
Pemerintah memiliki rencana untuk mempercepat pemulihan usaha yang terdampak bencana di tiga provinsi, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Salah satu inisiatif utama adalah Klinik UMKM Bangkit, yang akan beroperasi dalam jangka waktu paling lama satu tahun.
AIOTRADE
TRADING OTOMATIS 24 JAM NONSTOP yang MEMBELI OTOMATIS saat harga turun dan MENJUAL OTOMATIS saat harga naik di MARKET SPOT (bukan future/Bebas Margin Call), tersedia sekarang di Binance, Bitget, Tokocrypto, dan segera hadir di OKX serta Pasar SAHAM.
Klinik ini akan menjadi pusat layanan khusus bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang terkena dampak bencana. Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, menyampaikan bahwa tahap awal akan fokus pada pemetaan UMKM yang terdampak. Proses pemetaan ini direncanakan berlangsung hingga Maret 2026, sebelum dilanjutkan dengan program bantuan pembiayaan, relaksasi pinjaman, serta penyediaan modal usaha.
Dalam kunjungan ke Kabupaten Aceh Tamiang, Selasa, 30 Desember 2025, Maman menjelaskan bahwa klinik ini akan dikelola oleh pemerintah daerah. Fungsinya adalah untuk mengurus layanan pembiayaan, terutama bagi UMKM yang terdata dan memiliki tanggungan kredit di bank. Tujuannya adalah memberikan relaksasi pinjaman dan memastikan kecukupan modal usaha.
Selain itu, Klinik UMKM Bangkit juga akan berfungsi sebagai pusat perbelanjaan produk lokal dari tiga provinsi terdampak. Produk-produk ini akan dipasarkan baik di dalam maupun luar provinsi, sehingga dapat membantu menghidupkan kembali UMKM setempat sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, ekonomi di wilayah terdampak bencana diharapkan bisa kembali bergerak.
Layanan produksi juga akan disediakan melalui klinik ini. UMKM yang usahanya terhenti akibat bencana akan diberikan akses ke peralatan produksi sesuai kebutuhan. Hal ini bertujuan agar mereka dapat melanjutkan kegiatan usahanya secara lebih cepat.
Menurut Maman, pemerintah telah bekerja sama dengan Kemenko Perekonomian, Kementerian Keuangan, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menyiapkan aturan yang mendukung pemberian keringanan bagi UMKM yang memiliki tanggungan kredit.
Klinik UMKM Bangkit akan berdiri di delapan titik di tiga provinsi terdampak banjir. Lokasi-lokasi tersebut mencakup Banda Aceh, Pidie, Aceh Utara, Aceh Tamiang, dan Pidie Jaya di Aceh; Medan dan Tapanuli Tengah di Sumatera Utara; serta Padang di Sumatera Barat.
Selain itu, pemerintah juga melakukan reaktivasi Pasar Pagi Kuala Simpang di Aceh Tamiang. Tujuannya adalah agar para pedagang dapat kembali berjualan dan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Sebanyak 140 tenda bantuan akan didirikan sebagai lokasi berjualan sementara. Pemerintah setempat berencana menambah sekitar 200 tenda lagi agar semakin banyak pedagang yang dapat beraktivitas.
Dengan langkah-langkah ini, pemerintah berharap dapat memberikan dukungan nyata kepada pelaku UMKM yang terdampak bencana, sekaligus mempercepat proses pemulihan ekonomi di wilayah tersebut.
Komentar
Kirim Komentar