering mengadakan lomba penulisan dan pembuatan konten. Selain itu, kita juga bisa membangun situs sendiri dan mencari keuntungan dari sana.
Bagaimana cara menulis opini media massa hingga dapat penghasilan dan kebahagiaan? Berikut adalah ulasan lengkap berdasarkan pengalaman pribadi sebagai kreator naskah dan narablog.
Saat ini, kita bisa mengirimkan tulisan opini kita ke berbagai media massa nasional maupun lokal. Ada juga berbagai situs berita dan situs dengan bidang tertentu. Beberapa media cetak dan daring yang menerima naskah opini antara lain Kompas, The Jakarta Post, Jawa Pos, The Conversation Indonesia, Media Indonesia, Suara Merdeka, dan Kedaulatan Rakyat (Daerah Istimewa Yogyakarta). Untuk artikel dalam bahasa Inggris, kita bisa mengirimkannya ke majalah Tempo.
Kita juga bisa mengirimkan feature, artikel lepas, karya fiksi, dan aneka ulasan spesifik ke berbagai situs. Contohnya, aiotrade, Kumparan.com, Suara.com, Beritasatu.com, IDN Times, Netralnews.com, Sediksi.com, Mojok.co, Remotivi, VoxPop.id, Nongkrong.co, Jurno.id, Semilir.co, Bacapetra, Basabasi.co, dan sebagainya. Terdapat pula beberapa situs keagamaan dan hobi.
Kiat Menulis Opini
-
Pilih tema aktual
Topik yang relevan dan up-to-date menjadi kunci dalam penulisan opini. Tema bisa berubah hanya dalam satu hari saja, jadi kita harus siap menulis secara antisipatif. Misalnya, menjelang peringatan hari nasional tertentu, kita bisa mempersiapkan tulisan opini terlebih dahulu. Seorang penulis opini harus terus memantau topik terkini melalui media sosial. Kita juga bisa memanfaatkan Google Trends untuk melihat topik yang sedang tren. -
Menyusun logika opini
Logika opini sangat penting. Caranya, lihat topik dari berbagai sudut pandang. Contoh, topik tentang influencer anak (kidsfluencer) bisa diulas dari sisi hukum, psikologi, dan etika media. Kembangkan logika opini dari berbagai perspektif. Baca sumber-sumber seperti buku, artikel ilmiah, dan data statistik. -
Menyusun paragraf secara padu
Paragraf yang baik memiliki satu gagasan pokok yang dijelaskan dalam beberapa kalimat penjelas. Biasanya, satu kalimat pokok diikuti maksimal tiga atau empat kalimat penjelas. Paragraf bisa bersifat deduktif, induktif, atau campuran. Deduktif berarti kalimat pokok ditempatkan di awal paragraf, sedangkan induktif berarti pokok pikiran ditempatkan di akhir. -
Menghitung jumlah kata
Setiap media massa memiliki batas jumlah kata yang berbeda-beda. Perhatikan dan sesuaikan dengan artikel yang sudah tayang di media tersebut. Gunakan fitur word counter untuk memastikan jumlah kata sesuai. -
Mempercantik dengan pepatah dan ilustrasi
Tulisan opini yang baik biasanya memuat bagian yang diperindah dengan pepatah atau ilustrasi. Ilustrasi bisa berupa pengalaman pribadi, potongan lirik lagu, atau contoh nyata. -
Mengirim ke media massa yang sesuai dengan karakter naskah
Di Indonesia, ada berbagai media massa dengan ciri khas masing-masing. Ada yang menawarkan opini serius seperti Kompas, aiotrade, Detik, Kumparan, dan Remotivi. Ada pula yang lebih ringan tapi tetap bernilai seperti Mojok.co. Sesuaikan pemilihan media dengan karakter naskah kita. -
Buat surat pengantar yang efektif
Saat mengirim naskah opini ke surat kabar atau majalah cetak, biasanya kita perlu menulis surat pengantar kepada redaksi. Surat pengantar ini sebaiknya mencakup pokok pemikiran, kebaruan (jika ada), atau aktualitas opini. Juga, sertakan keterangan bahwa naskah asli dan belum pernah dipublikasikan. Tambahkan informasi identitas dan nomor rekening. Cukup satu halaman dengan empat paragraf.
Membangun Portofolio
Cari informasi sendiri di internet mengenai alamat surel, tata cara pengiriman naskah, serta apakah ada honorarium. Intinya, bangun portofolio dan asah keterampilan dengan menulis di sejumlah tempat terlebih dahulu. Barulah nanti menyasar media bergengsi sebagai "puncak" pencapaian.
Selain itu, cukup banyak perlombaan menulis yang diselenggarakan di Indonesia maupun dunia. Pantau akun-akun Instagram kepenulisan dengan tagar seperti #lombamenulis. Selamat berproses.
Bobby Steven. Penulis buku "Kiat Jitu Menulis Opini Media Massa dan Blog".
Komentar
Kirim Komentar