
Kiprah Ugen, Gadis Muda Pembawa Nafas Tari Tradisional di Brebes
Seorang gadis muda asal Brebes, Bougenvile Najwa Putri Azzahra, atau yang akrab disapa Ugen, kini menjadi sorotan publik setelah tampil dalam peringatan Hari Pahlawan di Komplek Besaran Eks Pabrik Gula Jatibarang pada Senin, 10 November 2025. Dengan usia 20 tahun, Ugen berhasil memukau penonton dengan tarian tradisional berjudul Mojang Priyangan.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Ugen mengungkapkan bahwa bakat seni tari sudah ia kuasai sejak masa kecilnya. "Sejak kelas 4 SD saya sudah aktif menari," ujarnya saat ditemui di Brebes, Rabu, 12 November 2025.
Bakat tari Ugen terus berkembang setelah bergabung dengan Sanggar Senam dan Tari ONGS Family, yang diasuh oleh Ny. Sholehah Ong di Desa Karangmalang, Kecamatan Ketanggungan. Keseriusannya dalam menekuni seni tari memberikan hasil yang luar biasa. Pada 2018, ia sukses meraih Juara 1 FLS2N tingkat Kabupaten Brebes, lalu mewakili daerahnya di tingkat provinsi pada 2019. Di ajang tersebut, Ugen berhasil masuk 10 besar terbaik se-Jawa Tengah.
Sayangnya, pandemi Covid-19 membuat kiprahnya sempat terhenti. "Waktu itu saya sudah SMA, tapi kegiatan seni dan belajar semua berhenti," kenang Ugen.
Namun semangat Ugen tidak pernah padam. Selain aktif dalam dunia tari, ia juga dikenal sebagai instruktur senam termuda di Jawa Tengah. Kini, Ugen membagikan ilmu menarinya kepada siswa di SDN Kedawung 01 Tanjung dan MA Ma’arif Ketanggungan melalui kegiatan ekstrakurikuler.
Bersama guru kesayangannya, Ny. Sholehah Ong, Ugen juga ikut melatih 25 anak di sanggar ONGS Family. Ia menilai pentingnya memperkenalkan seni tari tradisional kepada generasi muda agar budaya daerah tetap hidup.
"Generasi sekarang perlu lebih banyak wadah untuk berkarya. Saya berharap pemerintah dan Dewan Kesenian bisa lebih aktif mendukung," katanya.
Ugen pun optimistis dengan kepemimpinan Pamor Wicaksono di Dewan Kesenian Brebes. "Beliau sosok yang bijaksana dan punya banyak rencana untuk memajukan dunia seni. Saya yakin ke depan seni di Brebes akan makin bergeliat," pungkasnya.
Peran Penting Generasi Muda dalam Melestarikan Budaya
Seni tari tradisional bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga bagian dari identitas budaya yang harus dilestarikan. Ugen adalah salah satu contoh generasi muda yang sadar akan pentingnya menjaga warisan budaya leluhur. Dengan aktivitasnya sebagai instruktur dan pelatih, ia membuka jalan bagi anak-anak muda lainnya untuk mengeksplorasi bakat mereka dalam bidang seni.
Kehadiran Ugen dalam pertunjukan Hari Pahlawan menunjukkan bahwa seni tari tidak hanya menjadi simbol kebudayaan, tetapi juga sarana untuk menyampaikan pesan moral dan nilai-nilai luhur bangsa. Tarian Mojang Priyangan yang ia bawakan mengandung makna tentang kecantikan dan kekuatan perempuan Jawa, yang selama ini sering kali terabaikan dalam dinamika modernisasi.
Dalam upaya melestarikan seni tradisional, peran komunitas dan sanggar seni sangat penting. Ugen dan sanggar ONGS Family telah menjadi contoh nyata bagaimana pendidikan seni dapat dilakukan secara profesional dan berkelanjutan. Dengan adanya program ekstrakurikuler di sekolah-sekolah, generasi muda kini memiliki akses yang lebih luas untuk mengenal dan mengapresiasi seni tari.
Selain itu, dukungan dari pemerintah dan lembaga kesenian seperti Dewan Kesenian Brebes juga menjadi faktor penentu dalam pengembangan seni tari. Ugen berharap agar lebih banyak kebijakan dan program yang dapat mendorong partisipasi masyarakat dalam melestarikan budaya lokal.
Harapan untuk Masa Depan Seni Tari
Ugen percaya bahwa seni tari akan terus berkembang jika dikelola dengan baik dan didukung oleh seluruh elemen masyarakat. Ia berharap agar para pemuda dapat lebih aktif dalam mengikuti kegiatan seni, baik di tingkat lokal maupun nasional.
Pemuda seperti Ugen menunjukkan bahwa seni tari tidak hanya milik orang tua, tetapi juga milik generasi muda yang ingin menciptakan sesuatu yang bermakna dan bernilai. Dengan semangat yang sama, Ugen berharap seni tari akan terus hidup dan berkembang di Brebes dan sekitarnya.
Komentar
Kirim Komentar