
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Ancaman Presiden AS terhadap Hamas
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan pernyataan yang mengejutkan mengenai situasi di Gaza. Ia menyatakan akan memasuki wilayah tersebut dan membunuh anggota Hamas jika mereka terus melakukan pembunuhan terhadap warga di Gaza. Pernyataan ini disampaikan pada Kamis (16/10/2025), yang terjadi di tengah upaya menjaga gencatan senjata antara Hamas dan Israel.
Ancaman Trump muncul tiga hari setelah kesepakatan damai antara Israel dan Hamas ditandatangani. Informasi yang diperoleh menyebutkan bahwa Hamas menggunakan gencatan senjata untuk segera memperkuat kendali mereka di Gaza. Mereka dilaporkan menargetkan warga Palestina yang dianggap bekerja sama dengan tentara Israel selama konflik.
Dalam pernyataannya di media sosial Truth, Trump menulis: “Jika Hamas terus membunuhi orang-orang di Gaza, yang bukan merupakan bagian dari kesepakatan, kami tak memiliki pilihan kecuali masuk dan membunuh mereka.” Ia juga menambahkan, “Terima kasih atas perhatian Anda terkait masalah ini.”
Trump menjelaskan bahwa pasukan AS tidak akan terlibat langsung dalam ancaman tersebut. Ia menyatakan bahwa ada pihak lain yang sangat dekat dengan pemerintahnya dan akan melakukan tindakan tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa tindakan tersebut akan dilakukan di bawah pengawasan pihak AS.
Sebelumnya, Trump menyangkal kemungkinan keterlibatan pasukan AS dalam penjagaan perdamaian. Hal ini karena para negosiator mencapai kemajuan dalam mencari solusi permanen untuk mengakhiri perang. Namun, pernyataan terbaru Trump menunjukkan perubahan dari nada optimisnya setelah kesepakatan gencatan senjata diumumkan beberapa hari sebelumnya.
Pada satu titik, Trump menyatakan bahwa perang secara efektif telah berakhir. Namun, ia kini memperkuat bahasanya dengan mengizinkan Israel untuk memulai kembali perang di Gaza jika Hamas tidak memenuhi kesepakatan yang sudah dibuat.
Pada Rabu (15/10/2025), Trump mengatakan bahwa perang di Gaza bisa saja dimulai, saat ia mengizinkannya. Hal ini menunjukkan bahwa ia mulai bersikap lebih keras terhadap Hamas, meskipun sebelumnya ia mengabaikan laporan awal tentang tindakan keras yang dilakukan oleh kelompok tersebut terhadap geng di wilayah Palestina.
Trump sebelumnya mengatakan bahwa Hamas sedang menindak geng yang sangat jahat. Ia menegaskan bahwa hal itu tidak mengganggunya dan tidak masalah bagi dirinya. Namun, dalam beberapa hari terakhir, ia mulai meningkatkan nada peringatannya terhadap Hamas, dengan mengancam bahwa Israel dapat kembali memulai perang jika Hamas tidak mematuhi kesepakatan yang telah dibuat.
Perubahan sikap Trump ini menunjukkan ketidakpuasan terhadap tindakan Hamas, meskipun ia tetap berusaha menjaga hubungan baik dengan pihak-pihak terkait. Dengan ancaman yang semakin keras, Trump tampaknya siap untuk campur tangan jika situasi di Gaza memburuk lagi.
Komentar
Kirim Komentar