TKA Bukan Hanya Ujian, Gogot Suharwoto Ajak Siswa Kenali Potensi Diri

Dunia hiburan kembali membuat heboh netizen. Kali ini beredar kabar tentang TKA Bukan Hanya Ujian, Gogot Suharwoto Ajak Siswa Kenali Potensi Diri yang menjadi trending. Cek faktanya.
TKA Bukan Hanya Ujian, Gogot Suharwoto Ajak Siswa Kenali Potensi Diri

Peninjauan TKA di SMAN 6 Denpasar

\n

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (Dirjen PAUD Dikdasmen) Gogot Suharwoto melakukan peninjauan terhadap pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di SMAN 6 Denpasar, Bali. Kegiatan ini menjadi perhatian khusus karena dirinya menilai bahwa TKA bukan hanya sekadar ujian, tetapi juga sarana penting bagi siswa untuk memahami potensi dan kemampuan diri mereka sendiri.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

\n

Selama kunjungannya, Gogot mengamati antusiasme dan kepercayaan diri para siswa yang mengikuti TKA. Ia menyampaikan bahwa anak-anak terlihat bersemangat dan percaya diri dalam menghadapi tes tersebut. “Ini bukan ujian kelulusan, tapi kesempatan untuk mengenali kemampuan diri sendiri,” katanya dalam pernyataan resmi di Jakarta pada Jumat.

\n

Gogot menekankan bahwa TKA adalah tes nasional yang dirancang untuk membantu siswa memahami bidang-bidang kemampuan masing-masing. Hal ini akan memberikan dasar yang kuat bagi mereka dalam menentukan arah pendidikan dan karier di masa depan. Ia menambahkan bahwa TKA tidak bersifat wajib dan tidak menentukan kelulusan. Namun, hasil dari tes ini bisa menjadi cermin bagi siswa untuk mengetahui kemampuan yang perlu ditingkatkan.

\n

Dalam pelaksanaan TKA, sekolah memastikan setiap ruang ujian memiliki satu proktor dan dua pengawas dari sekolah lain. Selain itu, soal yang digunakan berbeda di setiap komputer, untuk menjaga integritas dan keadilan asesmen. TKA diselenggarakan dengan berbagai mode, termasuk daring penuh, semi daring, maupun luring. Sekolah yang belum memiliki laboratorium komputer dapat meminjam fasilitas dari sekolah lain agar semua siswa dapat mengikuti tes tanpa terkendala sarana.

\n

Di SMAN 6 Denpasar, sebanyak 347 siswa mengikuti TKA dalam tiga sesi hingga sore hari. Gogot juga meninjau program revitalisasi satuan pendidikan di sekolah tersebut, meliputi pembangunan perpustakakan, ruang OSIS, dan toilet. Program ini merupakan bagian dari instruksi presiden yang menyasar lebih dari 16.400 sekolah di Indonesia dengan anggaran total sekitar Rp16 triliun.

\n

“Progres di sini sudah sekitar 85 persen dan ditargetkan rampung pada awal Desember,” kata Gogot. Ia menilai bahwa progres yang dicapai di SMAN 6 Denpasar cukup baik dan menjadi contoh yang baik bagi sekolah-sekolah lain.

\n

Kepala SMAN 6 Denpasar, I Ketut Suendi, menyambut baik kunjungan Dirjen Gogot. Ia memastikan seluruh sarana, prasarana, dan dukungan jaringan internet telah siap, sehingga pelaksanaan TKA berjalan lancar. Kegiatan ini diharapkan menjadi contoh bagaimana tes akademik dapat menjadi pengalaman belajar yang positif dan bermanfaat bagi pengembangan diri siswa.

\n

Persiapan dan Pelaksanaan TKA

\n

Beberapa hal penting yang dilakukan oleh sekolah dalam mempersiapkan pelaksanaan TKA adalah:

\n
    \n
  • Pengawasan ketat: Setiap ruang ujian memiliki satu proktor dan dua pengawas dari sekolah lain. Hal ini bertujuan untuk memastikan proses ujian berjalan dengan adil dan transparan.
  • \n
  • Variasi mode ujian: TKA diselenggarakan dengan berbagai mode, termasuk daring penuh, semi daring, maupun luring. Hal ini memberikan fleksibilitas bagi siswa dalam mengikuti tes.
  • \n
  • Fasilitas yang memadai: Sekolah yang belum memiliki laboratorium komputer dapat meminjam fasilitas dari sekolah lain. Ini memastikan semua siswa dapat mengikuti tes tanpa terkendala sarana.
  • \n
\n

Proses Revitalisasi Sekolah

\n

Program revitalisasi satuan pendidikan yang dilakukan di SMAN 6 Denpasar mencakup beberapa aspek penting, seperti:

\n
    \n
  • Pembangunan perpustakaan: Perpustakaan menjadi salah satu fasilitas utama yang diperbaiki untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.
  • \n
  • Ruang OSIS: Ruang OSIS dibangun sebagai tempat berkumpul dan beraktivitas bagi siswa.
  • \n
  • Perbaikan toilet: Fasilitas toilet juga diperbaiki untuk meningkatkan kenyamanan dan kebersihan lingkungan sekolah.
  • \n
\n


\n

Kesimpulan: Nantikan update selanjutnya dari artis favorit Anda. Jangan lupa untuk share berita ini ke sesama fans.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar