Trump Berharap Pertemuan dengan Xi Bawa Kesepakatan

Trump Berharap Pertemuan dengan Xi Bawa Kesepakatan

Isu politik kembali mencuat. Mengenai Trump Berharap Pertemuan dengan Xi Bawa Kesepakatan, publik menunggu dampak dan realisasinya. Simak laporannya.

Advertisement
AIOTrade App AIOTrade App

AIOTRADE

TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.

Pertemuan Trump dan Xi Jinping di APEC 2025: Harapan untuk Kesepakatan yang Komprehensif

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menunjukkan harapan besar terhadap pertemuannya dengan Presiden Tiongkok, Xi Jinping, dalam konferensi tingkat tinggi Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) di Gyeongju, Korea Selatan. Dalam perjalanan menuju Asia, Trump menyampaikan kepada para wartawan bahwa ia berharap dapat mencapai kesepakatan yang luas, termasuk mengenai pengurangan pembelian minyak Rusia oleh Tiongkok.

Pertemuan tersebut akan menjadi momen penting bagi kedua negara, terutama karena ketegangan yang semakin memuncak antara AS dan Tiongkok di berbagai sektor seperti perdagangan, teknologi, serta pembatasan bahan mentah. Hal ini meningkatkan taruhan pasar terhadap kunjungan Trump ke Asia kali ini.

Trump akan bertemu dengan Xi Jinping pada hari Kamis (30/10/2025) dalam rangkaian acara APEC. Sebelumnya, para negosiator AS dan Tiongkok telah melakukan pembicaraan perdagangan di Kuala Lumpur pada Sabtu (25/10/2025). Juru Bicara Departemen Keuangan AS menyebut pertemuan tersebut sebagai "sangat konstruktif." Tim yang dipimpin oleh Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan Wakil Perdana Menteri China He Lifeng berencana melanjutkan pembicaraan pada hari ini.

Pengurangan Pembelian Minyak Rusia oleh Tiongkok

Trump juga menyebutkan bahwa Tiongkok telah mengurangi pembelian minyak Rusia. Sebelumnya, perusahaan-perusahaan milik negara Tiongkok seperti Sinopec membatalkan beberapa pembelian minyak mentah Rusia yang dikirim lewat laut setelah AS memasukkan Rosneft PJSC dan Lukoil PJSC ke dalam daftar hitam.

“Saya mungkin akan membahasnya, tetapi Anda tahu, Tiongkok — mungkin Anda sudah lihat hari ini — Tiongkok secara signifikan mengurangi pembelian minyak Rusia, dan India menghentikannya sepenuhnya, dan kami telah memberlakukan sanksi,” ujar Trump, dikutip dari Bloomberg pada Minggu (26/10/2025).

Fokus pada Sektor Pertanian dan Ekspor Fentanyl

Trump menyatakan optimisme terhadap pertemuan dengan Xi Jinping. Ia menambahkan bahwa mereka akan membahas sektor pertanian serta ekspor komponen fentanyl dari Tiongkok. Pertemuan ini akan menjadi pertemuan langsung pertama antara pemimpin dua ekonomi terbesar dunia sejak Trump kembali ke Gedung Putih pada Januari lalu.

Sebelumnya, Trump dan Xi Jinping sempat berbicara setidaknya tiga kali tahun ini. Trump menekankan bahwa pembicaraan langsung adalah cara terbaik untuk menyelesaikan berbagai isu, termasuk tarif, pembatasan ekspor, pembelian hasil pertanian, perdagangan fentanyl, serta isu geopolitik seperti Taiwan dan perang di Ukraina.

“Kami akan membahas banyak hal. Saya rasa kami punya peluang yang sangat baik untuk mencapai kesepakatan yang sangat komprehensif,” ujarnya.

Kesiapan untuk Diskusi yang Intensif

Dengan adanya pertemuan yang dijadwalkan, kedua belah pihak telah bersiap untuk diskusi yang intensif. Pihak AS dan Tiongkok telah menunjukkan komitmen untuk menjaga dialog yang konstruktif. Para negosiator akan terus melanjutkan pembicaraan guna mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan.

Selain itu, isu-isu strategis seperti hubungan bilateral, perdagangan, dan stabilitas regional akan menjadi fokus utama dalam pertemuan tersebut. Dengan situasi geopolitik yang dinamis, kesepakatan yang diharapkan bisa menjadi langkah awal untuk meredakan ketegangan antara dua kekuatan besar dunia.

Potensi Dampak Ekonomi dan Politik

Kesepakatan yang berhasil dicapai dapat memiliki dampak signifikan terhadap perekonomian global. Dari sisi politik, pertemuan ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan diplomatik antara AS dan Tiongkok. Dengan adanya peningkatan kerja sama, kedua negara dapat bekerja sama dalam menangani isu-isu global yang saling berkaitan.

Pertemuan ini juga menjadi kesempatan bagi Trump dan Xi Jinping untuk menunjukkan komitmen mereka terhadap perdamaian dan stabilitas global. Dengan semua faktor tersebut, masyarakat internasional menantikan hasil dari pertemuan yang diharapkan dapat membawa perubahan positif bagi hubungan antara AS dan Tiongkok.

Kesimpulan: Mari kita kawal terus perkembangan isu ini. Suarakan pendapat Anda dengan bijak di kolom komentar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar