
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberikan peringatan tegas kepada kelompok Hamas bahwa mereka akan dihancurkan jika melanggar kesepakatan gencatan senjata dengan Israel. Ia menawarkan kesempatan bagi kelompok militer Palestina tersebut untuk menghormati perjanjian yang telah dibuat.
Wakil Presiden AS, JD Vance, segera berangkat ke Israel setelah pernyataan Trump. Ia bergabung dengan dua utusan tinggi AS setelah kekerasan akhir pekan lalu yang mengancam kestabilan gencatan senjata.
Trump mengatakan kepada wartawan di Gedung Putih saat menerima Perdana Menteri Australia Anthony Albanese pada Senin (20/10), "Kami membuat kesepakatan dengan Hamas bahwa mereka akan bersikap sangat baik, mereka akan berperilaku baik, dan mereka akan bersikap baik."
Ia menambahkan, "Dan jika tidak, kami akan pergi dan membasmi mereka, jika perlu. Mereka akan dibasmi, dan mereka tahu itu."

Trump turut serta dalam negosiasi kesepakatan Gaza hampir dua minggu lalu, tetapi kesepakatan tersebut terus menghadapi ancaman. Israel menuduh Hamas menunda penyerahan sandera yang tewas dan melakukan serangan.
Presiden AS juga memberi peringatan kepada Hamas untuk menghentikan eksekusi publik terhadap pesaing dan terduga kolaboratornya. Kelompok tersebut mencoba kembali menguasai wilayah Gaza.
Namun, Trump menegaskan bahwa pasukan Amerika tidak akan terlibat langsung dalam operasi melawan Hamas. Ia menyatakan bahwa puluhan negara yang setuju bergabung dengan pasukan stabilisasi internasional untuk Gaza akan siap melakukan tugas tersebut.
"Selain itu, Israel akan masuk dalam dua menit jika saya meminta mereka masuk," ujar Trump.
"Tapi saat ini, kami belum mengatakan itu. Kami akan memberinya sedikit kesempatan, dan semoga kekerasannya akan sedikit berkurang. Tapi saat ini, Anda tahu, mereka orang-orang yang kejam," tambahnya.
"Mereka menjadi sangat gaduh, dan mereka melakukan hal-hal yang seharusnya tidak mereka lakukan, dan jika mereka terus melakukannya, maka kami akan masuk dan membereskannya, dan itu akan terjadi dengan sangat cepat dan cukup keras," lanjutnya.
Trump mengatakan bahwa Hamas kini jauh lebih lemah, terutama karena pendukung regionalnya, Iran, kini kecil kemungkinannya untuk turun tangan atas nama Hamas setelah serangan AS dan Israel tahun ini.
"Mereka tidak lagi mendapat dukungan dari siapa pun. Mereka harus baik, dan jika mereka tidak baik, mereka akan dibasmi," tegas Trump.
Utusan khusus Trump, Steve Witkoff, dan menantu sekaligus penasihatnya, Jared Kushner, bertemu dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, pada hari Senin untuk membahas perkembangan terbaru di kawasan.
Vance dan istrinya, Usha, kemudian meninggalkan Washington menuju Israel tanpa memberikan komentar kepada wartawan. Mereka juga dijadwalkan bertemu dengan Netanyahu, seperti yang diungkapkan oleh kantor perdana menteri.
Komentar
Kirim Komentar